Riaupos.co

DIKERJAKAN DARI DALAM PENJARA
Begini Modus Pemerasan agar Perempuan Mau Buat Video Tanpa Busana
2018-04-16 00:46:35 WIB
 
Begini Modus Pemerasan agar Perempuan Mau Buat Video Tanpa Busana
 
BANDUNG (RIAUPOS.CO) - Sebuah modus lain tentang cara memeras orang terkuak di Bandung, Jawa Barat. Ironisnya, para pemeras yang menggunakan siasat menipu ini justru menjalankan aksinya dari dalam penjara. Sedangkan para korbannya adalah perempuan yang berada di luar penjara.

Seperti yang dilakukan komplotan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II Jelekong, Bandung, Jawa Barat. Malah terkesan, penjara malah menjadi tempat mereka meraup uang ratusan juta bahkan dalam hitungan miliaran rupiah.

Para pelaku menjalankan aksi pemerasan setelah perempuan yang mereka pancing terjebak asmara untuk melakukan video tanpa busana alias bugil. Tidak tanggung-tanggung, satu orang napi dalam satu bulan bisa mendapatkan Rp25 juta dari penipuan terhadap para korban.

Diperkirakan, 1.000 napi di antaranya juga melakukan penipuan yang sama dengan tiga tersangka, yakni Iqbar Destevantio alias Mencos (25), Jamjam Nurjaman alias Ijam (30), dan Febri Andriana alias Ape (29).

Kanit PPA Polrestabes Bandung Ipda Dhenia Istika Dewi menuturkan, ada empat blok di penjara Jelengkong. Setiap blok itu ada 16 kamar yang dihuni sekitar 13 hingga 15 orang tiap kamar.

Dalam setiap kamar itu, 8 hingga 10 napi melakukan kegiatan yang sama. "€œMereka menjadi penipu dengan modus merayu perempuan, lewat sosial media,"€ tuturnya.

Caranya, setiap napi ini memiliki dua handphone. Satu handphone untuk chat via media sosial dan WhatsApp. Setelah hubungan lebih dalam, ikatan emosional terjalin, napi ini meminta korbannya untuk video call bugil.

"€œNah, handphone kedua ini digunakan untuk merekam secara manual, layar handphone pertama yang sedang video call ditembak kamera handphone kedua," tuturnya.

Setelah terekam itulah, napi ini memiliki senjata untuk memeras para korbannya. Dia menuturkan, dari modusnya memang tampak memanfaatkan perasaan lembut seorang perempuan.


Bagaimana caranya napi ini bisa meyakinkan para korban untuk membuat video bugil? Salah seorang napi yang ditemui berinisial GL menceritakan bagaimana rayuan tingkat tingginya bisa membuat para perempuan berhasil diluluhkan dan terjerat perasaan asmara sehingga mau melakukan adegan video tanpa memakai busana.

"€œSaya baru beberapa bulan di Lapas Jelengkong, saya pindahan lapas lainnya,"€ ujarnya.

Saat awal pindah ke Jelengkong, dirinya dipaksa oleh kepala kamar Ijam untuk melakukan penipuan merayu para perempuan. Dirinya dibekali dua handphone oleh Ijam untuk menipu.

Sebelum mencari perempuan yang akan menjadi korban, para pelaku terlebih dahulu "menjelma" menjadi seorang pria yang terkesan memiliki profesi yang hebat. Mereka misalnya para pelaut, pekerja tambang dan sebagainya.
 
Untuk bisa mendalami profesi inipun mereka melakukan aksi tipu-tipu kepada para pria yang akan dicatut identitasnya. Sehingga mereka melakukan rayuan kepada para wanita dengan identitas asli tapi milik orang lain.

"€œItu data asli bukan data rekaan. Tapi, saya enggak mau fotonya dan identitasnya sama. Saya cari yang beda,"jelas GL sembari tersenyum.

Untuk bisa mendapatkan data identitas dan foto pria yang akan dipakai untuk meluluhkan hati perempuan, mereka pun menjalankan aksinya dengan merayu para pria. Kepala kamar mengajari agar masuk komunitas di internet. Ada sekitar 20 komunitas yang diikuti, di antaranya Pelaut Indonesia, komunitas maritim hingga komunitas scammers.

"€œDari komunitas ini, saya dapat puluhan akun lelaki pancingan," tuturnya.

Hampir semua data didapatkan, dari KTP, KK, kartu karyawan, foto, dan yang paling penting video agar membuat hati perempuan meleleh. Bagaimana caranya? Napi yang divonis lebih dari 10 tahun itu lantas tersenyum.


Dia menyebutkan, dirinya menggunakan akun perempuan untuk bisa mendapatkan data para pria. "€œSaya pakai foto dan identitas korban cantik namanya Rania yang saya peras untuk merayu mereka. Saya chat via FB dan WA,€ kata GL.

Untuk bisa membuat keduanya memberikan KTP, Rania palsu ini menuduh sang pria membuat akun palsu. Maka, untuk membuktikannya, Rania palsu meminta KTP dan KK. "€œSaya juga kirim KTP dan KK, tapi ya punya Rania itu,"€ ujarnya sembari terkekeh.

Dari komunitas itu pula, GL bisa mempelajari sistem kerja di pelayaran. Hal itu ditujukan untuk memperkaya naskah cerita babak demi babak dalam merayu perempuan dan akhirnya jatuh dalam jebakan video bugil. "€œYa, saya diajari agar semua profil dan alasan itu sama dengan yang sebenarnya,"€ ujarnya.

Setelah mendapatkan data identitas lelaki pancingan itu, dibuatlah akun media sosial menggunakan nama itu untuk memacari korban perempuan.

"œCaranya juga sama antara mendekati lelaki dan perempuan, saya mendekatinya berhari-hari,"€ tuturnya.

Menurutnya, di kamarnya yang diisi 13 orang itu, 10 orang di antaranya melakukan hal yang sama. Bekerja dengan menipu perempuan-perempuan di dunia maya. "€œHasil penipuan saya seminggu bisa mencapai Rp30 juta,"€ ujarnya.

Jumlah itu merupakan rata-rata hasil penipuan satu napi. Namun, pernah ada rekor pendapatan napi yang sampai saat ini belum terpecahkan, yakni salah satu napi yang sudah bebas berinisial R dalam seminggu mampu untuk mendapatkan Rp250 juta.

"€œItu rekor dia, yang jadi pembicaraan warga lapas,"€ jelasnya.

Namun, kendati hasil penipuannya besar, ternyata para napi ini hanya mendapat bagian Rp800 ribu setiap minggu. Menurut napi lain sekaligus saksi berinisial A, penghasilan Rp30 juta tiap napi itu sebagian besar dibagi antara kepala kamar, kepala blok, dan diduga juga diterima sipir.

"€œKalau ditotal semuanya, seminggu bisa sampai Rp1 miliar pendapatan menipu ini. Ya, saya hanya bisa menerima yang penting di kamar bisa tenang, tidak diganggu dan tidak dipukuli," ujarnya.(jpk)

Sumber: JPG


 

 
URL berita: http://www.riaupos.co/berita.php?act=full&id=180458&kat=14

 
© 2015 Riaupos.co | Hak Cipta Dilindungi