Home » Berita

DPRD Dorong Realisasi Sekolah Gratis

Selasa, 12 Maret 2019 - 22:09 WIB | Dibaca 2931 Klik
JADI: Wakil Ketua DPRD Riau Noviwaldy Jusman saat menjadi inspektur upacara di SMAN 11 Pekanbaru, Selasa(12/3/2019).Istimewa

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Ada pemandangan yang menarik saat pergelaran upacara di SMA 11 Pekanbaru, Selasa (12/3). Dimana yang menjadi pembina upacara pada saat itu adalah Wakil Ketua DPRD Riau Noviwaldy Jusman yang membidangi persoalan pendidikan. Kegiatan yang dilaksanakan pagi hari itu dihadiri seluruh siswa-siswi SMA 11 beserta guru dan juga kepala sekolah. 

Dalam sambutannya Noviwaldy menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaran upacara yang menurut dia berjalan sangat tertib. Baik petugas upacara, paskibra, korsit hingga pembacaan pembukaan UUD dan doa. Ia juga sempat memberikan arahan kepada siswa-siswi yang saat ini sudah menginjak remaja. Terutama mengenai program pemerintah dalam menegakkan henerasi muda terencana. 

"Generasi muda harus bisa membuat zero pernikahan dini agar keluarga yang dibentuk nanti bisa siap secara mental dan capai angka kebahagiaan yang baik. Karena keluarga yang bahagia akan menghasilkan ketahanan negara yang kuat, masa depan generasi yang cerah bagi calon calon pemimpin bangsa," sebut Noviwaldy.



Suasana upacara bendera di SMAN 11 Pekanbaru yang dihadiri Wakil Ketua DPRD Riau Noviwaldy Jusman, Selasa (12/3/2019)

Ia juga menekankan zero seks pranikah bagi generasi muda yang ada saat ini belum layak. Karena kurang bekal dan rasa tanggungjawab, juga sangat diharamkan oleh semua agama. Kepada siswa-siswi ia menyebut bahwa dalam usia saat ini mereka belum siap mental dan kontrol terhadap masalah tersebut.

"Hindari berdua-duaan apalagi nongkrong-nongkrong di tempat tempat gelap dikota pekanbaru ini. Jauhi prilaku itu paham ya anak anakku saya mohon jauhi mulai dari sekarang," pintanya.

Ia juga memberi pesan agar generasi muda bisa terbebas dari bahaya narkotika. Karena jika sekali saja mencoba, maka ketergantungan terhadap obat terlarang itu akan sulit dihentikan."makanya jangan pernah coba-coba. Harus bisa zero napza dan zat adiktif lainnya. Karena akan menghasilkan pemimpin yang teler, tak terbayang jika pemimpin teler ini akan membuat pemimpin ini ugal-ugalan dalam memimpin negaranya juga wakil rakyat yang ugal ugalan akan menimbulkan kehancuran," pungkasnya.

Dalam kesempatan itu, Noviwaldy juga menyampaikan keinginan untuk membuat program pendidikan gratis. Bahkan nanti SPP diharapkan bisa gratis. Buku disediakan dan dipinjamkan. Guru-guru honor akan disesuaikan penghasilannya yang layak sesuai UU. Karena menurut dia, guru adalah pahlawan. Yang harus dihindari adalah guru berpikir soal hidupnya agar fokus mengajar siswa.

Dirinya bersama seluruh Anggota DPRD Riau sudah berupaya semaksimal mungkin untuk mendorong program sekolah gratis bisa segera terwujud. Bahkan pihaknya telah menyiapkan landasan aturan berupa

"Kedepan akan kami perjuangkan agar guru-guru honor ini diangkat jadi pegawai," pungkas Noviwaldy disambut dengan teriakan dari siswa.

Usai memimpin upacara, Noviwaldy Jusman melakukan sidak. Dirinya merasa senang mendapati laboratorium, mushalla, pustaka di SMAN 11 tidak dialih fungsikan. Ia juga menyampaikan rasa terimakasihnya kepada kepala sekolah. Guru-gurupun tak mau ketinggalan meminta pertemuan khusus yang dihujani dengan ajang curhat para guru. Kegiatan ditutup dengan permintaan foto oleh guru-guru.(adv)