Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
PASCA-PENANGKAPAN SANG PEMILIK
Sudah Pakai Usul Fikih, Kemenag Tolak Dianggap Munafik soal First Travel
Minggu, 13 Agustus 2017 - 03:30 WIB > Dibaca 2835 kali Print | Komentar
Sudah Pakai Usul Fikih, Kemenag Tolak Dianggap Munafik soal First Travel
Ilustrasi. (JPG)
JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Kuasa hukum PT First Anugerah Karya Wisata atau First Travel, Eggi Sudjana, menyampaikan keberatannya terkait tudingan jika kliennya menipu.

Hal itu dikatakannya dalam diskusi bertajuk "Mimpi dan Realita First Travel" di Cikini Jakarta Pusat, Sabtu (12/8/2017). Eggi dalam diskusi itu justru menuding Kementerian Agama yang telah ingkar janji karena mencabut izin Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) yang dikantongi First Travel.

Padahal, sudah ada kesepakatan pihak First Travel akan memberangkat calon jemaah umrah sepanjang November 2017-Januari 2018.

"Saya bisa katakan kemunafikkan itu jelas sekali, enggak dipikirkan kalau ditutup bagaimana memberangkatkannya. Lalu seenaknya bilang bisa diberangkatkan travel lain,” katanya.

Bahkan, pengacara senior itu bahkan menuding Kemenag melakukan bisnis tersembunyi.

“Bisa dong saya bilang ini bisnis terselubung kalian (Kemenag, red). Saya bilang kemarin pada dirjen (di Kemenag, red)," tuturnya di hadapan Kepala Pusat Data dan Informasi Kemenag Mastuki HS yang juga hadir dalam diskusi tersebut.

Meski begitu, dia tak menafikan buruknya komunikasi antara pemilik First Travel, Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan dengan para calon jemaah umrah. Sampai-sampai para calon jemaah harus melakukan aksi demonstrasi karena tak kunjung mendapatkan kepastian tentang pemberangkatan menuju Tanah Suci.

“Saya jangan dianggap belain Andika (pemilik First Travel, red). Saya bela hak hukumnya. Poinnya saya minta pertanggung jawaban menteri,” ucapnya.

Lantas, mengapa di rekening pemilik First Travel bisa tinggal Rp1 juta dan Rp1,3 juta? Mengenai itu, Eggi berdalih belum mendapatkan informasi lengkap dari kliennya.

"Waktu bicara rekening, itu belum tuntas. Saya belum bisa berikan keterangan bagaimana rekening bisa tinggal seperti itu. Dan saya minta klien saya jujur, kalau tidak saya tidak bisa bela," tutupnya.
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
TERKAIT KASUS E-KTP
Ada Politik "Belah Bambu" dalam Kasus Novanto, Ini Penjelasan Pengacara
Minggu, 16 Desember 2017 - 21:00 wib
TAHU ALIRAN DANA
Gawat, Status Tersangka e-KTP Mengancam Nyawa Setya Novanto
Minggu, 16 Desember 2017 - 20:30 wib
BANYAK PIHAK TERLIBAT
Bongkar Korupsi e-KTP, Setnov Didoakan Dapat Hidayah
Minggu, 16 Desember 2017 - 20:00 wib
TERJADI DI TIGA PROVINSI DI JAWA
Pantau Gempa Tanpa Tidur, Jokowi Bersyukur Tak Ada Tsunami
Minggu, 16 Desember 2017 - 19:30 wib
DIGELAR BESOK
Aksi Bela Palestina, Polisi Terjunkan Pasukan Asmaul Husna
Minggu, 16 Desember 2017 - 19:00 wib
DILAKUKAN LEWAT FACEBOOK
Hukuman 6 Tahun Bui Mulai Mengancam Dokter yang Hina Jokowi
Minggu, 16 Desember 2017 - 18:00 wib
TERKAIT KASUS E-KTP
Novanto Diminta "Bernyanyi" agar Tak Sendirian di Penjara
Minggu, 16 Desember 2017 - 17:50 wib
TERKAIT KASUS E-KTP
Setnov Jadi Tersangka, Golkar Sengaja Dijatuhkan di Pilpres 2019?
Minggu, 16 Desember 2017 - 17:40 wib
TERKAIT KASUS E-KTP
Wow, Setya Novanto Dianggap Seorang Negarawan, Ini Alasannya
Minggu, 16 Desember 2017 - 17:30 wib
TERMASUK FASILITAS UMUM
Dahsyatnya Gempa Tasikmalaya hingga Robohkan 23 Rumah
Minggu, 16 Desember 2017 - 17:20 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Ada Politik "Belah Bambu" dalam Kasus Novanto, Ini Penjelasan Pengacara
Gawat, Status Tersangka e-KTP Mengancam Nyawa Setya Novanto
Hukuman 6 Tahun Bui Mulai Mengancam Dokter yang Hina Jokowi
Novanto Diminta "Bernyanyi" agar Tak Sendirian di Penjara
Wow, Setya Novanto Dianggap Seorang Negarawan, Ini Alasannya
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini