Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
Dugaan Korupsi Penerangan Jalan
Satu Ditahan, Dua Praperadilan
Kamis, 12 Oktober 2017 - 10:36 WIB > Dibaca 2366 kali Print | Komentar
Satu Ditahan, Dua Praperadilan
DITAHAN: HW, satu dari lima tersangka dugaan korupsi penerangan jalan Kota Pekanbaru digiring petugas ke dalam mobil untuk dilakukan penahanan usai menjalani pemeriksaan di Kantor Kejati Riau, Rabu (11/10/2017).
KOTA (RIAUPOS.CO) - Kasus dugaan korupsi penerangan jalan Kota Pekanbaru dana Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi Riau memasuki babak baru. Dua tersangka yaitu Masdauri (MSD) dan Abdul Rahman (ABD) mengajukan praperadilan atas status yang disandang mereka. Dalam perkara yang sama pula, supplier lampu asal Jakarta yang juga merupakan tersangka kelima berinisial HW, Rabu (11/10) diperiksa Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau dan langsung ditahan.

MSD adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru. Dia merupakan Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) sekaligus PPK dan salah satu Kepala Bidang di Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Pekanbaru, instansi tempat pengadaan ini dilaksanakan. Sementara ABD adalah makelar dalam proyek ini. Selasa (10/10), keduanya tak menghadiri panggilan kedua untuk diperiksa sebagai tersangka.

Yang hadir Selasa kemarin adalah dua tersangka lainnya yaitu MJD dan MHR. Keduanya serupa dengan ABD yaitu merupakan makelar proyek.

‘’Dua-duanya (MSD dan ABD, red) mengajukan praperadilan. Saya sudah mendapat relasnya (panggilan dari pengadilan, red). Akan kami pelajari alasannya apa dan segera kami rumuskan langkah hukum berikutnya,’’ kata Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Riau Sugeng Riyanta kepada Riau Pos, kemarin.

Terkait praperadilan, Sugeng memastikan pihaknya akan hadir. Meski begitu, dia menggarisbawahi juga bahwa praperadilan tidak membuat penyidik tak bisa memeriksa tersangka.’’Kita jawab dan kita hadiri di pengadilan. Kalau bisa segera selesai praperadilan. Sambil proses akan kita ambil langkah yang diperlukan, dua tersangka tetap akan kita periksa. Sudah dua panggilan tak dihadiri. Kita bisa mengeluarkan surat perintah membawa dan bisa juga dilakukan penangkapan,’’ tegasnya.
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
TERKAIT KASUS E-KTP
Ada Politik "Belah Bambu" dalam Kasus Novanto, Ini Penjelasan Pengacara
Minggu, 16 Desember 2017 - 21:00 wib
TAHU ALIRAN DANA
Gawat, Status Tersangka e-KTP Mengancam Nyawa Setya Novanto
Minggu, 16 Desember 2017 - 20:30 wib
BANYAK PIHAK TERLIBAT
Bongkar Korupsi e-KTP, Setnov Didoakan Dapat Hidayah
Minggu, 16 Desember 2017 - 20:00 wib
TERJADI DI TIGA PROVINSI DI JAWA
Pantau Gempa Tanpa Tidur, Jokowi Bersyukur Tak Ada Tsunami
Minggu, 16 Desember 2017 - 19:30 wib
DIGELAR BESOK
Aksi Bela Palestina, Polisi Terjunkan Pasukan Asmaul Husna
Minggu, 16 Desember 2017 - 19:00 wib
DILAKUKAN LEWAT FACEBOOK
Hukuman 6 Tahun Bui Mulai Mengancam Dokter yang Hina Jokowi
Minggu, 16 Desember 2017 - 18:00 wib
TERKAIT KASUS E-KTP
Novanto Diminta "Bernyanyi" agar Tak Sendirian di Penjara
Minggu, 16 Desember 2017 - 17:50 wib
TERKAIT KASUS E-KTP
Setnov Jadi Tersangka, Golkar Sengaja Dijatuhkan di Pilpres 2019?
Minggu, 16 Desember 2017 - 17:40 wib
TERKAIT KASUS E-KTP
Wow, Setya Novanto Dianggap Seorang Negarawan, Ini Alasannya
Minggu, 16 Desember 2017 - 17:30 wib
TERMASUK FASILITAS UMUM
Dahsyatnya Gempa Tasikmalaya hingga Robohkan 23 Rumah
Minggu, 16 Desember 2017 - 17:20 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Ada Politik "Belah Bambu" dalam Kasus Novanto, Ini Penjelasan Pengacara
Gawat, Status Tersangka e-KTP Mengancam Nyawa Setya Novanto
Hukuman 6 Tahun Bui Mulai Mengancam Dokter yang Hina Jokowi
Novanto Diminta "Bernyanyi" agar Tak Sendirian di Penjara
Wow, Setya Novanto Dianggap Seorang Negarawan, Ini Alasannya
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini