Wonderful Indonesia
Konflik Harimau dengan Manusia di Indragiri Hilir (1)
Hari-hari Mencekam Diteror ’’Kucing Besar”
Jumat, 12 Januari 2018 - 10:49 WIB > Dibaca 3972 kali Print | Komentar
Hari-hari Mencekam Diteror ’’Kucing Besar”
UMPAN HARIMAU: Seekor kambing dijadikan umpan untuk menangkap harimau yang menewaskan warga di Desa Tanjung Simpang, Pelangiran, Inhil, beberapa waktu lalu. Foto kanan, tim PKHS memasang kamera trap untuk memantau aktivitas harimau. FOTO : (SARIDAL/RIAU POS/RPO)
Advertorial Indragiri Hilir
Dia takut kejadian yang sama terulang lagi. Pihaknya memilih untuk menghindari aktivitas di dalam kebun.

“Sekarang aktivitas hanya ada di sekitar rumah. Kalau pun di kebun, itu di dekat perumahan warga,” ujarnya.

Kebijakan untuk mengurangi aktivitas di dalam kebun ini akan berlangsung hingga kebun dinyatakan aman. Di lokasi itu ada sebanyak 20 kebun dengan ratusan karyawan. Dia juga mengakui, Jumiati yang tewas diterkam harimau itu adalah karyawan PT THIP. Pihak perusahaan sudah memberikan santunan kepada keluarga korban atas kejadian itu.

“Itu memang karyawan kami, dan kejadiannya di wilayah perkebunan PT THIP. Kami sudah penuhi hak-hak korban,” ujarnya.

Tradisi Ritual Pengusiran

Kawasan perkebunan sawit PT THIP di Desa Tanjung Simpang berbatasan langsung Kecamatan Teluk Meranti, Pelalawan. Di kecamatan ini, juga pernah ada harimau yang muncul. Bahkan, sejak puluhan tahun silam. Namun, bagi penduduk setempat yang mayoritas bersuku Melayu, punya tradisi tersendiri untuk mengusir harimau. Semacam ritual, dengan memanjatkan doa-doa secara bersama. Ini dipercaya akan membuat harimau menjauhi pemukiman warga.

Semah, begitu warga menyebut ritual ini. Ini sering dilakukan warga. Pihak PT Arara Abadi yang beroperasi di Kecamatan Teluk Meranti itu, juga pernah melakukan ini. Zaini (65), nama pemuka masyarakat di Kecamatan Teluk Meranti. Ketika ada persoalan konflik harimau, warga selalu menghubungi pria yang akrab disapa Zaini Tanjung Mentagor ini. Dia sering diajak warga dan pihak perusahaan di sekitar kecamatan itu untuk melaksanakan ritual semah. Tapi dia tak mengaku sebagai paranormal.

Berbicara soal harimau, dia paham betul. Pengakuannya, dia sudah pernah bertemu harimau sejak 1961. Saat itu lelaki ini masih berusia 8 tahun. Kala itu, harimau memasuki kampung mereka. Namun tidak berkonflik. Kejadian ini di Desa Teluk Binjai, Teluk Meranti.

Kemudian pada 1972, ketika Zaini masih berusia 19 tahun, ada kejadian penerkaman warga oleh harimau. Juga tewas. Korbannya adalah kakaknya sendiri.
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update

Bupati Rita Mengaku Suka Tas KW
Sabtu, 20 Januari 2018 - 13:15 wib
POLITIK
KPU Pekanbaru dan Rohul Disidangkan Pekan Depan
Sabtu, 20 Januari 2018 - 12:12 wib

Februari, Jokowi Replanting Sawit ke Riau
Sabtu, 20 Januari 2018 - 11:24 wib
Agnez Mo
Tak Ada Masalah dengan Anggun
Sabtu, 20 Januari 2018 - 10:50 wib

’’Dari Awal Sudah Begitu’’
Sabtu, 20 Januari 2018 - 10:23 wib

Bupati Hibahkan Tanah Pembangunan Rutan
Sabtu, 20 Januari 2018 - 10:08 wib

Datsun Cross Tampil dengan Gaya Baru
Sabtu, 20 Januari 2018 - 10:06 wib
KAB ROKAN HULU
Pemprov Diminta Surati Kemendagri
Sabtu, 20 Januari 2018 - 10:04 wib

Tersangka Pembakar Istana Siak Jalani Tes Kejiwaan
Sabtu, 20 Januari 2018 - 10:03 wib

Pemprov Diminta Surati Kemendagri
Sabtu, 20 Januari 2018 - 09:58 wib
Cari Berita
Begini Ceritanya Terbaru
Salahkan Google Map

Sabtu, 20 Januari 2018 - 09:06 WIB

Suami Tewas Tersengat Listrik

Jumat, 19 Januari 2018 - 12:36 WIB

Terkecoh Polisi Berjaket

Jumat, 19 Januari 2018 - 09:33 WIB

Iseng, Lampu Meledak

Kamis, 18 Januari 2018 - 10:03 WIB

Punya Istri Cantik, Baik, dan Pengertian Kok Dianggurin, Beginilah Jadinya...
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us