Wonderful Indonesia
PENGELOLAAN KEUANGAN
Atlet Sepaktakraw Ingin Transparansi Dana Porprov Pekanbaru
Kamis, 07 Desember 2017 - 14:51 WIB > Dibaca 1093 kali Print | Komentar
Atlet Sepaktakraw Ingin Transparansi Dana Porprov Pekanbaru
Para pemain dan pelatih sepaktakraw Pekanbaru foto bersama usai pengalungan medali dalam Porprov 2017 di Kampar, Oktober 2018 lalu. (HARY B KORIUN/RIAUPOS.CO)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) -  Beberapa pemain senior cabang olahraga (cabor) sepaktakraw Kota Pekanbaru yang turun di Porprov Riau 2017 di Kampar bulan lalu, meminta transparansi pengelolaan dana cabor tersebut dalam persiapan Porprov. Mereka merasa ada yang tak terbuka yang kemudian memunculkan kecurigaan.

Beberapa pemain tersebut adalah Marwan Simanjuntak, Bratha Kusuma, Florensia Cristy, dan Indriana Mustika. Kepada Riaupos.co mereka mengaku kecewa karena tak adanya transparansi pengelolaan dana yang diperuntukkan bagi atlet. Sebab, ada indikasi pemotongan di sana-sini. Mereka juga tak menandatangani amprah ketika mendapatkan uang yang menjadi hak mereka tersebut sehingga tidak tahu berapa jumlah sebenarnya yang diberikan oleh KONI Pekanbaru untuk masing-masing atlet.

Seperti dituturkan mereka secara bergantian beberapa waktu lalu, mereka mendapatkan uang saku training center (TC) penuh selama lima hari yang berjumlah Rp250 ribu  (Rp50 ribu per hari) yang diberikan oleh pelatih putra, Nabawi. Namun, karena tak ada amprah yang ditandatangani, dua pemain, Marwan dan Florensia (yang juga merangkap pelatih putri) tidak mau menerima uang tersebut. Alasan Nabawi ketika ditanya soal amprah, katanya pihak bendahara KONI Kota belum membuatnya.

Namun beberapa saat setelah itu beredar di WA amprah yang dimaksud. Mereka terkejut karena di amprah tersebut nominal yang tertulis jauh berbeda dengan uang yang diberikan ke pemain dan pelatih. Di amprah tersebut, tertulis angka @Rp135.000 untuk setiap nama atlet dan pelatih,  dikali 5 hari, totalnya Rp675.000. Bunyi amprah tersebut adalah: “Daftar Bantuan Transportasi TC Penuh Pemain dan Pelatih”.

“Kami ingin transparansi. Berapa sebenarnya dana yang diperuntukkan ke atlet,” ujar Marwan.

“Kalau tak sesuai amprah, saya tak akan mau mengambil uang tersebut,” sambung Florensia Cristy.

“Kami tidak mata duitan. Bukan jumlah uang yang membuat kami protes, tapi transparansinya. Biar semua jelas dan tak ada yang ditutupi,” ujar Bratha Kusuma.


Amprah Bantuan Transportasi TC Penuh untuk Atlet Porprov 2017 Kampar. (ISTIMEWA)

Terpisah, Indriana menjelaskan, suatu hari pelatih Nabawi datang ke rumahnya memberikan uang tersebut dan titip untuk beberapa pemain. Kepada Indriana, Nabawi menjelaskan bahwa dana Rp675.000 tersebut sebenarnya tidak semuanya untuk uang transportasi atau uang saku atlet. Di situ juga termasuk uang makan, uang minum, dan biaya penginapan selama TC penuh. Uang saku untuk atlet sendiri, kata Nabawi seperti ditirukan Indriana, hanya Rp50.000 per hari. Keseluruhannya menjadi Rp250.000 selama lima hari.

“Itu yang disampaikan ke saya,” kata Indriana.

Marwan, Bratha, maupun Florensia, menjelaskan, kalau memang dana tersebut tidak semuanya untuk masing-masing atlet dan pelatih, mereka bisa menerima asal di amprah ditulis peruntukkannya bukan hanya untuk uang transportasi/uang saku atlet.

“Mestinya, kalau memang uang Rp675.000 itu peruntukkannya tidak hanya untuk atlet, amprahnya harus dipisahkan dong. Misalnya yang untuk makan ya dibuat untuk makan, yang untuk akomodasi atau hotel juga dibuat begitu. Jadi tidak menimbulkan kecurigaan. Biasanya tata pengelolaan administrasi kan begitu, bukan asal dicampuradukkan,” jelas Marwan, diamini yang lain.

Bermula dari Tryout ke Padang

Kekesalan para pemain soal tidak transparannya pengelolaan dana untuk atlet ini sebenarnya sudah terjadi ketika tim sepaktakraw Pekanbaru melakukan tryout ke Padang, awal Oktober 2017, dalam masa persiapan menuju Porprov. Di depan para atlet beberapa cabor yang kebetulan melakukan tryout ke Padang yang ketika itu berkumpul di Pantai Padang, “Ketua” KONI Riau ketika itu, Anis Munzil, menjelaskan bahwa tak ada pemotongan uang saku atlet yang jumlahnya Rp750 ribu.

