Riaupos.co

MPP 3 x 25 MW Balai Pungut Berpotensi Tambah 102.500 Pelanggan Baru
2017-03-20 11:43:22 WIB
 
MPP 3 x 25 MW Balai Pungut Berpotensi Tambah 102.500 Pelanggan Baru
 
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Peresmian Mobile Power Plant (MPP) 3x25 Megawatt (sebelumnya terbitan di Riau Pos 19 Maret 2017 sempat tertulis 3x75 megawat) di Balai Pungut, Kabupaten Bengkalis Riau akhirnya diresmikan serentak oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dengan tujuh pembangkit MPP lainnya se-Indonesia.

Dalam sambutannya di MPP 3x25 MW PLTG Balai Punggut GM PLN Wilayah Riau dan Kepri Irwansyah Putra menyampaikan bahwa potensi pelanggan dengan beroperasinya PLTG ini mampu menambah 102.500 pelanggan bagi masyarakat Riau, dan juga bisa menambah Rasio Desa Berlistrik khususnya di Provinsi Riau saat ini masih 85,38 persen.

‘’Dari data total desa dan kelurahan di Riau 1.829 yang sudah berlistrik sebanyak 1.561 sehingga tinggal 268 desa lagi yang menjadi perhatian PLN Wilayah Riau dan Kepri untuk bisa menikmati listrik,’’ ungkap Irwansyah Putra.

 Dengan masuknya MPP Balai Pungut maka akan meningkatkan pasokan menjadi 1.687 MW di sistem Riau dan menghemat Rp81 miliar per hari dibandingkan dengan menggunakan mesin diesel yang membakar minyak menjadi listrik.
Sementara Manajer SDM dan Umum PLN WRKR Dwi Suryo Abdullah menambahkan di Kabupaten Bengkalis ada 102 desa. Hanya satu desa yaitu Desa Kuala Penaso di Kecamatan Mandau yang belun teraliri listrik.

Sementara untuk dusun yang belum teraliri listrik ada lima yaitu Dusun Suka Maju, Panamai, Bandar Sari, Bagandaya, Rumbai Jaya di Kecamatan Siak Kecil. ‘’Dengan masuknya MPP ini, maka angka rasio elektrifikasi sudah mencapai 97 persen. Sementara rasio desa berlistrik mencapai 99 persen,’’ kata Dwi.

Di Balai Pungut, terlihat hadir General P3BS Nur Wahyu Dhinianto, Manajer Bidang SDM dan Umum Dwi Suryo Abdullah. Manajer Area Pekanbaru Kemas Abdul Gafur, Manajer Sektor Pekanbaru Syahminan Siregar, Manajer MPP Balai Pungut Saprianto.

Diketahui bahwa Presiden Joko Widodo dari Pontianak, Kalimantan Barat secara serentak meresmikan MPP 4x25 MW juga. Total kapasitas ke delapan MPP tersebut sebesar 500 MW.

Diketahui dari video conference di Balai Pungut terlihat selain Presiden Jokowi, turut hadir mendampingi presiden yakni Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri ESDM Ignasius Jonan serta sejumlah menteri kabibet kerja dan Gubernur Kalimantan Barat Cornelis.
Dalam peresmian tersebut, Jokowi mengatakan bahwa PLN berhasil menepati komitmen penyelesaian pembangunan MPP.  ‘’Saat saya kemari (Pontianak), saya tanyakan kapan MPP ini akan selesai, pak Dirut PLN menjanjikan kepada saya 6 bulan, dan beliau berhasil buktikan hal tersebut, PLN berhasil buktikan hal tersebut,’’ kata Jokowi.

Lebih lanjut Jokowi juga mengatakan bahwa listrik merupakan elemen yang sangat penting bagi pembangunan Indonesia. ‘’Tidak akan ada pabrik, investor dan pembangunan lainnya jika tidak ada listrik, padahal berbagai investasi tersebut berpeluang menyerap tenaga kerja. Oleh karena itu kecepatan ini sangat diperlukan, dan PLN berhasil mewujudkannya,’’ terang Jokowi.

Jokowi juga berpesan agar pasokan gas untuk pembangkit listrik MPP Pontianak diprioritaskan.
Adapun ke 8 MPP yaitu MPP Jeranjang-Lombok dengan kapasitas (2x25 MW) yang telah beroperasi sejak 27 Juli 2016, MPP Air Anyir-Bangka dengan kapasitas (2x25 MW) beroperasi sejak 13 september 2016, MPP Tarahan–Lampung (4x25 MW) beroperasi sejak 29 September 2016. MPP Nias (1x25 MW) mulai beroperasi pada 31 Oktober 2016, MPP Balai Pungut-Riau dengan kapasitas (3x25 MW) (sebelumnya tertulis 3x75 MW) mulai beroperasi sejak 13 November 2016, MPP Suge- belitung (1x25 MW) mulai beroperasi pada 22 November 2016, MPP Paya Pasir-Medan berkapasitas (3x25 MW) mulai beroperasi sejak 9 Desember 2016, MPP Pontianak kapasitas (4x25 MW) mulai beroperasi pada 8 November 2016.
Keseluruhan pembangkit tersebut berhasil diselesaikan PLN melalui penugasan kepada anak Perusahaan PLN yakni Bright Batam hanya dalam waktu 6 Bulan, terhitung sejak di groundbreaking oleh presiden pada semester awal 2016 lalu.

Pembangungan keseluruhan proyek tersebut menelan biaya lebih dari Rp8 triliun. Kedelapan pembangkit listrik tersebut merupakan program 35.000 MW.

Peresmian 8 unit pembangkit listrik tenaga gas ini merupakan bukti komitmen PLN dalam percepatan program 35.000 MW dalam peningkatan ratio elektrifikasi tanah air sebesar 99,7 persen pada 2019. ‘’Kami berharap dengan adanya 8 tambahan MPP tersebar berkapasitas total 500 MW ini bisa menambah keandalan sistem kelistrikan terutama di NTB, Sumatera Utara, Lampung, Bangka Belitung, Pekanbaru Riau serta Kalimantan Barat. Ketersediaan energi listrik sangat strategis karena berdampak pada perkembangan investasi daerah dan perekonomian masyarakat,’’ ujar Direktur Utama PLN Sofyan Basir.

Sebagai wujud syukur PLN dalam penyelesaian pembangunan infratruktur kelistrikan serta peresmian 8 MPP PLTG total 500 MW, PLN melalui program CSR juga membagikan 4.500 paket sembako di delapat tempat teraebut.

Pembagian paket sembako juga dilakukan di Balai Pungut. ‘’Kami bersyukur energi listrik dari seluruh MPP sudah bisa dinikmati masyarakat. Kami berjanji akan terus melakukan percepatan pembangunan untuk infrastruktur kelistrikan lainnya demi tercapainya target 35.000 MW di tahun 2019,’’ ujar Sofyan Basir.

Seluruh rangkaian pembagian sembako ini juga disaksikan secara langsung oleh Presiden Jokowi melalui sambungan teleconfrence dengan lokasi MPP di luar Pontianak.(rul)

 

 
URL berita: http://www.riaupos.co/berita.php?act=full&id=145749&kat=1

 
© 2015 Riaupos.co | Hak Cipta Dilindungi