Riaupos.co

6 Ton Bawang Merah Ilegal Dibawa ke Pelabuhan Dumai
2017-03-20 11:34:29 WIB
 
6 Ton Bawang Merah Ilegal Dibawa ke Pelabuhan Dumai
 
DUMAI (RIAUPOS.CO) - KM Faisal dengan muatan bawang merah ilegal tampak bersandar di Pelabuhan Patra Dock, Ahad (19/3). Beberapa personel berpakaian seragam Polisi Air tampak berjaga-jaga di sekitar kapal. Di sebelah kapal itu terlihat juga kapal Patroli Sea Rider Kapal Bangau-5006  Ditpolair Mabes Polri menyandar.

Kapal itu bermuatan 6 ton bawang merah ilegal asal Malaysia yang diamankan, Sabtu (18/3) dinihari di perairan Tanjung Jering.

Penangkapan umbi lapis ini bermula saat tim patroli  melaksanakan patroli rutin di wilayah perairan Dumai dan Selat Rupat. Kapal patroli mendeteksi dan mencurigai sebuah kapal yang sedang berlayar di perairan Tanjung Jering.

Setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui kapal yang bernama KM M Faisal ini tengah mengangkut bawang merah asal Kuala Linggi, Malaysia tanpa dilengkapi dokumen sebanyak 6 ton.

Tidak bisa menunjukkan dokumen, tim patroli membawa kapal dengan muatan bawang merah. Selain itu juga mengamankan satu orang nahkoda berinisial PR dan dua orang anak buah kapal (ABK).
Komandan Kapal Bangau-5006 Ditpolair Korps Baharkam Polri, AKP Suryanto membenarkan penangkapan tersebut. ‘’Sudah diamankan, nanti akan diproses lebih lanjut,’’tambahnya.

Bawang merah ilegal asal Malaysia memang kerap masuh ke wilayah Dumai, namun tampaknya bawang asal negeri tetangga itu cukup diminati masyarakat Dumai. 

Itu juga terbukti ketika Riau Pos mencari tahu peredaran bawang merah ilegal di pasar-pasar Kota Dumai. Dibandingkan bawang lokal harga bawang merah asal Malaysia juah lebih murah. Jika bawang lokal harganya sekitar Rp30 ribu per kilogram, sedangkan harga bawang asal Malaysia hanya Rp15 ribu per kilogram.

‘’Macam-macam dek. Kalau bawang asal Jawa harganya sekitar Rp30 ribu, memang baunya lebih enak, kalau mau murah bawang dari Malaysia, hanya Rp15 ribu,’’ ‘ujar salah seorang pedagang di Pasar Sri Mersing, Ratna (40) kepada Riau Pos.

Ketika ditanya mengenai dari mana, ia mendapatkan bawang merah asal Malaysia tersebut, Ratna mengatakan ada agennya. ‘’Kalau subuh dia sudah datang, jual bawang ke pedagang kecil kayak kami, tapi saya tidak mengenal pasti orang,’’ tuturnya.(hsb)

 

 
URL berita: http://www.riaupos.co/berita.php?act=full&id=145746&kat=1

 
© 2015 Riaupos.co | Hak Cipta Dilindungi