18 April 2014 - 16.23 wib

36 Calon Advokat Dites DPD KAI Riau

4 November 2011 - 09.23 WIB > Dibaca 1034 kali Print | Komentar
 
PEKANBARU (RP) - Untuk menjadi seorang advokat, lawyer ataupun penasehat hukum dan pengacara, seorang saarjana hukum (SH) harus melalui tahapan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA).

 Namun sebelum menjalani pendidikan itu mereka juga harus lulus tes tertulis yang dilaksanakan Kongres Advokat Indonesia (KAI).

Guna melalui tahapan-tahapan itu, KAI Riau Kamis (3/11) melaksanakan tes bagi 36 orang calon advokat yang ada di Riau. Pelaksanaan ini sebenarnya merupakan kerja dari DPP KAI dan DPD KAI Riau ikut membantu terselenggaranya kegiatan itu.

Menurut Ketua Panitia tes advokat Riau, Parlin Tobing SH, tes ini juga dilaksanakan di seluruh Indonesia pada waktu yang bersamaan yang dilaksanakan oleh DPP KAI Pusat dan dibantu DPD KAI masing-masing daerah.

‘’Kita di DPD ini hanya membantu terlaksananya tes ini untuk Riau. Penyelenggaranya DPD KAI dari Jakarta atau pusat. Untuk Riau, yang datang langsung Dr Mahtiar Siwa SH MH sebagai salah seorang Dewan Kehormatan DPP KAI Pusat. Peserta kita seluruhnya 36 orang,’’ ungkap Parlin.

Untuk pelaksanaan tes ini DPP KAI dibantu DPD KAI Riau memerlukan waktu empat hari baik untuk persiapan maupun pendaftaran peserta. Seluruh materi tes dari Jakarta dan untuk pemeriksaannya juga akan dilaksanakan di Jakarta.

Dikatakan Parlin, selesai mengikuti tes ini, nanti mereka akan dinyatakan lulus atau tidaknya menjadi advokat. Setelah lulus tes mereka akan mengikuti pendidikan khusus PKPA  selama satu bulan. Setelah itu barulah mereka boleh magang selama dua tahun menjadi advokat di salah satu firma atau biro.

Apabila kemudian mereka selesai dan dinyatakan lulus secara keseluruhan mereka baru bisa menjadi advokat penuh mendirikan firma atau biro atau bergabung dengan biro yang sudah ada.

Materi tes yang diberikan pada calon advokat ini berupa hukum perdata, hukum pidana, hukum tata usaha negara, hukum peradilan militer dan hukum acara.

Untuk itu seluruh peserta harus benar-benar memahami dan mengerti tentang hukum yang berlaku di Indonesia itu. Kalau mereka tidak paham dan tidak mengerti, mereka sudah dapat dipastikan akan gagal mengikuti tes tersebut.

‘’Syarat lainnya untuk dapat mengikuti tes selain sudah lulus sarjana hukum juga pada saat lulus jadi advocat sudah berumur sekurang-kurangnya 25 tahun,’’ tambah Parlin.

‘’Untuk tes kali ini sarjana hukum yang mengikuti terdiri dari beberapa profesi seperti polisi, tentara, anggota DPRD, akademisi dan juga dari umum. Jika mereka mengikuti tes bukan saja untuk jadi pengacara saja tapi juga untuk lebih memahami profesi pengacara dimata hukum,’’ ujarnya.

Sementara itu, Pjs Ketua KAI Riau, Alfian SH mengatakan kalau sampai saat ini jumlah advokat yang ada di Riau mencapai 280-an orang dan semuanya aktif. Sementara DPD KAI sendiri bertugas untuk melaksanakan ujian seperti yang sedang mereka lakukan, melaksanakan pembianaan terhadap semua anggota KAI dan juga melakukan perlindungan terhadap profesi mereka.(len)

KOMENTAR

Follow Us

Pos Indonesia Lebarkan Bisnis ke Pergudangan

SMPN 5 Seberida Dibangun Tahun Ini

Bos Media Eropa Kecam Google Terkait Antimonopoli

Golkar Unggul di Kampar

Polda Serahkan Berkas Maimanah Umar dan Maryenik

Berbagai Lomba Warnai Fashion Carnival SKA

1.500 Unit R15 Ludes Sehari

Pimpinan JIS Pelit Informasi

Besar Minat Pemuda-pemudi Kabupaten Kampar Jadi Polisi

Liburan, Dinas Perhubungan Pekanbaru Lakukan Razia Gabungan