Wonderful Indonesia
PENGELOLAAN KEUANGAN
Atlet Sepaktakraw Ingin Transparansi Dana Porprov Pekanbaru
Kamis, 07 Desember 2017 - 14:51 WIB > Dibaca 1092 kali Print | Komentar
Atlet Sepaktakraw Ingin Transparansi Dana Porprov Pekanbaru
Para pemain dan pelatih sepaktakraw Pekanbaru foto bersama usai pengalungan medali dalam Porprov 2017 di Kampar, Oktober 2018 lalu. (HARY B KORIUN/RIAUPOS.CO)
Baik Marwan, Bratha, Florensia, atau Indriana, mengaku hanya ingin kerja keras dan keringat atlet yang bertarung di lapangan memberikan prestasi untuk Pekanbaru, dihargai dengan memberikan hak yang memang menjadi hak mereka.


Amprah Bantuan Transportasi TC Penuh untuk Pelatih Porprov 2017 Kampar. (ISTIMEWA)

“Kasihan teman-teman yang sudah meninggalkan pekerjaannya dan hal lainnya untuk membela Pekanbaru di Porprov kalau hak mereka tidak sepenuhnya diberikan,” jelas Marwan.

Haidir:  Kami Transparan

Terpisah, Manajer Tim Sepaktakraw Kota Pekanbaru untuk Porprov 2017 di Kampar, Haidir,  yang dihubungi pada Kamis (7/11/2017), menjelaskan, sebenarnya yang terjadi adalah kesalahpahaman. Pihaknya sudah mengumpulkan semua pemain dan menjelaskan duduk perkaranya yang sebenarnya. Menurutnya, setelah diberi penjelasan, semua pemain memahami.

Dia menuturkan, masalah dana Rp675 ribu per pemain yang ada dalam amprah yang beredar di WA, sebenarnya adalah dana keseluruhan untuk TC penuh selama 5 hari. Dalam jumlah uang tersebut masuk beberapa item, yakni akomodasi (hotel), uang saku atlet, uang makan, dan minum. Total keseluruhan dana yang dikelola adalah Rp18.900 ribu (675.000 x 28). Ketika dihitung, kata dia, yang untuk uang saku atlet (dalam amprah yang beredar di WA disebut dana tersebut sebagai "Bantuan Transportasi Atlet dan Pelatih”) adalah Rp50 per hari dikali 5 hari.

“Ketika itu, pihak KONI Pekanbaru memerintahkan kami untuk melakukan TC penuh. Karena dana tak mereka berikan di awal, makanya ditanggulangi dulu oleh coach Nabawi. Beliau yang menalangi dulu seluruh biaya itu. Kita harus bersyukur ada orang baik seperti beliau,” ujar Haidir.

Hanya saja, katanya, mungkin dalam amprah yang dikeluarkan KONI Kota Pekanbaru, semuanya disatukan  dengan item “Bantuan Transportasi Atlet dan Pelatih”. Mestinya dipisah-pisah agar tidak terjadi kerancuan yang menimbulkan kecurigaan adanya pemotongan seperti sekarang.

“Ketika semua pemain diberi penjelasan yang sebenarnya, mereka bisa memahami kok,” ujarnya.

Soal atlet yang tak menandatangani amprah, Haidir menjelaskan, ketika dana tersebut diambil dari bendahara, amprahnya belum jadi, sementara para atlet sangat membutuhkan dana tersebut. Jadi, kata dia, dananya diambil dulu dan nanti kalau amprahnya selesai, akan diminta semua pemain dan pelatih untuk tanda tangan. Dia minta maaf telah terjadi miskomunikasi ini. Ke depan dia berharap semuanya bisa diperbaiki dengan lebih baik.

“Semuanya terbuka kok. Taka da yang disembunyikan. Saya jamin itu. Termasuk yang tryout di Padang,” ujar Haidir.

Sementara itu, ketika masalah dana tryout ke Padang mencuat, Nabawi menjelaskan bahwa dirinya sudah memberi pengertian ke semua atlet dengan sedetil-detilnya. Dan semua atlet memahami demi kebersamaan.

"Semua sudah kami jelaskan ke atlet, dan mereka memahami. Pihak KONI Pekanbaru juga sudah menjelaskan bagaimana yang sebenarnya," ujar Nabawi ketika itu.


Sudarman Umar: Jangan Potong Serupiah pun

Pelaksana Tugas (Plt) Ketua KONI Pekanbaru, Sudarman Umar, terkejut dengan protes para atlet sepaktakraw itu. Secara detail dia belum melihat bagaimana persisnya. Tapi dia menjamin kalau ada uang atlet dipotong baik oleh pengurus cabor, manajer, atau pelatih, dia akan mengusutnya.

“Saya tak suka ada pemotongan dana atlet. Kalau ada bukti dan itu terjadi, saya akan usut,” jelas lelaki yang juga menjabat sebagai Kabid Binpres KONI Riau tersebut.

Sudarman menjamin transparansi pengelolaan dana di KONI Pekanbaru di bawah kendalinya. Dia tidak mau ada yang main-main atau salah pengelolaan karena itu melanggar hukum. Dia berharap seluruh pengurus cabor, pelatih, dan manajer yang ditunjuk bekerja sesuai aturan dan tak melakukan penyunatan terhadap hak yang harusnya menjadi milik atlet.

Soal adanya perbedaan uang saku yang diberikan ke atlet dengan di amprah yang beredar di WA, Sudarman akan menelusuri kebenaran dan fakta persisnya seperti apa. Menurutnya memang janggal jika terjadi perbedaan, apalagi atlet tak menandatangani amprah. Dia juga mengaku ada kesalahan kalau uang saku atlet dan pelatih, biaya akomodasi, makan, minum, dan transportasi, disatukan dalam satu item.

“Mestinya itu dipisah karena alokasinya berbeda-beda. Tapi nanti saya cek dulu. Kalau memang ada yang main-main dengan memotong uang atlet, saya akan ambil tindakan,” jelas lelaki yang biasa dipanggil SU tersebut.

Dia berharap, ke depan, semua stake holder olahraga di Pekanbaru, termasuk KONI dan cabor, bersatu, melakukan perbaikan administrasi dan keuangan, tak memotong hak atlet, dan terus melahirkan atlet berbakat dan berprestasi di masa datang.

“Itu harapan saya. Semoga kejadian ini hanya kesalahpahaman saja,” jelasnya mengakhiri.(hbk)



Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
TERKAIT KASUS E-KTP
Kondisi Kesehatan Setya Novanto Dicek Ulang, Sidang Diskors
Rabu, 13 Desember 2017 - 18:15 wib
DIADANG SEJUMLAH ORMAS LOKAL
Ustaz Somad Dipersekusi di Bali, Begini Reaksi Ketua MPR
Rabu, 13 Desember 2017 - 18:00 wib
ADA KEKELIRUAN SUBSTANSI
Penerbit Buku Sebut Yerusalem Ibukota Israel Dipanggil KPAI
Rabu, 13 Desember 2017 - 17:50 wib
MENGAKU DIARE
Begini Sindiran KPK soal Bungkamnya Setnov di Sidang e-KTP
Rabu, 13 Desember 2017 - 17:40 wib
KASUS E-KTP
Mampu Berjalan, Setya Novanto kok Bungkam di Persidangan?
Rabu, 13 Desember 2017 - 17:30 wib
BANTU KINERJA KEPOLISIAN
Banyak Berjasa, Panglima TNI Langsung Dapat Penghargaan dari Kapolri
Rabu, 13 Desember 2017 - 17:10 wib
PIALA DUNIA ANTARKLUB 2017
Madrid Sangat Inginkan Gelar
Rabu, 13 Desember 2017 - 17:02 wib
HASIL PENILAIAN PUSPURBUK 2008
Kemendikbud Puji Masyarakat soal Temuan Buku Sebut tentang Israel
Rabu, 13 Desember 2017 - 17:00 wib
SIDANG LANJUTAN KASUS E-KTP
Sempat Bungkam, Setnov Ngeluh Tidak Diberi Obat Diare oleh Dokter KPK
Rabu, 13 Desember 2017 - 16:50 wib
TERKAIT KASUS E-KTP
Hanya Diam Sepanjang Sidang, Kesehatan Setnov Dipertanyakan
Rabu, 13 Desember 2017 - 16:45 wib
Cari Berita
Olahraga Terbaru
Madrid Sangat Inginkan Gelar

Rabu, 13 Desember 2017 - 17:02 WIB

Belum Aman di Persib

Rabu, 13 Desember 2017 - 10:09 WIB

Pekanbaru Dominasi Perolehan Medali Peparprov

Rabu, 13 Desember 2017 - 09:49 WIB

Riau Raih Dua Emas Kejurnas Dayung Canoing Sprint

Rabu, 13 Desember 2017 - 09:45 WIB

Pemain Terbaik Afrika 2017? Mohamed Salah!

Selasa, 12 Desember 2017 - 16:35 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us