Wonderful Indonesia
KONFLIK INTERNAL PARTAI
Mula dari Osin dan Osan Hingga "Mewaspadai Gerakan Mengkudeta PKS"
Selasa, 17 April 2018 - 00:47 WIB > Dibaca 7195 kali Print | Komentar
Mula dari Osin dan Osan Hingga "Mewaspadai Gerakan Mengkudeta PKS"
Ilustrasi.
JAKARTA (RIAUPOS.CO.) - Konflik internal di tubuh Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyeruak bukan saja pada permasalahan faksi-faksi yang ada sehingga melahirkan satu istilah Osin (orang sini) dan Osan (Orang sana).

Bukan hanya itu, sebuah naskah kudeta dalam bentuk PowerPoint bertitel Mewaspadai Gerakan Mengudeta PKS pun beredar di publik, suhu internal parpol yang menyandang julukan partai dakwah itu, membuat makin panas.

Mantan Wakil Sekretaris Jenderal PKS Mahfuz Sidik mengaku sudah membaca naskah itu. Namun, dia mengaku tak tahu asal-usulnya. Hanya saja, politisi yang dicap sebagai loyalis Anis Matta itu menduga ada pihak di internal PKS yang menganggap urusan partai seperti persoalan negara, sehingga menggunakan istilah ‘kudeta’ dan menebar fitnah.

“Ini pikiran jahat karena berpikir negara dalam negara," ujarnya, Senin (16/4/2018).

Mantan ketua Komisi I DPR itu menambahkan, sampai saat ini belum ada pihak yang berani mengaku sebagai penulis ataupun penyebar naskah Gerakan Mengudeta PKS dalam bentuk PowerPoint itu.

Namun, kata Mahfuz, isinya pernah disampaikan secara resmi dalam acara perempuan PKS di Cibubur, sekitar dua pekan lalu yang rekamannya juga beredar. Dalam rekaman audio acara bernama LaTansa itu, kata Mahfuz, ada suara seorang instruktur dari Bidang Kepanduan dan Olahraga (BKO) DPP PKS berinisial TJ yang menyampaikan ceramah bernada provokatif dan agitatif. Isinya juga banyak kemiripan dengan tulisan tentang kudeta di PKS.

"Saya tidak tahu apakah ada keterkaitan antara dua hal tersebut," kata legislator yang biasa disapa dengan panggilan Ustaz Mahfuz itu.

Mahfuz Siddiq juga mengatakan, ada sekelompok orang di PKS yang disiapkan dan ditugaskan khusus dengan pola kerja intelijen untuk melakukan aksi-aksi pembunuhan karakter terhadap Anis Matta.

"Serta orang-orang yang dipandang sebagai pendukung atau loyalisnya," kata Mahfuz.


KOMENTAR
Berita Update

Rusli Disambut Haru Warga Pematang Pudu
Kamis, 26 April 2018 - 10:47 wib
Masayu Anastasia
Masih Trauma pada Pernikahan
Kamis, 26 April 2018 - 10:44 wib
Tak Ditagih Pemko, Pelindo I  Belum Bayar Retribusi

Tak Ditagih Pemko, Pelindo I Belum Bayar Retribusi
Kamis, 26 April 2018 - 10:42 wib
Rp15,8 M Untuk Masjid Paripurna

Rp15,8 M Untuk Masjid Paripurna
Kamis, 26 April 2018 - 10:40 wib

Warga Mandah Sebut LE-Hardianto Pilihan Rasional
Kamis, 26 April 2018 - 10:39 wib

800 Lulusan Diserahkan ke IKA UIN Suska Riau
Kamis, 26 April 2018 - 10:38 wib

Syamsuar-Edy Telah Datangi 276 Lokasi Kampanye
Kamis, 26 April 2018 - 10:31 wib
Minta Kriminalisasi Ulama Dihentikan

Minta Kriminalisasi Ulama Dihentikan
Kamis, 26 April 2018 - 10:20 wib
Cari Berita
Politik Terbaru
Rusli Disambut Haru Warga Pematang Pudu

Kamis, 26 April 2018 - 10:47 WIB

Warga Mandah Sebut LE-Hardianto Pilihan Rasional

Kamis, 26 April 2018 - 10:39 WIB

Syamsuar-Edy Telah Datangi 276 Lokasi Kampanye

Kamis, 26 April 2018 - 10:31 WIB

DPD RI Tak Boleh Terpidana Korupsi

Kamis, 26 April 2018 - 10:10 WIB

Fadli Zon Heran, Kenapa Jelang Pemilu Jokowi Ketemu PA 212?
Sagang Online
loading...
Follow Us