Home » Berita

Kabupaten Pelalawan

HUT Riau, Pelihara Kebersamaan

Kamis, 10 Agustus 2017 - 11:52 WIB | Dibaca 416 Klik
UPACARA: Wakil Bupati Pelalawan Drs H Zardewan MM saat memimpin pelaksanaan apel upacara HUT ke-60 Provinsi Riau di halaman Kantr Bupati Pelalawan, Rabu (9/8/2017). M Amin Amran/Riau Pos

(RIAUPOS.CO) - Hari Jadi ke-60 Provinsi Riau, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan menggelar upacara di halaman kantor Bupati Pelalawan, Rabu (9/8). Dalam upacara tersebut bertindak sebagai inspektur upacara (Irup) Wakil Bupati Kabupaten Pelalawan Drs H Zardewan dan bertindak sebagai komandan upacara Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Pelalawan Drs H Tengku Ridwan.

Dalam amanat Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman yang dibacakan Wakil Bupati Pelalawan Drs H Zardewan MM mengatakan, bahwa peringatan Hari Jadi ke-60 Provinsi Riau ini, mengingatkan kembali kepada sejarah perjuangan rakyat Riau, para tokoh pendiri Provinsi Riau. Di mana kala itu Provinsi Riau masih berada di bawah naungan Provinsi Sumatera Tengah. Dan dengan perjuangan para tokoh, pendiri dan masyarakat Riau kala itu, maka akhirnya pada tanggal 9 Agustus 1957, Riau resmi berdiri menjadi sebuah provinsi.

Oleh karena itu, ucapan terima kasih dan penghormatan yang mendalam sangatlah pantas dipersembahkan kepada mereka yang telah berjasa dalam mendirikan Provinsi Riau. ‘’Untuk itu, melalui momentum HUT ke-60 Riau ini, mari kita memelihara kebersamaan dan kedamaian, serta menambahkan semangat berjuang anak negeri dalam mewujudkan visi Riau 2020. Saatnya kita menyatukan visi dan persepsi, serta bekerja keras bahu-membahu, sehingga menjadi kekuatan yang mampu menggelinding dengan lebih laju roda pembangunan daerah tanpa lepas dari kearifan lokal tamadun Melayu,” terangnya.

Diungkapkan mantan Sekdakab Pelalawan ini, bahwa tema yang diusung pada peringatan Hari Jadi Provinsi Riau ini cukup beralasan, mengingat masalah integritas saat ini menjadi permasalahan yang sangat penting dan utama yang harus dicarikan jalan keluarnya.

Dan dirinya menyadari terjadinya pergeseran nilai budaya sebagai akibat tidak terbendungnya arus globalisasi ke daerah ini, merupakan penyebab utama terjadinya pengikisan semangat integritas.

‘’Perlu kita ketahui bersama, di mana kebudayaan merupakan implementasi dari nilai-nilai, kebiasaan dan karya yang dihasilkan oleh negeri yang beradat atau bertamadun. Sebagai upaya nyata menegakkan integritas, maka Pemerintah Provinsi Riau dan pemerintah kabupaten dan kota se-Riau telah menandatangani komitmen bersama program pemberantasan korupsi integritas, termasuk melakukan deklarasi antigratifikasi sebagi bentuk komitmen dan keseriusan Pemerintah Provinsi Riau dalam upaya mencegah praktik korupsi,” ujarnya.

Ditambahkannya, bahwa dalam menegakkan integritas, telah membuahkan hasil misalnya pada 2017 akuntabilitas kinerja Pemerintah Provinsi Riau mendapatkan penilaian B dari KemenPAN RB, setelah tujuh tahun hanya mendapatkan penilaian CC.(izl)

 Selain itu, dalam pertanggungjawaban keuangan dan aset, Pemerintah Provinsi Riau juga telah empat kali mendapatkan wajar tanpa pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksaan Keuangan Republik Indonesia (BPK RI).

‘’Untuk itu, dimomen Hari Jadi Provinsi Riau, saya berharap kepada segenap jajaran, mari kita mempersiapkan dan melakukan langkah-langkah nyata untuk meraih keberhasilan, kemajuan dan kemaslahatan Provinsi Riau pada masa sekarang dan masa yang akan datang. Semoga dengan Hari Jadi Provinsi Riau ini, maka pembangunan akan semakin maju sehingga masyarakat sejahtera sesuai vizsi Riau 2020,” tutupnya.(amn)


Laporan M AMIN AMRAN, Pangkalankerinci