Wonderful Indonesia
Saat Jaksa Menanggapi Eksepsi Dahlan
Putusan MK Hanya Dikutip Sepotong
Rabu, 21 Desember 2016 - 11:57 WIB > Dibaca 1078 kali Print | Komentar
Putusan MK Hanya Dikutip Sepotong
CIUM BOCAH: Dahlan Iskan mencium bocah 6 tahun Ihsan Rizki dari TK Permata Kasih Sidokebo, Sidoarjo sesudah menghadiri sidang ke-4 di Pengadilan Tipikor Surabaya, Selasa (20/12/2016). Ihsan sangat terkesima dengan film Sepatu Dahlan sehingga ingin bertemu Dahlan Iskan secara langsung.
Pernyataan Dahlan itu klop dengan pandangan mantan Ketua Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Yunus Husein. Dalam sebuah wawancara dengan Jawa Pos (JPG) pada pertengahan Oktober 2016, Yunus mengatakan bahwa penanganan pidana korupsi yang terkait dengan kerugian BUMN atau BUMD tetap harus case by case.

Menurut dia, kerugian korporasi tidak bisa serta-merta dianggap sebagai kerugian negara. ”Harus (dicari, red) dulu apa sebabnya,” katanya. Yang mutlak harus dibuktikan ialah ada tidaknya kesengajaan perbuatan melawan hukum dan niat jahat. Jika dua hal itu tak bisa dibuktikan, meskipun terjadi business loss yang menyebabkan kerugian keuangan negara, hal tersebut tidak bisa dibawa ke ranah pidana korupsi.

Sementara itu, kuasa hukum Dahlan, Agus Dwi Warsono, mengatakan bahwa jaksa tetap tidak menguraikan satu per satu unsur delik dalam pasal yang didakwakan. Padahal, hal tersebut seharusnya diuraikan dalam dakwaan. Dalam jawabannya, jaksa justru membelokkan dengan mengungkapkan sejumlah yurisprudensi. ”Jadi, tanggapan tadi tidak menjawab nota keberatan kami sebenarnya,” ujarnya.

Agus juga mempertanyakan tanggapan mengenai kekayaan negara. Dalam jawabannya, jaksa menggunakan UU Perbendaharaan Negara. Padahal, dalam dakwaan tidak ada satu pun penggunaan UU itu. Dahlan hanya didakwa melanggar peraturan menteri soal pengelolaan barang daerah.

Yang janggal lainnya adalah jawaban atas terjadinya pelanggaran hak asasi karena Dahlan mengajukan saksi meringankan dan ahli yang tidak dipenuhi. Dalam jawabannya, jaksa menyatakan pernah menyampaikan hak-hak tersangka. Tapi, Dahlan Iskan tidak mengajukan saksi dan ahli. Faktanya, Dahlan pernah menyampaikan surat pengajuan saksi dan ahli, tapi jaksa tak memenuhinya karena ngebut agar praperadilan yang diajukan Dahlan saat itu gugur.

”Kami bingung dengan konstruksi dan logika hukum yang dibangun jaksa,” kata Agus.
Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
PEMAIN TERBAIK PIALA DUNIA ANTARKLUB
Modric: Ini Tahun Sempurna Madrid
Minggu, 17 Desember 2017 - 15:52 wib

Berharap Setnov “Bernyanyi”
Minggu, 17 Desember 2017 - 13:49 wib

Mega Minta Lima Persen APBN untuk Riset
Minggu, 17 Desember 2017 - 12:44 wib

Jutaan Massa Aksi Bela Palestina
Minggu, 17 Desember 2017 - 11:47 wib
10 Kabupaten Rusak Parah
Sehari, 3 Gempa Hantam Indonesia
Minggu, 17 Desember 2017 - 10:53 wib

Jangan Pernah Menyerah
Minggu, 17 Desember 2017 - 10:42 wib

Senja di Semenanjung Sungai Kampar
Minggu, 17 Desember 2017 - 10:39 wib

Slank Banting Setir Jualan Kopi
Minggu, 17 Desember 2017 - 10:37 wib
sheila majid
Boneka untuk Fans
Minggu, 17 Desember 2017 - 10:36 wib
Rizal Armada
Kalau Jodoh, Mau Bagaimana?
Minggu, 17 Desember 2017 - 10:35 wib
Cari Berita
Nasional Terbaru
Mega Minta Lima Persen APBN untuk Riset

Minggu, 17 Desember 2017 - 12:44 WIB

Sehari, 3 Gempa Hantam Indonesia

Minggu, 17 Desember 2017 - 10:53 WIB

Bongkar Korupsi e-KTP, Setnov Didoakan Dapat Hidayah

Sabtu, 16 Desember 2017 - 20:00 WIB

Pantau Gempa Tanpa Tidur, Jokowi Bersyukur Tak Ada Tsunami
Aksi Bela Palestina, Polisi Terjunkan Pasukan Asmaul Husna
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us