Wonderful Indonesia
Setnov Mengajukan Diri sebagai Justice Collaborator
Samarkan Transaksi lewat Money Changer
Jumat, 12 Januari 2018 - 13:07 WIB > Dibaca 569 kali Print | Komentar
Samarkan Transaksi lewat Money Changer
SIDANG: Setya Novanto menguap saat persidangan kasus KTP-el di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (11/1/2018). FOTO : (FEDRIK TARIGAN/ JPG/RPO)
Uang-uang itu secara bertahap diserahkan Juli ke Iwan. Berikutnya, Iwan menyerahkan uang tersebut 3 kali secara tunai ke Irvanto melalui orang suruhan. Selain memanfaatkan jasa money changer, Irvanto juga meminta Ikhsan Muda Harahap untuk menjadi kurir pengambilan uang dari Singapura untuk kemudian dibawa ke Jakarta.

Berdasar pemeriksaan saksi di sidang kemarin, penerimaan uang dari Biomorf ke Irvanto dilakukan beberapa kali. Yakni, 29.075 dolar AS (24 Februari 2012), 699.878 dolar AS (12 Maret 2012), 714 ribu dolar AS dan 148 ribu dolar Singapura (23 Maret 2012), 299.273 dolar AS (7 Mei 2012), 99.040 dolar AS (10 Agustus 2012), dan 49.893 dolar AS (12 September 2012).

Ada pula 350 ribu dolar AS (11 Desember 2012) yang diperoleh dari seseorang bernama Agung. ”Saya tarik cash lalu saya berikan ke Irvanto,” ujar Ikhsan dalam kesaksiannya kemarin. Terkait modus penyamaran transaksi uang diduga korupsi KTP-el itu, Setnov mengaku tidak mengetahui. ”Saya tidak tahu transaksi itu,” tuturnya.

Penasehat Hukum (PH) Setnov, Firman Wijaya mengatakan, kliennya tengah mengajukan diri sebagai justice collaborator (JC) dalam kasus KTP-el. Hanya, tidak jelas pihak mana yang akan diungkap oleh Setnov bila JC itu dikabulkan pimpinan KPK. ”Intinya kami mencari keadilan, nanti tergantung beliau (SN) siapa yang mau diungkap,” ujarnya kepada Jawa Pos (JPG).

Firman menerangkan, pihaknya ingin membuka posisi Setnov yang sebenarnya. Itu artinya, ada pihak lain yang lebih berwenang dan memiliki kapasitas di atas Setnov yang bakal dibeberkan Setnov ke KPK. Lantas siapa pihak itu? Firman masih menutup rapat-rapat. ”Kalau nanti beliau (Setnov, red) sudah membuka, kami akan beritahu,” janjinya. Terpisah, Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan, pihaknya sudah menerima surat permintaan JC yang diajukan Setnov. Namun, lembaganya tidak langsung menyetujuinya. Tentu akan dilihat apa yang akan diungkap dalam kasus tersebut.(tyo/lum/jpg)
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update

Bupati Rita Mengaku Suka Tas KW
Sabtu, 20 Januari 2018 - 13:15 wib
POLITIK
KPU Pekanbaru dan Rohul Disidangkan Pekan Depan
Sabtu, 20 Januari 2018 - 12:12 wib

Februari, Jokowi Replanting Sawit ke Riau
Sabtu, 20 Januari 2018 - 11:24 wib
Agnez Mo
Tak Ada Masalah dengan Anggun
Sabtu, 20 Januari 2018 - 10:50 wib

’’Dari Awal Sudah Begitu’’
Sabtu, 20 Januari 2018 - 10:23 wib

Bupati Hibahkan Tanah Pembangunan Rutan
Sabtu, 20 Januari 2018 - 10:08 wib

Datsun Cross Tampil dengan Gaya Baru
Sabtu, 20 Januari 2018 - 10:06 wib
KAB ROKAN HULU
Pemprov Diminta Surati Kemendagri
Sabtu, 20 Januari 2018 - 10:04 wib

Tersangka Pembakar Istana Siak Jalani Tes Kejiwaan
Sabtu, 20 Januari 2018 - 10:03 wib

Pemprov Diminta Surati Kemendagri
Sabtu, 20 Januari 2018 - 09:58 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Bupati Rita Mengaku Suka Tas KW

Sabtu, 20 Januari 2018 - 13:15 WIB

Februari, Jokowi Replanting Sawit ke Riau

Sabtu, 20 Januari 2018 - 11:24 WIB

Matangkan Kerja Sama Tol Pekanbaru-Padang

Sabtu, 20 Januari 2018 - 09:17 WIB

Siap-siap! Habib Rizieq Akan Pulang ke Indonesia

Jumat, 19 Januari 2018 - 18:05 WIB

Diperiksa soal  Ujaran Kebencian, Ustaz Zulkifli Bingung
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us