Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
NASIONAL
Polisi Ciduk Nico yang Mengaku Dibayar Novel
Jumat, 19 Mei 2017 - 11:38 WIB > Dibaca 9939 kali Print | Komentar
Polisi Ciduk Nico yang Mengaku Dibayar Novel
Tito Karnavian
Berita Terkait



Sementara itu, hingga kemarin, hasil komunikasi antara penyidik dengan Niko belum usai. Argo menyebutkan, komunikasi masih terus berjalan.

Pengakuan mendadak Nico ini justru dinilai sebagai bentuk teror lain pada Novel. Menurut Pakar Hukum Pidana dari Universitas Trisakti Abdul Fikar Hajar, pengakuan yang diberikan sangat tidak logis.

”Karena, sangat bodoh kalau KPK kasih-kasih uang pakai transfer tersebut. Saya kira orang itu gila dan cari sensasi saja. Harus ditangkap,” ujarnya dihubungi kemarin.

Abdul Fikar menilai, teror ini sengaja dimunculkan agar orang yang diteror merasa takut. Sehingga, penyidikan perkara dihentikan. ”Jadi sangat mungkin teror ini dilakukan oleh pihak-pihak yang menghendaki terteror ketakutan, dalam hal ini berkaitan dengan korupsi yang terbaru,” tegasnya.

Polisi dengan infrastruktur yang cukup pun diminta tidak tebang pilih dalam penanganan kasus teror Novel. Siapapun yang berdasarkan bukti disinyalir sebagai pelaku, maka harus diproses. ”Polisi jangan tebang pilih menangani kasus chat pornografi yang tidak penting bagi masyarakat. Polisi harus terus berusaha maksimal,” ungkapnya.

Teror ini, kata dia, sangat mengerikan. Menurutnya, bila ditarik benang merahnya, teror kasus Novel sudah sangat jelas. Apalagi bila dihubungkan dengan peristiwa-peristiwa terakhir yang menimpa Novel. ”Jika polisi tidak punya sence of crisis dalam kasus ini, situasi jadi menyeramkan. Damai tapi mengerikan. Karena sewaktu-waktu para teroris kasus itu bisa muncul kapanpun,” ungkapnya.

Operasi Mata Novel
Di sisi lain, proses penyembuhan Novel Baswedan terus berjalan. Kemarin, Novel kembali menjalani operasi mata di Singapura karena siraman air keras beberapa waktu lalu. Operasi dilakukan dengan memanfaatkan plasenta bayi.
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
SIDANG LANJUTAN KASUS E-KTP
Nazaruddin Benarkan Ancaman Gamawan Fauzi kepada Andi Narogong
Senin, 20 November 2017 - 20:45 wib
TERKAIT KASUS E-KTP
Lawan KPK, Setya Novanto Gandeng Otto Hasibuan
Senin, 20 November 2017 - 20:30 wib
BERSAKSI UNTUK TERDAKWA ANDI NAROGONG
Nazaruddin Yakin Ganjar Terima Uang Proyek e-KTP
Senin, 20 November 2017 - 20:20 wib
RESMI DITAHAN KPK
Golkar Tarik Setya Novanto dari Kursi Ketua DPR di Rapat Pleno
Senin, 20 November 2017 - 20:10 wib
AKUI KETERLIBATAN DALAM PROYEK E-KTP
Bersiaplah! Jika Setnov "Bernyanyi", Jagat Politik Nasional Berguncang
Senin, 20 November 2017 - 20:00 wib
SEBELUM DITAHAN KPK
Bicara dengan Idrus, Setya Novanto Siap Lepaskan Semua Jabatan
Senin, 20 November 2017 - 19:40 wib
BERSAKSI UNTUK TERDAKWA ANDI NAROGONG
Begini Jawaban Nazaruddin saat Ditanya soal Pembagian Uang Korupsi e-KTP
Senin, 20 November 2017 - 19:30 wib
RESMI DITAHAN KPK
Tiga Pimpinan Parpol yang Jadi Pesakitan Sebelum Setya Novanto
Senin, 20 November 2017 - 19:20 wib
TERKAIT KASUS E-KTP
Ternyata, Ini Alasan KPK Berani Jebloskan Setnov ke Tahanan
Senin, 20 November 2017 - 19:10 wib
HILMAN LUPA KECEPATAN MOBIL
Polisi Minta Keterangan Toyota untuk Usut Kecelakaan Setya Novanto
Senin, 20 November 2017 - 19:00 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Nazaruddin Benarkan Ancaman Gamawan Fauzi kepada Andi Narogong
Lawan KPK, Setya Novanto Gandeng Otto Hasibuan

Senin, 20 November 2017 - 20:30 WIB

Nazaruddin Yakin Ganjar Terima Uang Proyek e-KTP

Senin, 20 November 2017 - 20:20 WIB

Bersiaplah! Jika Setnov "Bernyanyi", Jagat Politik Nasional Berguncang
Pengamat Ungkap Alasan KPK Berani Tangkap Novanto

Senin, 20 November 2017 - 19:50 WIB

sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us