Home » Berita

POLEMIK SAPI KURBAN

Didemo Soal Sapi Kurban, Agung: Silahkan Tabayyun

Jumat, 14 Agustus 2020 - 22:36 WIB | Dibaca 59 Klik
Agung Nugroho saat melihat spanduk aksi yang dipasang belasan pendemo di pagar Gedung DPRD Riau, Jumat (14/8/2020). (AFIAT ANANDA/RIAUPOS.CO)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Sebuah spanduk yang memajang foto Ketua Fraksi Demokrat DPRD Riau Agung Nugroho terpasang di pagar Gedung DPRD Riau, Jumat (14/8/2020). 

Spanduk tersebut bertuliskan tentang dugaan pencurian sapi oleh Partai Dekokrat. Termasuk juga tudingan bahwa Ketua Fraksi Demokrat DPRD Riau Agung Nugroho sebagai dalang pencurian tersebut.

Informasi yang dirangkum Riaupos.co di lokasi, spanduk tersebut awalnya dibawa oleh belasan pemuda yang ingin melaksanakan aksi damai di DPRD Riau. Namun entah karena apa, para muda-mudi tersebut kemudian pergi meninggalkan gedung sebelum didatangi Ketua Fraksi Demokrat DPRD Riau. 

"Tadi katanya ada yang mau demo. Ya udah saya bilang sama bapak polisi yang jaga, tidak apa-apa biar saya datangi. Tapi pas didatangi, malah kabur," ujar  Agung Nugroho di lokasi.

Agung sempat mencari-cari pendemo tersebut dengan maksud tujuan agar para muda-mudi tersebut mendengarkan penjelasan dari dirinya. Namun ia mendapati para pendemo sudah menghilang dengan memasang spanduk tersebut di pagar DPRD Riau.

Saat ditanyakan soal tuntutan para pendemo yang berjumlah belasan orang tersebut, Agung menyebut bahwa sebetulnya persoalan tersebut telah berakhir. Bahkan beberapa waktu lalu, DPRD Riau yang diwakili Ketua Masjid Daarul Abrar DPRD Riau Sugeng Pranoto  telah duduk semeja dengan pihak PTPN V dan perwakilan dari DPD Partai Demokrat Riau untuk meluruskan kesalahan komunikasi yang terjadi. 

"Bahkan pihak DPD Demokrat Riau, juga telah mengganti sapi tersebut. DPD yang ganti, bukan saya," kata Agung.

Soal permintaan maaf yang secara terbuka diminta oleh pendemo, Agung menyebut bahwa dirinya bukan tidak mau meminta maaf. Karena dalam kasus tersebut ia sama sekali tidak mengetahui proses permintaan sapi tersebut. Saat menerima, dirinya hanya diperintahkan pimpinan partai untuk menerima bantuan dari PTPN V.

"Saya bukannya enggak mau minta maaf. Kalau emang salah, apa susahnya minta maaf? Tapi persoalannya, saya memang tidak tahu proses permintaan sapi itu dari awal hingga dikirim ke Demokrat. Bahkan PTPN V juga sudah menjelaskan polemik tersebut bahwa ada kesalahan komunikasi," imbuhnya.

Meski kasus sapi kurban ini menuai polemik di tengah masyarakat, bahkan berujung terhadap aksi unjuk rasa, Agung tetap mengapresiasi aksi yang dilakukan oleh mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Pergerakan Aktivis Mahasiswa Universitas Lancang Kuning ini. Sebab aksi unjuk rasa ini berlangsung damai dan tertib.

Padahal lanjut Ketua IMI Riau ini, penjelasan dan klarifikasi dari pihaknya penting untuk disampaikan. Sebab jika keterangan hanya disampaikan sepihak dan tidak ada ruang untuk menyampaikan klarifikasi, pihaknya akan dirugikan.

"Jadi saran saya, ada baiknya tabbayun dulu. Karena jika apa yang mereka tuduhkan itu tidak benar, maka jatuhnya itu fitnah dan mereka sendiri yang akan menanggung dosanya. Jadi kalau ada apa-apa silahkan tabbayun dulu. Saya justru senang kalau ada masyarakat yang mengingatkan saya selaku wakil rakyat di Kota Pekanbaru ini," tuntasnya.

Polemik Sapi Kurban Bantuan PTPN V

Diketahui sebelumnya, publik di Kota Pekanbaru sempat di hebohkan dengan kasus penyerahan sapi CSR PTPN V. Sebab, sapi tersebut awalnya ditujukan untuk dipotong di DPRD Riau dalam rangka perayaan Idul Adha 1441 H. Oleh Ketua Masjid Darrul Abrar DPRD Riau, Sugeng Pranoto, daging hasil pemotongan rencananya akan dibagikan ke masyarakat sekitar Gedung DPRD Riau dan anak panti asuhan.