Wonderful Indonesia
HARI PUISI 2017
Nyala Hari Puisi Ini Pun Tak Akan Pernah Padam
Minggu, 13 Agustus 2017 - 00:08 WIB > Dibaca 7530 kali Print | Komentar
Nyala Hari Puisi Ini Pun Tak Akan Pernah Padam
Presiden Penyair Indonesia, Sutardji Calzoum Bachri, saat membaca puisi di atas punggung gajah, dalam rangkaian peringatan Hari Puisi Indonesia (HPI) di Buluhcina, Kabupaten Kampar.
Jejak kerjasama dengan Walhi itu pula dibuktikan dengan terbitnya Antologi Puisi Hijau Penyair Riau  berjudul Mufakat Air yang diterbitkan atas kerjasama Komunitas Seni Rumah Sunting dan Walhi. Di dalam buku yang dikuratori oleh Kazzaini Ks dan Kunni Masrohanti sendiri ini memuat  lebih 80 puisi yang ditulis  sejumlah 37 penyair.

Buku puisi hijau ini tentu saja didominasi oleh puisi bertema lingkungan dengan sudut pandang yang sangat beragam. Suara rintihan dan kritik tajam pun tak terhindarkan saat menatap situasi dan kondisi alam dan aktivitas pembangunan di tanah air terutama Tanah Melayu Riau yang sangat merugikan semua pihak terutama rakyat.

Selain itu, panitia juga menerbitkan buku puisi Menderas Sampai ke Siak yang menghimpun puisi-puisi para penyair nusantara yang bertemakan Siak. Tak tanggung-tanggung, buku yang dikuratori oleh Fakhrunnas MA Jabbar, Mosthamir Thalib dan editor Bambang Kariyawan ini menghimpun ratusan puisi karya 99 penyair dari berbagai kota di tanah air dan juga manca negara.

Tentu atas dukungan pihak Walhi pula maka hari akhir dan penutupan HPI ini digelar di desa Buluhcina yang terletak di pinggiran Sungai Kampar yang berarus lembut itu. Kawasan Hutan Eko-Wisata Tujuh Danau, Buluh  Cina, Kampar, yang kini dikelola oleh pihak kehutanan yakni BBKSDA Riau benar-benar menjadi bagian tak terpisahkan dari kemeriahan acara HPI.
Bahkan saat awal kedatangan rombongan HPI di desa Buluhcina itu, pihak BBKSDA yang mengelola kawasan eko-wisata, YAKNI Kepala Bidang Wilayah I, Hutomo,  menyambut secara resmi dengan menghadirkan sepasang gajah peliharaan, Robin dan Ngatini. Pada kesempatan itu, Presiden Penyair Sutardji pun dikalungi bunga oleh gajah jantan bernama Robin tersebut.

Sutardji Baca Puisi di Atas Gajah

Di kawasan Hutan Eko-Wisata Tujuh Danau, Buluh  Cina, pula para peserta diberi kesempatan menyaksikan penataan hutan dan lingkungan yang sejuk dan mempesona. Kawasan ini sejak beberapa tahun terakhir semakin ramai dikunjungi para pelancong untuk menghabiskan waktu berakhir pekan.

Situasi ini semakin sematak setelah beberapa waktu lalu, ditempatkan sepasang gajah masing-masing Robin dan Ngatini yang dapat ditanggangi para pengunjung dengan bayaran Rp. 20.000 untuk mengitari kawasan hutan lindung itu.

Suasana alam yang mendukung itu pula yang menyebabkan sejumlah penyair di antaranya Syarifuddin Arifin (Sumbar), Kunni Masrohanti (Pekanbaru), Edrida Pulungan (Jakarta), deklamator cilik Muhammad Daffa asal Kabupaten Pelalawan dan beberapa lagi secara bergantian tampil membacakan puisinya yang disaksikan para peserta HPI dan para pelancong lain.

Ada sebuah kejutan, ketika Presiden Penyair Indonesia, Sutardji Calzoum Bachri tiba-tiba bersedia didaulat membaca puisi di atas gajah. Sutardji pun meminta penyair Damiri Mahmud juga tampil membacakan puisi meskipun hanya berdiri di samping gajah.

Sutardji sangat serius memenuhi permintaan seratus lebih penyair yang hadir kala itu. Penyair yang masih energik itu pun sempat membacakan dua puisi yakni Perjalanan Kubur dan Apa Kau Tahu yang dicuplik dari buku puisinya O, Amuk, Kapak.

