Home » Berita

Kabupaten Pelalawan

Server Rusak, Pencetakan KTP-el Terganggu

Jumat, 19 Mei 2017 - 10:51 WIB | Dibaca 569 Klik

(RIAUPOS.CO) - Meski pemerintah pusat telah mendistribusikan sebanyak 8.000 blanko KTP-el ke Kabupaten Pelalawan guna melakukan bagi masyarakat yang telah merekam data-data kependudukannya, namun tetap saja Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) belum bisa melakukan pencetakan KTP-el. Pasalnya, hingga saat ini, server KTP-el tersebut masih dalam kondisi rusak. Sehingga setidaknya saat ini sebanyak 15 ribu lebih daftar antre pencetakan KTP-el di Kabupaten Pelalawan.  

"Ya, hingga saat ini server KTP-el di Kantor Disdukcapil Pelalawan masih mengalami kerusakan. Pasalnya, server ini merupakan barang lama, sehingga sebentar diperbaiki rusak lagi dan akhirnya rusak total hingga tidak bisa diperbaiki lagi,’’ terang Kepala Disdukcapil Pelalawan Nifto Anin didampingi Kasi Identitas Penduduk Sarbaini kepada Riau Pos, Kamis (18/5) di Pangkalankerinci.

Diungkapkannya, bahwa akibat rusaknya server KTP-el tersebut, maka hingga saat ini pihaknya belum bisa melakukan pencetakan KTP-el bagi masyarakat yang sudah melakukan perekaman data. Sementara ini, bagi masyarakat yang sudah melakukan perekaman data, pihaknya hanya bisa menerbitkan surat keterangan (suket) saja sebagai bukti identitas yang berjumlah lebih kurang sebanyak enam belas ribuan.

‘’Jadi, terkendala benar akibat server yang rusak karena barangnya sudah kedaluarsa. Sedangkan kalau blanko KTP-el kami sudah tersedia karena pusat beberapa waktu lalu mengirimkan 8.000 blanko KTP-el,’’ ujarnya.

Atas kerusakan server tersebut, sambung mantan Kepala Satpol PP Pelalawan ini, maka pihaknya sudah mengajukan permohonan ke Bupati Pelalawan agar secepatnya server ini diganti. Sehingga dengan demikian, maka percetakan KTP-el ini tidak mengalami kendala lagi.

‘’Sedangkan kalau untuk masalah perekaman, hingga saat ini kami masih terus lanjutkan. Hanya untuk mencetaknya saja, kami tidak bisa karena servernya rusak. Untuk itu, kami berharap agar server ini dapat segera diganti baik melalui pemerintah pusat ataupun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan. Dengan demikian, maka aktivitas kelengkapan dokumen masyarakat ini dapat kembali berjalan normal,’’ tuturnya.(nto)

Laporan M AMIN AMRAN, Pangkalankerinci