Home » Berita

Lomba Tari Zapin International

Singapura Juara Siak Bermadah

Sabtu, 14 Oktober 2017 - 11:49 WIB | Dibaca 1385 Klik
Alfedri

(RIAUPOS.CO) - Sanggar Seni Getari Singapura ke luar menjadi juara pertama dalam Festival Siak Bermadah lomba Tari Zapin International yang digelar untuk memeriahkan HUT ke-18 Kabupaten Siak. Atas kemenangan itu, tim asal Singapura berhak atas piala Bupati Siak dan sejumlah hadiah lainnya. 

Selanjutnya, panitia juga mengumumkan juara pawai budaya yang diikuti oleh kecamatan se-Kabupaten Siak. Dalam pawai budaya itu juara satu diraih dari Dayun, juara dua Bungaraya dan juara tiga Mempura. Sementara untuk juara harapan 1, 2 dan 3 dari Siak, Sungai Apit dan Sungai Mandau.

"Pesan-pesan budaya yang muncul dari berbagai tampilan seni tradisi dalam perhelatan Festival Siak Bermadah ini, hendaknya menjadi pemersatu rumpun bangsa Melayu,’’ ujar Wakil Bupati Siak Alfedri saat penutupan Festival Siak Bermadah.

Dikatakannya, budaya Melayu ialah payung negeri, tempat semua golongan dan suku bangsa bernaung, hidup dan berinteraksi dengan harmoni. Budaya telah mengajarkan kita makna keselarasan dan kekuatan persatuan akan perbedaan, sebagaimana peradaban orang-orang Melayu zaman dahulu.

‘’Kita rumpun Melayu teramat kaya dengan keunikan budaya masing-masing. Dari dalam daerah sendiri misalnya, kita saksikan betapa banyak tradisi, seni budaya, dan adat istiadat di tiap-tiap kecamatan yang unik dan memiliki nilai jual yang tinggi apabila dikemas dengan baik, guna mendukung semangat daerah untuk memajukan sektor pariwisata,’’ sebutnya.

Selama Festival dilaksanakan, masyarakat kata Wabup, teredukasi dengan keberagaman budaya yang ada di Siak. Utamanya masyarakat Siak makin cinta dengam budaya Melayu. 

‘’Kemarin kita lihat bersama, tradisi Melayu tempo dulu telah memberikan edukasi penting bagi masyarakat luas yang turut menyaksikan. Di samping itu, beberapa variasi budaya juga tampak dalam akulturasi kebudayaan yang sejak lama telah ada di Kabupaten Siak,’’ sebutnya.

Seperti penampilan silat Melayu Siak sunting 12 masih lestari di Mempura, tradisi palang pintu Siak Sri Indrapura, tari gendong anak rawa masih ada di Sungai Apit, tradisi pengobatan suku Sakai tampil dari Kandis, tradisi persalinan tradisional memukau dari Sungai Mandau, tradisi marhaban dari Dayun, tradisi mengarak khatam kaji dan legenda Panglima Misai dari Gasib, permainan gasing dari Kerinci Kanan, serta berbagai tradisi masyarakat Melayu lainnya.(adv/a)