Home » Berita

APBN

Cermat Gunakan Dana Desa

Senin, 16 Januari 2017 - 10:54 WIB | Dibaca 497 Klik
SOSIALISASI: Wakil Bupati Siak Alfedri selaku Ketua BWI Kabupaten Siak membuka sosialisasi pembinaan petugas wakaf di Gedung Tengku Mahratu Siak, Ahad (15/1/2017).

SIAK (RIAUPOS.CO) - Bupati Siak Syamsuar meminta seluruh penghulu agar dapat mengelola dana desa secara cermat dan sesuai dengan program kampung. Pasalnya, saat ini terjadi krisis ekonomi secara global. Pendapatan daerah mengalami penurunan, dana bagi hasil juga begitu.

 Namun, anggaran dana desa stabil dan cenderung mengalami peningkatan.
 “Kondisi keuangan desa tahun ini stabil. APBN digulir ke setiap desa, sehingga desa tidak terganggu dengan kondisi saat ini,” ujar Syamsuar, akhir pekan lalu.

 Ia menyebutkan, daerah saat ini sedang diuji, karena pendapatan daerah dari dana perimbangan berkurang. Syamsuar meminta  kepada camat agar membantu kades mengingat banyak usulan warga dalam musrenbang. dan reses dewan yang belum diakomodir.(adv/a)

 Hal tersebut diharapkan bisa dikerjakan melalui dana desa. Karena jika menunggu dana daerah maka realisasinya akan memerlukan waktu yang lama.
      Bupati Syamsuar mengharapkan betul, agar dana desa yang dianggarkan oleh pusat dapat menopang dan mendukung program infrastruktur desa. Dalam kondisi seperti ini, program pembangunan harus berjalan. Walau tak seperti sediakala, namun ada aktivitasnya. Adanya dana desa ini dapat mendukung program pemerintah.

  Dana desa masih disalurkan kepada kampong-kampung, dan tak mengalami gangguan.  Untuk itu, karena adanya dukungan dari dana desa melalui APBN ini,  dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya.  Bahkan alokasi dana desa ini tak berkurang justru meningkat. Direncanakan pada 2018 tiap desa dialokasikan Rp1 miliar. Dalam gelar pengawasan bersama BPKP, ia sudah menyampaikan kepada seluruh kepala kampung (desa), agar penggunaan dana ini tepat sasaran dan sesuai peruntukkannya.

     “Pedomani aturan dan UU,” katanya. Dalam pengelolaan dana desa ini, seluruh desa didampingi pendamping desa, yang membantu dalam pelaporan dan tugas administrasi dalam pengelolaan“Yang terganggu adalah dana daerah yang bagi hasil ke pusat yang hasilnya dari pendapatan asli daerah seperti minyak bumi. Hal itu dikarenakan harga minyak yang merosot,’’ katanya.

   Kemerosotan ini dirasakan berat oleh pemerintah daerah. Namun begitu, pemkab terus berupaya sekuat tenaga agar dapat pulih kembali. Caranya dengan mengajukan dana pusat dalam menunjang program pembangunan daerah dan meningkatkan pendapatan daerah, melalui sumber-sumber pendapatan.

  “Kita berdoa bersama-sama agar krisis ini cepat berlalu, dan kondisi kita dapat kembali seperti sediakala,” harap Syamsuar.(adv/a)