Marwan yang ketika itu hadir, terkejut. Sebab, uang tryout yang diterimanya bersama rekan-rekan pemain sepaktakraw lainnya hanya Rp150 ribu. Kemudian dia bertanya ke atlet cabor lain, katanya menerima penuh sejumlah Rp750 ribu. Marwan lalu bertanya ke pelatih dan manajer tim, Haidir. Dijelaskanlah, bahwa memang dalam “bahasanya” uang tryout untuk atlet ke Padang Rp750 ribu, tetapi itu inklud di dalamnya dana untuk makan, minum, transportasi, dan hotel selama di Padang, termasuk untuk membeli kostum tanding merk terkenal dari Thailand. Dana yang untuk atlet sendiri dihitung tiga hari masing-masing Rp50 ribu.

Dari situ, Marwan sudah mencium adanya ketidaktransparan. Biasanya menurut dia, untuk trayout, sudah dialokasikan dananya masing-masing untuk transportasi, makan, minum, hotel, termasuk membeli kostum.

“Tapi ini kok disatukan dengan uang saku atlet? Bahkan untuk alokasi pembelian kostum, harus mengambil dari uang saku atlet? Mengapa di cabor lain diberikan penuh?” kata Marwan jengkel.

Cerita Florensia Cristy lain lagi. Di tim sepaktakraw putri Pekanbaru untuk Porprov 2017, dia adalah pemain merangkap pelatih putri bersama Iwan Patria.  Namun untuk dana yang diperuntukkan bagi pelatih, awalnya dia tak dihitung. Setelah dia protes, baru diberikan. Dia berharap, ke depan siapa yang bekerja rangkap, juga dihitung rangkap.

“Bukan uang yang menjadi motivasi saya. Sungguh. Saya hanya ingin membantu tim sepaktakraw Pekanbaru berprestasi di Porprov 2017 ini,” kata kapten utama timnas putri Indonesia  yang baru saja turun di Asian Sepaktakraw Championship 2017 Road to Asian Games 2018 di Palembang, 28 November hingga 2 Desember 2017 lalu itu.

Floren kemudian menjelaskan bahwa uang yang didapatkan itu digunakannya untuk membantu membeli kostum tanding tim putri. Dijelaskannya, ketika tryout ke Padang, para pemain putri iuran Rp50 ribu untuk membeli kostum merek Adidas warna merah maron. Jumlah keseluruhannya menjadi Rp600 ribu. Separohnya lagi dia yang menambah. Kemudian, ketika bertanding di Porprov, dia membeli dua kostum untuk tim putri. Satu merek Adidas warna hitam, dan satu lagi merek Hamster warna merah hati. Semuanya diambil dari kantong pribadinya.

“Sebenarnya saya tak ingin orang lain tahu apa yang saya lakukan ini. Tetapi saya tak mau dinilai motivasi saya protes dengan tidak transparannya pengelolaan dana Porprov tim sepaktakraw Riau ini melulu karena uang. Saya mau kok berkorban untuk tim. Saya ingin membantu berprestasi dan yang lainnya. Saya melakukannya sepenuh hati,” ujar pemain yang sudah masuk timnas sejak 2010 ini.


Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
TERKAIT KASUS E-KTP
Kondisi Kesehatan Setya Novanto Dicek Ulang, Sidang Diskors
Rabu, 13 Desember 2017 - 18:15 wib
DIADANG SEJUMLAH ORMAS LOKAL
Ustaz Somad Dipersekusi di Bali, Begini Reaksi Ketua MPR
Rabu, 13 Desember 2017 - 18:00 wib
ADA KEKELIRUAN SUBSTANSI
Penerbit Buku Sebut Yerusalem Ibukota Israel Dipanggil KPAI
Rabu, 13 Desember 2017 - 17:50 wib
MENGAKU DIARE
Begini Sindiran KPK soal Bungkamnya Setnov di Sidang e-KTP
Rabu, 13 Desember 2017 - 17:40 wib
KASUS E-KTP
Mampu Berjalan, Setya Novanto kok Bungkam di Persidangan?
Rabu, 13 Desember 2017 - 17:30 wib
BANTU KINERJA KEPOLISIAN
Banyak Berjasa, Panglima TNI Langsung Dapat Penghargaan dari Kapolri
Rabu, 13 Desember 2017 - 17:10 wib
PIALA DUNIA ANTARKLUB 2017
Madrid Sangat Inginkan Gelar
Rabu, 13 Desember 2017 - 17:02 wib
HASIL PENILAIAN PUSPURBUK 2008
Kemendikbud Puji Masyarakat soal Temuan Buku Sebut tentang Israel
Rabu, 13 Desember 2017 - 17:00 wib
SIDANG LANJUTAN KASUS E-KTP
Sempat Bungkam, Setnov Ngeluh Tidak Diberi Obat Diare oleh Dokter KPK
Rabu, 13 Desember 2017 - 16:50 wib
TERKAIT KASUS E-KTP
Hanya Diam Sepanjang Sidang, Kesehatan Setnov Dipertanyakan
Rabu, 13 Desember 2017 - 16:45 wib
Cari Berita
Olahraga Terbaru
Madrid Sangat Inginkan Gelar

Rabu, 13 Desember 2017 - 17:02 WIB

Belum Aman di Persib

Rabu, 13 Desember 2017 - 10:09 WIB

Pekanbaru Dominasi Perolehan Medali Peparprov

Rabu, 13 Desember 2017 - 09:49 WIB

Riau Raih Dua Emas Kejurnas Dayung Canoing Sprint

Rabu, 13 Desember 2017 - 09:45 WIB

Pemain Terbaik Afrika 2017? Mohamed Salah!

Selasa, 12 Desember 2017 - 16:35 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us