Waspada Difteri Di Negara Berkembang
Senin, 27 Agustus 2018 - 13:50 WIB > Dibaca 3955 kali Print | Komentar
Waspada Difteri Di Negara Berkembang
Berita Terkait



Penyebaran bakteri penyebab difteri ini dapat terjadi dengan mudah. Terutama bagi orang yang tidak mendapatkan vaksin difteri. Ada sejumlah cara penularan yang perlu diwaspadai.

- Terhirup percikan ludah penderita di udara saat penderita bersin atau batuk. Ini merupakan cara penularan difteri yang paling umum.

- Barang-barang yang sudah terkontaminasi oleh bakteri, contohnya mainan atau handuk.

- Sentuhan langsung pada luka borok (ulkus) akibat difteri di kulit penderita. Penularan ini umumnya terjadi pada penderita yang tinggal di lingkungan yang padat penduduk dan kebersihannya tidak terjaga.

- Bakteri difteri akan menghasilkan racun yang akan membunuh sel-sel sehat dalam tenggorokan, sehingga akhirnya menjadi sel mati. Sel-sel yang mati inilah yang akan membentuk membran (lapisan tipis) abu-abu pada tenggorokan. Di samping itu, racun yang dihasilkan juga berpotensi menyebar dalam aliran darah dan merusak jantung, ginjal, serta sistem saraf.

Terkadang, difteri bisa jadi tidak menunjukkan gejala apapun sehingga penderitanya tidak menyadari bahwa dirinya terinfeksi. Apabila tidak menjalani pengobatan dengan tepat, mereka berpotensi menularkan penyakit ini kepada orang di sekitarnya, terutama mereka yang belum mendapatkan imunisasi.

Gejala Difteri

Difteri umumnya memiliki masa inkubasi atau rentang waktu sejak bakteri masuk ke tubuh sampai gejala muncul 2 hingga 5 hari. Gejala-gejala dari penyakit ini meliputi:

- Terbentuknya lapisan tipis berwarna abu-abu yang menutupi tenggorokan dan amandel.

- Demam dan menggigil.

- Sakit tenggorokan dan suara serak.

- Sulit bernapas atau napas yang cepat.

- Pembengkakan kelenjar limfe pada leher.

- Lemas dan lelah.

- Pilek.

Awalnya cair, tapi lama-kelamaan menjadi kental dan terkadang bercampur darah. Difteri juga terkadang dapat menyerang kulit dan menyebabkan luka seperti borok (ulkus). Ulkus tersebut akan sembuh dalam beberapa bulan, tapi biasanya akan meninggalkan bekas pada kulit. Segera periksakan diri ke dokter jika Anda atau anak Anda menunjukkan gejala-gejala di atas. Penyakit ini harus diobati secepatnya untuk mencegah komplikasi.(int)
KOMENTAR
Berita Update
Pembakar Lahan TNTN Ditangkap

Pembakar Lahan TNTN Ditangkap
Senin, 23 September 2018 - 19:52 wib
Catatan Teater Riau
Kembalinya sang Primadona
Senin, 23 September 2018 - 19:48 wib

Disdik Tempati Gedung Eks SMK Teknologi
Senin, 23 September 2018 - 19:47 wib
Alamaaak!
Ditabrak Emak-Emak
Senin, 23 September 2018 - 19:46 wib
Warga Resah dengan Kandungannya
Anggur Murah Laris Manis Terjual
Senin, 23 September 2018 - 19:40 wib
Minta Jembatani GP Ansor-UAS
PWNU Riau Sambangi LAMR
Minta Jembatani GP Ansor-UAS
Senin, 23 September 2018 - 17:50 wib
2.000 IKM Tak Terdaftar

2.000 IKM Tak Terdaftar
Senin, 23 September 2018 - 15:00 wib
Pemotor Kecelakaan Beruntun
Akibat Oli Tumpah
Pemotor Kecelakaan Beruntun
Senin, 23 September 2018 - 14:48 wib
Polisi Gadungan Ditangkap

Polisi Gadungan Ditangkap
Senin, 23 September 2018 - 14:34 wib
Cari Berita
Ladies Terbaru
Dimsum, Chinese Food Yg Menggugah Selera

Kamis, 20 September 2018 - 17:39 WIB

OOTD Jadi Inspirasi Fashion Bagi Banyak Orang

Selasa, 18 September 2018 - 17:00 WIB

Perbaiki Tampilan Estetika Wajah Dengan Suntik Filler

Senin, 17 September 2018 - 17:09 WIB

Nude Color Look, Sentuhan Kesederhanaan

Jumat, 14 September 2018 - 18:00 WIB

Cegah Rubella Sedini Mungkin

Senin, 10 September 2018 - 15:37 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini