Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Hukum >>
NASIONAL
Modus Pencucian Uang Makin Rapi
Senin, 20 Maret 2017 - 11:18 WIB > Dibaca 758 kali Print | Komentar
Modus Pencucian Uang Makin Rapi
Pencucian Uang
Mengenai laporan aparat pe­negak hukum terlibat dalam kasus TPPU dengan modus jual beli tanah, Kabareskrim Polri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto memastikan bahwa instansinya memproses setiap laporan. “Mulai dari tahap penyelidikan sampai tahap penyidikan,” jelas pria yang akrab dipanggil Ari itu.

Apabila mendapat cukup bukti dari hasil penyelidikan dan penyi­dikan, dia memastikan laporan tersebut ditindaklanjuti ke tahap berikutnya. Ari tidak membantah ketika ditanya potensi keterlibatan aparat penegak hukum dalam ‘permainan’ jual beli tanah. Untuk itu, Polri berkomitmen kuat mengungkap potensi tersebut. Jalan semakin terbuka pasca kerja sama antara Polri dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR).

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menyebutkan, TPPU dengan modus jual beli tanah bisa saja terjadi. “Hasil kejahatan dipakai. Kemudian digunakan membeli tanah,” ungkap dia.

Namun demikian, Polri tidak bisa sembarangan mengambil langkah. Harus berdasar hasil penyelidikan dan penyidikan. Jika mengarah TPPU, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk menelusuri asal usul tanah tersebut. “Informasi tentang siapa pemilik tanah itu,” kata Tito. Kerja sama antara Polri dengan BPN sudah lama terjalin. Jauh sebelum menandatangai perjanjian dengan Kementerian ATR.

Pakar Money Laundering Universitas Trisakti Yenti Garnasih mengungkapkan, posisi TPPU itu sebenarnya sebagai pengungkap pidana pokok. Dengan melihat hasil kejahatannya dapat diketahui kejahatan apa yang terjadi. ”TPPU itu mengidentifikasi pidana,” ungkapnya.

Maka, bila penegak hukum serius, seharusnya TPPU digunakan dengan maksimal dalam mengungkap kasus kejahatan yang sifatnya memiliki hasil banyak. Seperti, korupsi, penipuan dan narkotika. ”Sayangnya penegak hukum belum memposisikan TPPU dalam setiap kasus. Bila dibandingkan, sebenarnya malah lebih banyak Bareskrim yang menerapkan TPPU dibanding Komisi Pemberantasan Korupsi,” jelasnya. (idr/bil/tyo/syn/ted)
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
BUNTUT INSIDEN BENDERA TERBALIK
Viral Lagi, Lagu Rapper Saykoji Sindir Malaysia
Rabu, 23 Agustus 2017 - 01:38 wib
HASI SIDANG ISBAT
Kemenag Tetapkan 10 Dzulhijah Jatuh pada 1 September
Rabu, 23 Agustus 2017 - 01:24 wib
TERUS KOORDINASI DENGAN OCA
Baru 35 Persen, JK Optimistis Dana Sponsor Asian Games Capai Target
Rabu, 23 Agustus 2017 - 01:17 wib
PARTAI PENGUSUNG BELUM DIKETAHUI
Ini Tanggapan PSSI soal Ketum Maju di Pilkada Sumut
Rabu, 23 Agustus 2017 - 01:00 wib
LIGUE 1 PRANCIS
Klub-klub Ligue 1 Kecam Rencana PSG Beli Mbappe
Rabu, 23 Agustus 2017 - 00:54 wib
SEA GAMES 2017
Begini Imbauan Menhan kepada Masyarakat Terkait Insiden Bendera Terbalik
Rabu, 23 Agustus 2017 - 00:36 wib
KIAN DEKAT KE HARI H
Raisa dan Hamish Daud Sudah Sebar Undangan Pernikahan?
Rabu, 23 Agustus 2017 - 00:29 wib
MA KELUARKAN SK
Panitera Tersangka Penerima Suap Pengurusan Perkara Dinonaktifkan Sementara
Rabu, 23 Agustus 2017 - 00:17 wib
TERKAIT KASUS CHAT PORNO
Lakukan Pengawasan ke Sekolah Penabur, Ini Beberapa Catatan KPAI
Rabu, 23 Agustus 2017 - 00:00 wib
PERTIMBANGKAN PERTUMBUHAN EKONOMI
Maskapai Penerbangan Vietnam Segera Buka Rute di Indonesia
Rabu, 22 Agustus 2017 - 21:00 wib
Cari Berita
Hukum Terbaru
Panitera Tersangka Penerima Suap Pengurusan Perkara Dinonaktifkan Sementara
Lakukan Pengawasan ke Sekolah Penabur, Ini Beberapa Catatan KPAI
Dua Sandi Ini Jadi Kode Suap ke Panitera PN Jaksel

Selasa, 22 Agustus 2017 - 20:30 WIB

KPAI Datangi Sekolah Penabur Terkait Kasus Chat Porno Guru kepada Siswi
KPK OTT Panitera dan Empat Pihak Lain di PN Jaksel, Begini Kronologinya
sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us