Riaupos.co

Mahasiswa asal Riau Dipenjara di Mesir
Lega, Bisa Dengar Suara sang Anak
2017-12-07 10:06:57 WIB
 
Lega, Bisa Dengar Suara sang Anak
 
BANGKINANG (RIAUPOS.CO) - Fitra Nur Akbar, salah satu mahasiswa Al Azhar asal Bangkinang (Riau) yang menjadi korban kesemena-menaan Pemerintah Mesir. Hanya karena persoalan administrasi, hafiz Alquran 30 juz ini dipenjara bak penjahat besar oleh polisi Kairo. Sejak ditangkap di apartemennya pada 22 November, Fitra tak lagi bisa berkomunikasi dengan keluarganya di Bangkinang Kota. Telepon genggamnya disita polisi. Dia dimasukkan ke ruang isolasi. Dikawal ketat polisi Kairo.

Sejak itu pula Ratnawati dan Ali Akbar (ibu-ayah Fitra) menanggung kerisauan. Hatinya, gundah gulana dengan apa yang terjadi pada anaknya. Sebab, dihubungi melalui seluler tak bisa. Nomor telepon genggam Fitra tidak aktif. Padahal sehari sebelum Fitra ditangkap, sang ayah masih sempat bercerita melalui telepon dengan sulung empat bersaudara ini.

“Sehari sebelum ditangkap, dia menelepon ayahnya. Fitra ngasih tahu, kalau dia dipercaya dosennya menyusun jadwal ujian mahasiswa. Ya, Fitra memang tergolong mahasiswa yang pintar di sana,” kata Ratnawati saat berbincang dengan Riau Pos, Rabu (6/12) sore.

Kala itu, Ratna tak mengira anaknya akan mendapat musibah. Yang pasti, dia tidak akan berpikiran sang anak akan ditangkap. Sebab, dia tahu betul anaknya remaja yang baik.

“Fitra ini anaknya ramah. Salatnya tak tinggal. Tahajud juga rutin setiap malam. Kalau di rumah dia selalu mengaji. Dia kan hafiz Alquran. Adiknya dibuatnya sampai pandai azan. Padahal adiknya ini masih balita,” sebut Ratna.
Tak hanya kuat agamanya, di sekolah dulu dia juga sering juara. Kalau di kampus Al Azhar sekarang, Fitra juga pernah mendapat nilai predikat terbaik. “Makanya dosen-dosen senang sama dia,” katanya.

Berkawan Fitra juga pandai. Buktinya saja, ketika Fitra terkena musibah di Mesir, belasan temannya waktu SMA di Pondok Pesantren Al Ikhsan Boarding School Kubang datang ke rumahnya.

“Fitra dulu juga pernah menjadi Ketua BES (Badan Eksekutif Siswa, red),” kata salah seorang teman Fitra menyela.

Ratna pun mengangguk bangga dengan prestasi yang dimiliki Fitra.

Memang saat itu Fitra tak di rumah. Kawan-kawannya juga tahu Fitra sedang ditahan di Mesir. Namun kedatangan teman-temannya ini untuk memberikan semangat kepada Ratna. Biar ibu Fitra tak sedih lagi. Sesekali, teman-teman Fitra berbuat lucu. Upaya ini berhasil. Ratna yang dilanda kerisauan, tersenyum dibuatnya. Dia tampak kembali bersemangat.

“Kami berdoa bersama. Semoga cepat pulang. Selamat,” kata Ratna kepada teman Fitra yang berkunjung saat itu.

Bisa Bicara lewat Telepon
Hati Ratnawati dan Ali Akbar makin kuat. Sebab, setelah belasan hari tak bisa bicara dengan sang anak yang sedang dipenjara, akhirnya Senin (5/12) malam, sang ayah bisa mendengar suara anaknya.“Kemarin saya bisa bicara melalui telepon dengan Fitra. Pakai handphone orang KBRI di Mesir yang saat itu berkunjung membesuk Fitra di penjara,” kata Ali Akbar saat dihubungi, Rabu (6/12) dari Bangkinang.

Saat itu, hatinya bisa sedikit lega. Sebab, dari pembicaraannya dengan sang anak, Fitra menyebut dirinya baik-baik saja. Kondisi Fitra sehat. Namun, bicara itu tak bisa lama. Sebab, ada batasan waktu di penjara itu untuk menelepon.

“Mendengar dia sehat, kami senanglah. Ya, saya juga pesankan sama Fitra untuk sabar. Karena ini semua adalah cobaan. Harus kuat menghadapinya,” kata dia.

Pesannya kepada sang anak, untuk mengenang kisah Nabi Yusuf yang difitnah, dizolimi dan pernah juga dipenjara. Begitu juga pesannya, untuk mengingat perjuangan Buya Hamka.  “Kalau orang hebat itu, harus bisa melewati cobaan-cobaan ini,” katanya.

“Bersabarlah Nak. Semoga Fitra juga kuat. Insya Allah Fitra jadi orang besar. Jadi pemimpin, yang kami banggakan,” ujar Ali mengingat pesannya kepada Fitra saat menelepon semalam.

Ali yakin anaknya bisa tegar. Selain imannya kuat, Fitra, kata Ali juga sudah terbiasa hidup mandiri. Hanya saja kata Ali, saat ini Fitra mengalami shock.

Setelah berbicara dengan Fitra, Ali juga sempat menelepon salah seorang konsulat Indonesia di Mesir. Dari keterangan konsulat itu kata Ali, persoalan mengenai administrasi Fitra sudah lengkap.
“Cuma, tadi malam kami tanya, Pemerintah Mesir tidak kondusif, makanya terganggu proses pembebasan. Jadi belum ada keputusan kapan dibebaskan,” sebut Ali seraya menambahkan, kalau Mesir saat ini sedang dilanda persoalan politik.

Ada juga, kata Ali, informasi yang beredar bahwa Fitra tertahan karena hafiz Alquran. Sebab pemerintahan Mesir, menakuti orang yang hafiz Alquran.

Sementara Gubernur Riau (Gubri) H Arsyadjuliandi Rachman yang dikonfirmasi malam tadi mengaku sangat menyayangkan terkait apa yang menimpa Fitra.

“Kita ikut prihatin atas kejadian ini. Akan lihat perkembangan berikutnya bagaimana. Kita juga belum tahu, baru dapat info dari Riau Pos,” kata Gubri.

Agar persoalan serupa dapat diantisipasi, dia mengimbau sedapat mungkin ke depan calon mahasiswa luar negeri, karena mau sekolah keluar secara administrasi harus memenuhi persyaratan negara yang dituju.

Sementara Kepala Kanwil Kemenag Riau H Ahmad Supardi Hasibuan menambahkan apa yang dialami mahasiswa asal Indonesia khususnya Riau, merupakan salah satu dari ujian berat dalam menuntut ilmu. Dia pun mengimbau agar lebih bersabar dan sungguh-sungguh.

“Mesti lebih hati-hati dan mentaati peraturan internasional dan pemerintah Mesir, seperti soal Pasport dan visa,” katanya.(*4/egp)

 

 
URL berita: http://www.riaupos.co/berita.php?act=full&id=168314&kat=14

 
© 2015 Riaupos.co | Hak Cipta Dilindungi