Wonderful Indonesia
Konflik Harimau dengan Manusia di Indragiri Hilir (1)
Hari-hari Mencekam Diteror ’’Kucing Besar”
Jumat, 12 Januari 2018 - 10:49 WIB > Dibaca 3973 kali Print | Komentar
Hari-hari Mencekam Diteror ’’Kucing Besar”
UMPAN HARIMAU: Seekor kambing dijadikan umpan untuk menangkap harimau yang menewaskan warga di Desa Tanjung Simpang, Pelangiran, Inhil, beberapa waktu lalu. Foto kanan, tim PKHS memasang kamera trap untuk memantau aktivitas harimau. FOTO : (SARIDAL/RIAU POS/RPO)
Advertorial Indragiri Hilir
Beredar Informasi Hoax
Kabar tewasnya Jumiati yang diterkam harimau tersiar ke mana-mana. Hal itu menjadi perbincangan orang banyak. Cerita demi cerita, sampai dari mulut ke mulut warga. Tua muda, laki-laki dan wanita membicarakan ini.

Riau Pos sempat berbincang dengan salah seorang warga di sebuah warung di Desa Pulau Muda. Namun, cerita yang sampai ke warga tak utuh. Banyak yang simpang siur. Ada yang menyebut kejadian itu adalah bentuk balas dendam harimau. Tak jelas dari mana re­ferensinya. Seperti disampaikan salah seorang sopir di desa itu, yang tidak mau disebutkan namanya. Kata dia, tewasnya Jumiati, akibat perbuatannya yang tamak. Sebab, dari cerita yang dia terima, suami Jumiati pernah menangkap anak harimau. Lalu dimasak oleh Jumiati, dan disantap bersama-sama.

“Makanya induknya balas dendam atas perbuatan itu. Dimakan pula perempuan itu. Tapi kenapa bukan suaminya yang dimakan?” ujar pria yang usianya sekitar 35 tahun itu. Tak hanya dia yang berpikiran seperti itu. Rata-rata, warga lainnya juga beranggapan sama. Isu ini sudah tersebar luas.

Usut punya usut, ternyata informasi itu tidak benar alias hoax. Para tetangga korban, membantah adanya isu itu.

“Tidak ada itu,” tegas Eriono, teman Jumiati. Tak pernah katanya, suami Jumiati melakukan hal itu.

Apalagi Jumiati dan suaminya beragama Islam. Sebagaimana diketahui, dalam syariat Islam, harimau haram untuk dimakan, karena termasuk hewan buas.

“Melihat harimau saja kami sudah takut, apalagi sampai menangkap dan memakannya,” ujarnya.

Wildlife Mitigasi Konflik WWF Riau Zulfahmi, juga membantah bahwa korban dan suami korban pernah menangkap anak harimau serta memakannya. Namun, cerita soal adanya penangkapan anak harimau itu benarlah adanya. Tapi sekitar empat tahun lalu.

“Dulu memang pernah ada informasi tersebut. Tapi bukan di Desa Tanjung Simpang. Melainkan di daerah lain yang juga di Indragiri Hilir,” kata dia.

Akan tetapi, pihaknya belum bisa membuktikan kebenaran informasi tersebut.(bersambung)
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update

Bupati Rita Mengaku Suka Tas KW
Sabtu, 20 Januari 2018 - 13:15 wib
POLITIK
KPU Pekanbaru dan Rohul Disidangkan Pekan Depan
Sabtu, 20 Januari 2018 - 12:12 wib

Februari, Jokowi Replanting Sawit ke Riau
Sabtu, 20 Januari 2018 - 11:24 wib
Agnez Mo
Tak Ada Masalah dengan Anggun
Sabtu, 20 Januari 2018 - 10:50 wib

’’Dari Awal Sudah Begitu’’
Sabtu, 20 Januari 2018 - 10:23 wib

Bupati Hibahkan Tanah Pembangunan Rutan
Sabtu, 20 Januari 2018 - 10:08 wib

Datsun Cross Tampil dengan Gaya Baru
Sabtu, 20 Januari 2018 - 10:06 wib
KAB ROKAN HULU
Pemprov Diminta Surati Kemendagri
Sabtu, 20 Januari 2018 - 10:04 wib

Tersangka Pembakar Istana Siak Jalani Tes Kejiwaan
Sabtu, 20 Januari 2018 - 10:03 wib

Pemprov Diminta Surati Kemendagri
Sabtu, 20 Januari 2018 - 09:58 wib
Cari Berita
Begini Ceritanya Terbaru
Salahkan Google Map

Sabtu, 20 Januari 2018 - 09:06 WIB

Suami Tewas Tersengat Listrik

Jumat, 19 Januari 2018 - 12:36 WIB

Terkecoh Polisi Berjaket

Jumat, 19 Januari 2018 - 09:33 WIB

Iseng, Lampu Meledak

Kamis, 18 Januari 2018 - 10:03 WIB

Punya Istri Cantik, Baik, dan Pengertian Kok Dianggurin, Beginilah Jadinya...
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us