Riaupos.co

KASUS SUAP PT EK PRIMA INDONESIA
Kasus Suap Pajak, Begini Kesaksian Adik Ipar Jokowi
2017-03-20 16:27:00 WIB
 
Kasus Suap Pajak, Begini Kesaksian Adik Ipar Jokowi
 
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Dirjen Pajak Kementerian Keuangan Ken Dwijugiasteadi pada 23 September 2016 sempat ditemui oleh Direktur Operasional PT Rakabu Sejahtera Arif Budi Sulisty. Hal itu diakuinya saat menjadi saksi dalam sidang kasus suap pajak PT EK Prima Ekspor Indonesia (EKP) dengan terdakwa Country Director PT EKP Ramapanicker Rajamohanan Nair di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (20/3/2017). Pengusaha yang juga adik ipar Presiden Joko Widodo itu mengaku menemui Ken untuk bertanya soal pengajuan pengampunan pajak (tax amnesty) perusahaannya.

Akan tetapi, katanya, Ken menyarankannya mengurus tax amnesty di Solo. "Waktu itu ketemu Pak Dirjen. Kami ada pengurusan tax amnesty. Sama Pak Dirjen disarankan pengurusan tax amnesty-nya di Solo," ujarnya.

Di sisi lain, dia pun menepis anggapan bahwa pertemuannya dengan Ken khusus membahas permasalahan pajak PT EKP. Sebab, pembicaraannya hanya soal tax amnesty perusahaannya. "Tanggal 23 (September) itu saya benar-benar ketemu Pak dirjen hanya untuk uruaan tax amnesty saya dan perusahaan. Tidak ada urus tax amnesty Pak Mohan," tuturnya.

Pertemuannya itu, terangnya, dibantu oleh rekannya sesama pengusaha, Rudi Prijambodo. "Jadi saya waktu itu dikasih tau Pak Rudi. Katanya, Mas Arif tanggal sekian bisa ketemu Pak Dirjen," ucapnya.

Kepala Bidang Pemeriksaan Penagihan Intelijen dan Penyelidikan (P2IP) DJP Jakarta Khusus Wahono Saputro sebelumnya menyebut Arif pernah bertemu dengan Ken guna membicarakan sejumlah persoalan pajak PT EKP. Pertemuan itu difasilitasi Kakanwil DJP Jakarta Khusus M Haniv. Hal itu sebagaimana berita acara pemeriksaan (BAP) Wahono yang dibacakan Jaksa KPK Ali Fikri dalam sidang terdakwa Rajamohanan Nair di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (6/3/2017). "Saya juga pernah diberitahu Pak Haniv, Pak Arif pernah ketemu dengan Dirjen Pajak terkait saudara Mohan," ujar Ali Fikri membacakan BAP Wahono.
Wahono mulanya ragu-ragu menyampaikan peran Arif Budi Sulistyo. Akan tetapi, setelah dicecar jaksa, Wahono mengaku tahu identitas Arif dari Kasubdit Bukti Permulaan Ditjen Pajak Handang Soekarno. “Saya sih enggak kenal, tapi saudara dengan presiden kita," sebutnya.

Adapun dalam surat dakwaan jaksa terungkap bahwa Ken dan Arif pernah melakukan pertemuan di Kantor Ditjen Pajak pada 23 September 2016. Keinginan Arif bertemu Ken disampaikan kepada Handang melalui temannya sekaligus Kepala Kantor Wilayah DJP Jakarta Muhammad Haniv. Handang kemudian mengabulkan permintaan Arif yang juga kenal dengan Rajamohanan. Pertemuan itu berbuntut keputusan yang menguntungkan perusahaan Rajamohanan, yakni penghapusan tunggakan kewajiban pajak PT Eka Prima Ekspor Indonesia senilai Rp52,3 miliar untuk masa pajak Desember 2014, dan Rp26,4 miliar untuk masa pajak Desember 2015.

Haniv selaku Kepala Kantor Wilayah DJP Jakarta Khusus atas nama Direktur Jenderal Pajak sebelumnya menerbitkan Surat Keputusan tentang Pembatalan Surat Tagihan Pajak Nomor : 00270/107/14/059/16 tanggal 06 September 2016 masa pajak Desember 2014 atas nama Wajib Pajak PT EKP dan Surat Keputusan tentang Pembatalan Surat Tagihan Pajak (STP) atas nama Wajib Pajak PT EKP. (Put)

Sumber: JPG
Editor: Boy Riza Utama

 

 
URL berita: http://www.riaupos.co/berita.php?act=full&id=145770&kat=2

 
© 2015 Riaupos.co | Hak Cipta Dilindungi