Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
NASIONAL
Modus Pencucian Uang Makin Rapi
Senin, 20 Maret 2017 - 11:18 WIB > Dibaca 619 kali Print | Komentar
Modus Pencucian Uang Makin Rapi
Pencucian Uang
Mengenai laporan aparat pe­negak hukum terlibat dalam kasus TPPU dengan modus jual beli tanah, Kabareskrim Polri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto memastikan bahwa instansinya memproses setiap laporan. “Mulai dari tahap penyelidikan sampai tahap penyidikan,” jelas pria yang akrab dipanggil Ari itu.

Apabila mendapat cukup bukti dari hasil penyelidikan dan penyi­dikan, dia memastikan laporan tersebut ditindaklanjuti ke tahap berikutnya. Ari tidak membantah ketika ditanya potensi keterlibatan aparat penegak hukum dalam ‘permainan’ jual beli tanah. Untuk itu, Polri berkomitmen kuat mengungkap potensi tersebut. Jalan semakin terbuka pasca kerja sama antara Polri dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR).

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menyebutkan, TPPU dengan modus jual beli tanah bisa saja terjadi. “Hasil kejahatan dipakai. Kemudian digunakan membeli tanah,” ungkap dia.

Namun demikian, Polri tidak bisa sembarangan mengambil langkah. Harus berdasar hasil penyelidikan dan penyidikan. Jika mengarah TPPU, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk menelusuri asal usul tanah tersebut. “Informasi tentang siapa pemilik tanah itu,” kata Tito. Kerja sama antara Polri dengan BPN sudah lama terjalin. Jauh sebelum menandatangai perjanjian dengan Kementerian ATR.

Pakar Money Laundering Universitas Trisakti Yenti Garnasih mengungkapkan, posisi TPPU itu sebenarnya sebagai pengungkap pidana pokok. Dengan melihat hasil kejahatannya dapat diketahui kejahatan apa yang terjadi. ”TPPU itu mengidentifikasi pidana,” ungkapnya.

Maka, bila penegak hukum serius, seharusnya TPPU digunakan dengan maksimal dalam mengungkap kasus kejahatan yang sifatnya memiliki hasil banyak. Seperti, korupsi, penipuan dan narkotika. ”Sayangnya penegak hukum belum memposisikan TPPU dalam setiap kasus. Bila dibandingkan, sebenarnya malah lebih banyak Bareskrim yang menerapkan TPPU dibanding Komisi Pemberantasan Korupsi,” jelasnya. (idr/bil/tyo/syn/ted)
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
USAI LAKUKAN PENYIDIKAN
Polisi Sudah Kantongi Identitas 2 Pelaku Pengeboman Kampung Melayu
Jumat, 25 Mei 2017 - 21:00 wib
DINILAI SEBAGAI BENTUK KRIMINALISASI
Alumni 212 Desak Pemerintah Bebaskan Al Khaththath
Jumat, 25 Mei 2017 - 20:42 wib
MENCAPAI Rp119 M
Tak Hanya Messi, Ronaldo Juga Tersandung Kasus Pajak
Jumat, 25 Mei 2017 - 20:37 wib
SEBAGAI BENTUK BELASUNGKAWA
Datangi Lokasi Ledakan Bom Kampung Melayu, Relawan Jokowi Tabur Bunga
Jumat, 25 Mei 2017 - 20:35 wib
TEWASKAN LIMA ORANG
Alasan Terjadinya Teror Kampung Melayu versi Kapolda Metro
Jumat, 25 Mei 2017 - 20:30 wib
PASCA-TEROR KAMPUNG MELAYU
Sambangi Kediaman Solihin, Densus Ambil DNA Orangtua
Jumat, 25 Mei 2017 - 20:22 wib
Kepala Desa Mengeluh Pembangunan Desa
Septina Komit Sediakan Anggaran Rp1 Triliun untuk Desa
Jumat, 25 Mei 2017 - 20:04 wib
KUNJUNGI EMPAT KORBAN LUKA
Kemarahan Anies terhadap Teror Kampung Melayu
Jumat, 25 Mei 2017 - 19:56 wib
SUDAH BERADA DI RS POLRI
Ini Kata Polisi soal Identitas 2 Pelaku Bom Kampung Melayu
Jumat, 25 Mei 2017 - 19:50 wib
TERHENTI SEBELUM PEREMPATFINAL
Indonesia Gagal di Piala Sudirman, Begini Komentar Susy Susanti
Jumat, 25 Mei 2017 - 19:40 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Polisi Sudah Kantongi Identitas 2 Pelaku Pengeboman Kampung Melayu
Alasan Terjadinya Teror Kampung Melayu versi Kapolda Metro
Di Lokasi Bom Bunuh Diri, Polisi Temukan Buku Berlumuran Darah
Sambangi Kediaman Solihin, Densus Ambil DNA Orangtua
Ini Kata Polisi soal Identitas 2 Pelaku Bom Kampung Melayu
sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us
Populer hari ini