Tuntaskan Program 35.000 MW, PLN Gandeng Kejaksaan Agung
Jumat, 13 April 2018 - 14:37 WIB > Print | Komentar
Tuntaskan Program 35.000 MW, PLN Gandeng Kejaksaan Agung
Dirut PLN meyakini bahwa legal opinion dari Jamdatun dapat menjadi acuan dan pendukung bagi suatu keputusan atau kebijakan yang diambil oleh manejemen PLN.

“Ini bagian dari salah satu bentuk kehati-hatian dalam mengambil putusan. Karena penafsiran hukum yang paling tepat adalah dari aparat penegak hukum,” jelas Sofyan. 

Lebih jauh Sofyan Basir menjelaskan bahwa bantuan hukum dalam hal ada masalah hukum melalui litigasi yang bersifat strategis dan mendapat perhatian publik, tentu kehadiran JPN selaku kuasa hukum PLN sangat diperlukan. 

“Juga termasuk bentuk kerjasama lainnya seperti mediasi. JPN menjadi mediator khususnya untuk penyelesaian hukum antar BUMN yang dilakukan tidak melalui litigasi,” tambah Sofyan. 

Pada kesempatan yang sama Jaksa Agung Bapak HM Prasetyo mengatakan “peran PT. PLN (Persero) sebagai Perusahaan Milik Negara yang bergerak dalam bidang ketenagalistrikan memiliki tanggung jawab besar selaku pengelola dan penyiap penyedia daya listrik, guna mendukung seluruh sektor kehidupan usaha, rumah tangga dan ekonomi, di mana hal tersebut semata-mata ditujukan untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat secara keseluruhan”

Lebih lanjut H.M. Prasetyo mengatakan bahwa sebagai salah satu cabang produksi penting yang menguasai hajat hidup orang banyak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 33 ayat (2) UUD NRI 1945, maka keberadaan PT. PLN (Persero) sebagai penopang utama pengelolaan sumber daya listrik haruslah dijaga dan terbebas dari gangguan maupun hal-hal lain yang dapat menyebabkan timbulnya penyimpangan dalam pengelolaannya yang pada akhirnya dapat bermuara pada persoalan hukum.

“Penandatanganan kesepakatan bersama ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab dari Kejaksaan RI baik secara konstitusional maupun institusional untuk berperan aktif dan maksimal, sehingga entitas perusahaan tidak akan terkena permasalahan hukum dalam menjalankan kegiatan usahanya, sepanjang setiap aksi korporasi tersebut sesuai dengan prinsip business judgment rule”, tambah Jaksa Agung RI tersebut.(fas/rls)
KOMENTAR
Berita Update

Anda Percaya Prabowo Sudah Gerus Suara Jokowi di Jateng?
Jumat, 22 Februari 2019 - 20:47 wib

Dukung Jokowi, Desta: Hargai Lah Pilihan Saya
Jumat, 22 Februari 2019 - 20:15 wib

Lift Kantor Gubernur Macet, Satu ASN Terjebak
Jumat, 22 Februari 2019 - 17:16 wib

Hotel Tasia Ratu Terbakar
Jumat, 22 Februari 2019 - 17:06 wib
Pohon Pelindung Diduga Sengaja Dimatikan
Minta Instansi Terkait Peduli
Pohon Pelindung Diduga Sengaja Dimatikan
Jumat, 22 Februari 2019 - 16:00 wib
Cari Berita
Ekonomi-Bisnis Terbaru
Revitalisasi 1.037 Pasar Tradisional Rp1,1 Triliun

Jumat, 22 Februari 2019 - 10:33 WIB

Decal Branding Xpander di Badan Garuda

Kamis, 21 Februari 2019 - 13:25 WIB

PLN Beri Diskon Tambah Daya

Kamis, 21 Februari 2019 - 12:34 WIB

Ketua Bhayangkari  Daerah Riau Kunker ke Mapolres Rohil

Rabu, 20 Februari 2019 - 10:46 WIB

Pelindo-Pertamina Perkuat Distribusi Energi

Selasa, 19 Februari 2019 - 14:48 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us