Hearing,PKL dengan Pemkab Siak Belum Capai Kesepakatan

Home » Berita

Hearing,PKL dengan Pemkab Siak Belum Capai Kesepakatan

Senin, 28 Mei 2018 - 20:15 WIB | Dibaca 2350 Klik
Komisi IV DPRD Kabupaten Siak saat hearing pedagang dan Pemkab Siak terkait penataan tempat berjualan berlangsung di gedung Kantor DPRD Siak, Senin (28/5/2018).

SIAK (RIAUPOS.CO) - Hearing antara pedagang kaki lima (PKL) dengan Pemkab Siak di fasilitasi DPRD Siak terkait penataan tempat berjualan dan permaianan anak belum memenuhi hasil kesepakatan, Senin (28/5/2018).

Hearing berlangsung di kantor DPRD Siak dipimpin ketua komisi IV DPRD Siak Ismail Amir, juga dihadiri anggota DPRD Siak Musar, Marudut Pakpahan, Paramananda Pakpahan dan Muslim.

Dari Pemkab Siak dihadiri asisten II Setda Kabupaten Siak Hendrisan, Kepala Dinas PU Tarukim Siak Irvin Kahar, Kepala Disdagprin Siak Wan Ibrahim, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Siak Fauzi Asni, Kabag Hukum Setdakab Siak Jon Effendi. Hadir juga perwakilan PKL Siak. 

Pada hearing tersebut, pedagang meminta, agar pemkab membolehkan pedagang untuk bisa berjualan seperti biasa sampai Idul Fitri mendatang. Asisten II Setda Kabupaten Siak Hendrisan meminta, agar pedagang bisa mencari lahan sendiri. Lahan pemkab tidak bisa berjualan karena itu untuk fasiltas masyarakat.

"Kami akan menyediakan 2 titik tempat permaianan anak dan berjualan, yakni di depan pasar Belantik dan di tempat pasar beduk sekarang ini (samping gedung Bank Riau-Kepri, red)," kata Hendrisan.

Namun pedagang menolak lokasi tersebut. Mereka menilai tempat yang disediakan Pemkab Siak tidak berada di posisi strategis dan tidak akan dikunjungi pengunjung.
Perwakilan pedagang, Jaya mengatakan pedagang menolak diletakkan di depan Pasar Belantik.Dan jika Pemkab tidak memperbolehkan untuk berjualan di area istana,  mereka tidak peduli, pedagang tetap ngotot akan berjualan.

"Itu bukan solusi namanya. Kami akan tetap berjualan di sana," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Komisi IV Ismail Amir meminta agar kedua belah pihak bisa mencari jalan terbaik. Karena pihaknya tidak mau kedua belah pihak ini saling berbenturan.

"Kita sebagai wakil rakyat memfasilitasi kedua pihak. Kita berhadap pertemuan ini ada titik temunya," kata Ismail. Dalam pertemuan yang berlangsung tersebut tidak membuahkan hasil. Kedua belah pihak tetap dengan keputusan masing-masing.(adv)