Riaupos.co

Terperangkap Jeratan Babi, Gajah Liar Dievakuasi
2018-09-14 14:51:45 WIB
 
Terperangkap Jeratan Babi, Gajah Liar Dievakuasi
 
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Seekor anak gajah terperangkap jeratan babi hutan di areal konsesi Hutan Tanaman Industri di Sungai Mandau, Kabupaten Siak. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau pun, melakukan evakuasi terhadap satwa ini.
  Kepala BBKSDA Riau, Suharyono mengatakan, hal ini berawal dari informasi yang diterima oleh pihaknya, pada 23 Agustus lalu. Mendapat informasi tersebut, BBKSDA langsung menurunkan tim ke lokasi. "Pada hari itu juga, saya perintahkan tim rescue untuk turun menanganinya. Dan berhasil, jeratan pada gajah itu, dilepaskan," kata Suharyono, Jumat (14/9/2018) di Pekanbaru.
   Setelah jeratan dilepas kata Suharyono, terlihat ada luka di bagian kaki kanan gajah tersebut. Tim pun mengobatinya. "Luka itu karena jeratan tersebut," ujarnya.
  bSelesai diobati, anak gajah tersebut kembali dilepasliarkan, di lokasi semula. Harapannya, gajah itu bisa bergabung dengan kelompoknya lagi. Tapi, anak gajah itu tidak bergabung dengan kelompoknya. Hewan ini masih berputar-putar di sekitar lokasi jeratan tersebut.
   "Selama dua pekan diamati, anak gajah tersebut hanya berputar-putar di lokasi semula. Sementara kelompoknya telah berada di lokasi lain, dengan perkiraan jarak 57 kilometer. Anak gajah ini tertinggal," ujar dia.
    Berdasarkan laporan petugas yang mengamati keberadaan anak gajah itu kata Suharyono, terdapat kecenderungan berat badan satwa makin menurun. Gajah malang ini juga mengalami diare. "Diare ini terlihat dari kotorannya," ujar dia.
    Melihat kondisi yang mengkhawatirkan terhadap anak gajah itu, BBKSDA Riau mengambil langkah lain. Akhirnya dengan kondisi tersebut, diputuskan anak gajah harus segera dievakuasi dan dibawa ke PLG Riau di Minas. 
   "Kita khawatirkan kondisinya semakin memburuk kalau dibiarkan di sana. Maka, kita evakuasi untuk pengobatan dan perawatan lebih lanjut," kata dia.
   Tim evakuasi dan pengobatan yg dikoordinir Kepala Bidang Wilayah II, Heru Sutmantoro dengan didampingi drh Rini Deswita, drh Danang dan dibantu seorang dokter hewan dari Yayasan Asyari, drh Dita serta beberapa perawat satwa, dan personel dari RAPP, menggunakan satu gajah binaan bernama Indah, dilakukan penggiringan.
   "Kemarin petang, anak gajah telah naik di atas truk. Evakuasi berjalan lancar dan tiba di Pusat Latihan Gajah (PLG) Riau di Minas pada pukul 21.00 WIB," ujarnya.
   Suharyono mengapresiasi tindakan yang diambil untuk mengevaluasi anak gajah itu ke PLG Riau. "Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu kelancaran evakuasi anak gajah tersebut," ujarnya.Saat ini kata dia, gajah tersebut masih menjalani pengobatan dan perawatan lanjutan. Gajah ini juga diberi nama Intan.(dal)

 

 
URL berita: http://www.riaupos.co/berita.php?act=full&id=189175&kat=16

 
© 2015 Riaupos.co | Hak Cipta Dilindungi