Home » Berita

Harga Menyentuh Rp50 Ribu di Pengecer

Harga Bawang Putih Melonjak, Kemendag RI Gelar Operasi Pasar di Dua Pasar Tradsional Pekanbaru

Rabu, 24 April 2019 - 20:21 WIB | Dibaca 709 Klik
Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag RI Tjahya Widayanti, Gubernur Riau Syamsuar dan Ketua DPRD Riau Septina Primawati, Rabu(24/4/2019) melakukan sidak ketersedian pasokan kebutuhan barang bahan pokok di Gudang Bulog Divre Riau-Kepri di Jalan Sudirman Pekanbaru. (DESLINA/RIAUPOS.CO)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Tinggi lonjakan harga bawang putih di pasaran hingga menembus harga 50 - 60 ribu/kilogram membuat Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI turun tangan dengan menggelar operasi pasar bawang putih di beberapa pasar tradisional, yakni di Pasar  Cik Puan dan Sukaramai, Rabu (24/4) dengan harga grosir Rp22.500 per kilogram.

Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Tjahya Widayanti, di Pekanbaru, Rabu (24/3/2019), mengatakan, operasi pasar bertujuan untuk menekan lonjakan harga komoditi bawang putih.

"Target tahap awal diharapkan harga akan turun ke level Rp30.000 per kilogram," kata Ditjen saat peninjauan harga ke beberapa pasar tradisional di Pekanbaru.

Tjahya Widayanti menjelaskan, pihaknya setiap hari melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok. Terutama menjelang Ramadan. Sejauh ini diakuinya memang telah terjadi lonjakan harga bawang putih hampir di seluruh pasar di Indonesia.
 
Untuk menekan lonjakan harga bawang putih, lanjutnya, pemerintah sudah meminta kepada importir agar mengeluarkan stok mereka ke pasar. Sebab tidak lama lagi masyarakat akan memasuki bulan puasa.

"Contohnya hari ini di pasar tradisional Pekanbaru, kita telah memaksa importir untuk melakukan operasi pasar bawang putih," ujarnya.

Tujuannya jelas, guna menekan kenaikan harga yang sempat melambung. Selain juga ingin menciptakan ketenangan beribadah bagi umat muslim, sehingga tidak membuat masyarakat gelisah dengan harga naik.

Ia juga meminta kepada awak media tidak membesar-besarkan, pemberitaan kenaikan harga, sebab sejauh ini stok bahan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, dan sebagainya cukup. Jadi tidak ada alasan untuk harga naik. Walau diakuinya permintaan menjelang puasa selalu naik.
 
Diakuinya, harga bawang putih sempat melambung, namun kini sudah mulai stabil terutama dengan dilemparnya stok ke pasar. Diharapkan tahap awal bisa stabil. Selanjutnya akan ada impor bawang putih lagi.

"Kita memang masih 95 persen tergantung pada impor bawang putih," imbuhnya.

Gubernur Riau Syamsuar dalam kunjungan ke pasar tradisional kemarin bersama Ketua DPRD Riau Septina Primawati Rusli menegaskan, Pemprov Riau akan melakukan pengawasan melalui tim Satuan Tugas Pangan (Satgas Pangan). Karena menimbun barang, sama dengan melakukan tindakan kejahatan
 
"Kemarin memang ada kenaikan harga bawang putih, tetapi karena sudah ada operasi pasar tadi sudah mulai turun," kata Syamsuar. Karenanya,Syamsuar berharap masyarakat bisa menyambut bulan puasa dalam keadaan tenang, fokus dan aman.
 
Walau di pasaran harga bawang putih masih dijual di harga enceran tertinggi  Rp45.000 per kilogram, ditimpali  Dirjen PDN Tjahya Widayanti,  menurut pengakuan pedagang karena mereka masih menghabiskan stok lama yang mereka beli dengan harga yang juga tinggi, dengan modal Rp42 per kilogram.
 
Usai berkunjung ke pasar tradisional rombongan juga meninjau ketersediaan stok di gudang Bulog Divre Riau-Kepri di Jalan Sudirman Pekanbaru. Di kesempatan itu, baik Gubernur Riau dan Ketua DPRDN juga melihat kondisi stok yang ada mulai dari beras, gula, hingga minyak goreng curah yang dikemas.
 
Gubri menyakini kondisi ketersedian kebutuhan bahan pokok menjelang Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri cukup terkendali, dan aman.

Penulis/Editor: Deslina