Wonderful Indonesia
TRADISI
Filosofi Hidup dalam Permainan Tradisi
Minggu, 13 Agustus 2017 - 00:03 WIB > Dibaca 6144 kali Print | Komentar
Filosofi Hidup dalam Permainan Tradisi
Di Riau juga demikian. Lomba gasing yang dilaksanakan sempena hari jadi Provinsi Riau beberapa hari lalu, memang dimaksudkan untuk pelestarian budaya. Tapi, nisa juga menjadi daya tarik wisatawan yang datang, yakni wisata budaya. Lomba tersebut diikuti banyak rpia dewasa dari 12 kabupaten/kota yang ada di Riau.

‘’Permainan tradisi seperti gasing, laying-layang dan congkak, harus dilestarikan. Selain permainannya memang asyik, penuh tantangan, strategi dan cara khusus untuk memainkannya, permainan ini juga mengandung filosofi kehidupan yang luar biasa. Alhamdulillah lomba yang kita laksanakan sempena hari jadi Provinsi Riau, banyak peminatnya,’’ ungkap Kepala Dinas Kebudayaan Riau, Yoserizal Zein.

Jika layang-layang dan gasing dimainkan oleh lelaki anak-anak dan dewasa, lain halnya dengan congkak yang hanya dimainkan oleh anak-anak perempuan. Congkak merupakan permainan tradisi Melayu yang unik. Tidak diketahui pasti kapan congkak ini ditemukan dari mana bermula. Konon, ada yang mengatakan dari Pulau Jawa, tapi ada juga yang mengatakan dari Malaka, Malaysia. Yang jelas, congkak merupakan permainan puteri-puteri raja di dalam istana. Saat waktu senggang, mereka memainkan congkak tersebut. Lambat laun, congkak menjadi permaianan masyarakat luas. Anak-anak perempuan memainkan congkak kapan saja.

Seperti gasing, congkak juga mengandung filosofi kehidupan. Layaknya sebuah kompetisi, dalam memainkan congkak juga perlu cara dan tradisi supaya memperoleh kemenangan. Buah congkak yang biasanya kerang atau siput, diletakka di setiap lubang dalam congkak, selain lubang induk. Ada 16 lubang pada papan congkak ini. Satu orang memiliki tujuh lubang yang berisi siput sebagai alat permainan, dan satu lubang kosong sebagai lubang induk di awal permainan.Siapa yang berhasil mengumpulkan siput terbanyakt di lubang induk, dialah pemenang.

Bagaimana pula dengan laying-layang. Tentu  lebih unik. Terdapat berbagai tipe layang-layang permainan. Di Sunda dikenal istilah maen langlayanga. Yang paling umum adalah layang-layang hias. Dalam bahasa Betawi disebut koang dan layang-layang aduan laga. Terdapat pula layang-layang yang diberi sendaringan yang dapat mengeluarkan suara karena hembusan angina/ Layang-layang laga biasa dimainkan oleh anak-anak pada masa pancaroba karena kuatnya angin berhembus pada saat itu.

Di beberapa daerah, layang-layang dimainkan sebagai bagian dari ritual tertentu, biasanya terkait dengan proses budidaya pertanian. Layang-layang paling sederhana terbuat dari helai daun yang diberi kerangka dari bambu, kemudian diikat dengan seratrotan. Layang-layang semacam ini masih dapat dijumpai di Sulawesi. Diduga beberapa bentuk layang-layang tradisional asal Bali berkembang dari layang-layang daun karena bentuk ovalnya yang menyerupai daun.

Penggunaan layang-layang sebagai alat bantu penelitian cuaca telah dikenal sejak abad ke-18. Contoh yang paling terkenal adalah ketika Benjamin Franklin menggunakan layang-layang yang terhubung dengan kunci untuk menunjukkan bahwa petir membawa muatan listrik. Sungguh laying-layang merupakan permainan tradisi yang juga penuh dengan filosofi kehidupan. Layang-layang tidak akan terbang jika tidak terjadi tarik ulur tali kendali yang baik, jika tidak bisa memahami kekuatan angin sebagai alat pengangkut layang-layang hingga bisa terbang ke udara. (fiz)
 





Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update

DPRD Bentuk Pansus Bahas 7 Ranperda Retribusi
Kamis, 14 Desember 2017 - 09:14 wib
TEMBILAHAN
Jelang Natal, Peredaran Miras Diperketat
Kamis, 14 Desember 2017 - 09:13 wib
PEKANBARU
DAK BOKB Riau 2018 Capai Rp51,8 Miliar
Kamis, 14 Desember 2017 - 09:13 wib

Pretzel, si Kue Gurih Manis Asal Eropa
Kamis, 14 Desember 2017 - 09:12 wib

STMIK Hang Tuah-Multimatics Jalin MoU
Kamis, 14 Desember 2017 - 09:09 wib

OSIS SMAN 12 Pekanbaru Taja Lomba Antar Kelas
Kamis, 14 Desember 2017 - 09:05 wib

Dinas Koperasi dan UKM Pekanbaru Gelar FGD Ranperda
Kamis, 14 Desember 2017 - 09:00 wib
SEMPAT DIRAWAT DI RUMAH SAKIT
AM Fatwa Pagi Tadi Wafat
Kamis, 14 Desember 2017 - 07:53 wib
YANG KENA PECAT DIREHABILITASI
Airlangga Beri Jabatan pada Kader yang Dicopot Setya Novanto
Kamis, 14 Desember 2017 - 01:12 wib
GANTIKAN SETYA NOVANTO
Rabu Tengah Malam, Airlangga Hartarto Ditetapkan Jadi Ketua Umum Golkar
Kamis, 14 Desember 2017 - 00:55 wib
Cari Berita
Feature Terbaru
Pesan Wawako, Jangan Lupa Jaga Kebersihan

Jumat, 01 Desember 2017 - 09:04 WIB

Takjub Keindahan Baiturrahman

Selasa, 28 November 2017 - 12:08 WIB

Setiap Hari dapat Kiriman Air Limbah

Minggu, 10 September 2017 - 13:34 WIB

Nyala Hari Puisi Ini Pun Tak Akan Pernah Padam

Minggu, 13 Agustus 2017 - 00:08 WIB

Oppss! Ini Via Vallen Lho, Bukan Ayu Ting Ting atau Isyana Sarasvati...
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us