Wonderful Indonesia
Konflik Harimau dengan Manusia di Indragiri Hilir (1)
Hari-hari Mencekam Diteror ’’Kucing Besar”
Jumat, 12 Januari 2018 - 10:49 WIB > Dibaca 3971 kali Print | Komentar
Hari-hari Mencekam Diteror ’’Kucing Besar”
UMPAN HARIMAU: Seekor kambing dijadikan umpan untuk menangkap harimau yang menewaskan warga di Desa Tanjung Simpang, Pelangiran, Inhil, beberapa waktu lalu. Foto kanan, tim PKHS memasang kamera trap untuk memantau aktivitas harimau. FOTO : (SARIDAL/RIAU POS/RPO)
Advertorial Indragiri Hilir
Takut ke Kebun
Di dalam kebun tempat pemasangan perangkap itu, tidak ditemukan seorang pun karyawan yang sedang bekerja. Sepi. Tak ada aktivitas. Satu-satunya aktivitas, hanyalah tim yang memasang perangkap. Kondisi ini berbeda dengan kawasan pemukiman karyawan. Pada Sabtu (6/1) siang itu, terlihat ramai warga. Padahal hari itu adalah hari kerja. Namun karyawan memilih di rumah. Karyawan takut untuk masuk kebun. Khawatir mereka akan menjadi korban terkaman harimau berikutnya.

Nurhayati (33) misalnya. Dia yang bekerja sehari-hari mendata pohon kelapa sawit yang terserang hama, tidak berani untuk ke kebun. Senjak kejadian itu, tak pernah lagi kakinya menginjak lokasi tempat dia bekerja. Dia hanya di rumah. Padahal, sejak dia mulai bekerja tahun 2002 di lokasi itu, tak pernah dia setakut ini. Hampir setiap hari dia keluar masuk ke areal perkebunan sawit. “Sekarang tak berani lagi saya ke kebun,” ujar Nurhayati.

Sebelumnya, dia juga sering melihat jejak kaki harimau di sekitar lokasi kejadian penerkaman. Tapi yang bertemu langsung tak pernah. Namun hal itu tak begitu membuatnya takut.

“Kadang jejak kaki itu saya foto. Kata orang itu harimau baik,” ujar­nya.

Rasa takut itu, ditambah lagi karena adanya warga melihat langsung harimau yang masih berada di areal perkebunan. “Kucing besar” itu terlihat oleh warga di kebun sawit di belakang rumahnya. Ada juga warga lain yang sempat mengambil foto harimau itu dengan kamera ponsel cerdas. Artinya, harimau itu masih di seputar lokasi tersebut.

Pihak perusahaan juga tidak mau mengambil risiko. Manajemen memilih untuk meliburkan sementara karyawannya yang bekerja di dalam kebun.

“Kami liburkan mereka yang beraktivitas di dalam kebun,” kata Manajer Kebun PT THIP, Ahmad Endang Hendra.
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update

Bupati Rita Mengaku Suka Tas KW
Sabtu, 20 Januari 2018 - 13:15 wib
POLITIK
KPU Pekanbaru dan Rohul Disidangkan Pekan Depan
Sabtu, 20 Januari 2018 - 12:12 wib

Februari, Jokowi Replanting Sawit ke Riau
Sabtu, 20 Januari 2018 - 11:24 wib
Agnez Mo
Tak Ada Masalah dengan Anggun
Sabtu, 20 Januari 2018 - 10:50 wib

’’Dari Awal Sudah Begitu’’
Sabtu, 20 Januari 2018 - 10:23 wib

Bupati Hibahkan Tanah Pembangunan Rutan
Sabtu, 20 Januari 2018 - 10:08 wib

Datsun Cross Tampil dengan Gaya Baru
Sabtu, 20 Januari 2018 - 10:06 wib
KAB ROKAN HULU
Pemprov Diminta Surati Kemendagri
Sabtu, 20 Januari 2018 - 10:04 wib

Tersangka Pembakar Istana Siak Jalani Tes Kejiwaan
Sabtu, 20 Januari 2018 - 10:03 wib

Pemprov Diminta Surati Kemendagri
Sabtu, 20 Januari 2018 - 09:58 wib
Cari Berita
Begini Ceritanya Terbaru
Salahkan Google Map

Sabtu, 20 Januari 2018 - 09:06 WIB

Suami Tewas Tersengat Listrik

Jumat, 19 Januari 2018 - 12:36 WIB

Terkecoh Polisi Berjaket

Jumat, 19 Januari 2018 - 09:33 WIB

Iseng, Lampu Meledak

Kamis, 18 Januari 2018 - 10:03 WIB

Punya Istri Cantik, Baik, dan Pengertian Kok Dianggurin, Beginilah Jadinya...
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us