“Di dalam puisi Apa Kau Tahu yang ditulis sekitar tahun 1970-an, aku sudah menulis tentang gajah sebagai tamsilan akan makna kehidupan,” ucap Sutardji mengenang.

Sutardji tampak penuh percaya diri membacakan kedua puisi yang didengar para penyair dan pengunjung hutan ekowisata itu dengan khidmat. Bahkan para pengunjung sempat beberapa kali bertepuk tangan saat Sutardji membacakan  bagian puisi tertentu.

’’Saya pernah menaiki gajah di Afrika puluhan tahun silam. Namun, waktu itu saya tak sempat membacakan puisi. Di kawasan Buluh Cina ini, saya dapat membacakan puisi di atas gajah. Ini pengalaman yang berharga bagi saya," ucap Sutardji usai melakukan aksi uniknya itu.

Usai membacakan puisinya, Sutardji pun dikerumuni para penyair dan pengunjung untuk berfoto atau berselfi-ria yang dilayani penyair senior itu dengan lapang hati dan penuh senyum.***

Fakhrunnas MA Jabbar adalah, sastrawan Riau yang banyak menulis puisi, cerpen, dan essai.  Karya-karyanya banyak dimuat di berbagai media  nasional dan internasional. Kerap menjadi pembicara dalam berbagai seminar di tingkat nasional maupun internasional. Menghadiri berbagai pertemuan sastra. Bermacam-macam penghargaan juga telah diraihnya. Penghargaan terakhir yang diterimanya adalah Anugerah Sagang tahun 2016 dengan buku pilihan Sagang berjudul Airmata Musim Gugur.




Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
TERKAIT KASUS E-KTP
Ada Politik "Belah Bambu" dalam Kasus Novanto, Ini Penjelasan Pengacara
Minggu, 16 Desember 2017 - 21:00 wib
TAHU ALIRAN DANA
Gawat, Status Tersangka e-KTP Mengancam Nyawa Setya Novanto
Minggu, 16 Desember 2017 - 20:30 wib
BANYAK PIHAK TERLIBAT
Bongkar Korupsi e-KTP, Setnov Didoakan Dapat Hidayah
Minggu, 16 Desember 2017 - 20:00 wib
TERJADI DI TIGA PROVINSI DI JAWA
Pantau Gempa Tanpa Tidur, Jokowi Bersyukur Tak Ada Tsunami
Minggu, 16 Desember 2017 - 19:30 wib
DIGELAR BESOK
Aksi Bela Palestina, Polisi Terjunkan Pasukan Asmaul Husna
Minggu, 16 Desember 2017 - 19:00 wib
DILAKUKAN LEWAT FACEBOOK
Hukuman 6 Tahun Bui Mulai Mengancam Dokter yang Hina Jokowi
Minggu, 16 Desember 2017 - 18:00 wib
TERKAIT KASUS E-KTP
Novanto Diminta "Bernyanyi" agar Tak Sendirian di Penjara
Minggu, 16 Desember 2017 - 17:50 wib
TERKAIT KASUS E-KTP
Setnov Jadi Tersangka, Golkar Sengaja Dijatuhkan di Pilpres 2019?
Minggu, 16 Desember 2017 - 17:40 wib
TERKAIT KASUS E-KTP
Wow, Setya Novanto Dianggap Seorang Negarawan, Ini Alasannya
Minggu, 16 Desember 2017 - 17:30 wib
TERMASUK FASILITAS UMUM
Dahsyatnya Gempa Tasikmalaya hingga Robohkan 23 Rumah
Minggu, 16 Desember 2017 - 17:20 wib
Cari Berita
Feature Terbaru
Pesan Wawako, Jangan Lupa Jaga Kebersihan

Jumat, 01 Desember 2017 - 09:04 WIB

Takjub Keindahan Baiturrahman

Selasa, 28 November 2017 - 12:08 WIB

Setiap Hari dapat Kiriman Air Limbah

Minggu, 10 September 2017 - 13:34 WIB

Filosofi Hidup dalam Permainan Tradisi

Minggu, 13 Agustus 2017 - 00:03 WIB

Oppss! Ini Via Vallen Lho, Bukan Ayu Ting Ting atau Isyana Sarasvati...
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us
Populer hari ini