Riaupos.co

184 CPNS untuk Guru
2018-09-14 11:17:08 WIB
 
184 CPNS untuk Guru
 
(RIAUPOS.CO) - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mendapat kuota penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) sebanyak 304 formasi. Dari jumlah itu, sekitar 60 persen diperuntukkan bagi tenaga pendidik untuk jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).

Berdasarkan data yang dihimpun Riau Pos dari Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru, pemko akan menerima sebanyak 184 tenaga pendidik. Rinciannya jenjang pendidikan SD untuk guru kelas 115 orang, guru pendidikan agama Islam (PAI) 13 orang, guru pendidikan jasmani dan kesehatan (penjaskes) 18 orang.

Sementara jenjang SMP untuk guru pendidikan pancasila dan kewarganegaraan (PPKN) tujuh  orang, guru PAI sembilan orang, guru penjaskes tujuh orang, guru seni budaya dua orang, guru bimbingan konseling (BK) tujuh orang dan guru matematika dua orang. Sedangkan sisanya diperuntukkan bagi honorer K2 sebanyak empat orang.

Kepala Disdik Kota Pekanbaru Abdul Jamal mengatakan, pihaknya menerima jatah tenaga pendidik sebanyak 184 formasi. Di mana untuk guru SD 146 orang, guru SMP 34 orang dan K2 sebanyak empat orang. Dijelaskannya, jumlah tersebut masih jauh dari pengajuan sebanyak 1.478 guru berdasarkan analisa jabatan (Anjab) dan analisa beban kerja (ABK).

“Tetap saja kurang. Karena sesuai anjab, kami memerlukan sebanyak 1.200 orang guru,” ungkap Abdul Jamal kepada Riau Pos, Kamis (13/9).

Dipaparkan Jamal, kuota 184 formasi CPNS bagi tenaga pendidik belum mampu mencukupi kebutuhan pemko terhadap guru PNS. Bahkan kata dia, angka tersebut belum bisa menutupi jumlah guru pensiun setiap tahunnya mencapai 200 orang.

“Paling bisa menutupi guru pensiun. Kami harapkan ada penerimaan CPNS terutama bagi guru setiap tahunnya,” papar Jamal.



Untuk mengantipasi keterbatasan guru berstatus PNS, maka kata dia, banyak sekolah-sekolah yang menerima guru honor komite menutupi kekurangan tenaga pendidik. “Dalam keadaan sekarang guru tidak kurang, tapi yang status PNS iya. Maka itulah guru-guru honor komite yang diterima sekolah,” imbuhnya.

Selain itu, berdasarkan data yang dihimpun Riau Pos, untuk formasi CPNS tenaga kesehatan ada 90 orang. Di antaranya, dokter spesialis penyakit dalam satu orang, dokter spesialis syaraf satu orang, dokter spesialis bedah satu orang, dokter umum 13 orang dan dokter gigi tiga orang.

Kemudian apoteker 12 orang, perawat delapan orang, asisten apoteker enam orang, bidan delapan orang, nutrisionis lima orang, penyuluh kesehatan masyarakat tiga orang, perawat 14 orang, perawat gigi dua orang, pranata laboratorium kesehatan tiga orang, sanitarian dua orang, perekam medis enam orang, radiografer satu orang dan fioterapis satu orang.

Sementara untuk tenaga pendukung infastruktur ada sebanyak 30 orang. Yaitu, analis infrastuktur, analisa jalan dan jembatan, analis pengembangan wilayah, analis sistem jaringan jalan dan jembatan, pengawas jalan dan jembatan, operator alat berat masing-masing satu orang.

Selanjutnya, masing-masing satu orang untuk penguji laboratorim tanah, aspal dan beton. Analis bangunan gedung dan permukiman, pengawas bangunan dan gedung, pengawas bangunan dan taman, pengawas tata pertamanan, penyusun rencana tata ruang, pengelola pengendalian pemamfaaran ruang dan analis sumber daya alam (SDA).

Lalu juru operasional dan pemeliharaan SDA, pengawas jalan dan jembatan, analis perumahan, teknisi pemetaan dan penggambaran, pengawas tata bangunan dan perumahan, analis perencanaan, pengawas fisik perumahan, analis angkutan darat, analis menajemen lalu lintas, analis pelabuhan, teknisi listrik dan jaringan, teknisi peralatan, listrik dan elektronika masing-masing satu orang. Serta pengawas jaringan utilitas dua orang dan pengelola pengujian kendaraan dua orang.

Terpisah, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSM) Kota Pekanbaru Masykur Tarmizi ketika dikonfirmasi terkait data formasi CPNS tersebut mengaku belum dapat memastikannya. Dia menyebutkan, akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan BKN XII Regional Pekanbaru. “Kami akan pastikan data ini ke BKN Regional dahulu,” singkat Masykur.(yls)



Laporan RIRI rADAM, Kota





 

 
URL berita: http://www.riaupos.co/berita.php?act=full&id=189143&kat=1

 
© 2015 Riaupos.co | Hak Cipta Dilindungi