Home » Berita

DPRD Pertanyakan Anggaran Perbaikan Jalan

Rabu, 13 Juni 2018 - 14:58 WIB | Dibaca 736 Klik

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Jelang Idulfitri, penggunaan jalan lintas dan provinsi diperkirakan meningkat empat kali dibanding hari biasanya. Namun, kondisi jalan provinsi yang ada justru sangat memperihatinkan. Itu disebabkan sedikitnya anggaran perbaikan jalan yang diposkan oleh pemprov.

Seperti diungkapkan anggota Komisi IV DPRD Riau Abdul Wahid, Selasa (12/6/2018). Ia mengaku sangat menyayangkan sikap pemerintah provinsi yang disebut tidak berpihak pada rakyat.     

Persoalannya anggaran banyak terpakai ke pembangunan gedung-gedung baru. Sedangkan yang lebih mendesak, yang sangat dibutuhkan masyarakat tidak terakomodir dengan baik, kata Wahid.

Ia menjelaskan anggaran untuk pemeliharaan jalan hanya Rp30 miliar saja. Sedangkan jalan provinsi yang harus mendapat pemeliharaan mencapai 3.100 Km. Jika diakumulasikan, pemprov hanya menganggarkan kurang dari Rp10 juta untuk 1 Km jalan. Dari hasil turun ke lapangan serta aduan masyarakat, Ketua DPW PKB Riau itu mendapati banyak permasalahan krusial terjadi akibat kondisi jalan yang tidak memadai.
   
Hal itu juga berimplikasi dengan perputaran ekonomi masyarakat. Terutama di daerah perkebunan.

Bagaimana ekonomi masyarakat bisa terangkat? Bila infrastruktur jalan saja tidak memadai. Kadang kami kasihan,sebutnya.

Iapun menyebut beberapa daerah yang sudah sangat perlu pemeliharaan jalan, seperti Indragiri Hulu, Indragiri Hilir dan beberapa kabupaten lainnya. Bahkan di daerah Pulau Burung, Teluk Meranti ada jalan yang terbentuk, namun tidak kunjung dibangun pemprov.

Lihat di Pulau Burung sana. Badan jalannya sudah ada sejak lama. Itu kebun warga sudah ditebang. Tapi belum ada aksi sampai sekarang,sesal Wahid.

Untuk itu, dalam waktu dekat Komisi IV akan segera meman ggil pihak terkait. Untuk meminta pertanggungjawaban sekaligus meminta solusi. Karena sebelum Idulfitri  nanti, intensitas penggunaan jalan juga semakin padat. Ia tidak ingin banyak terjadi kecelakaan saat mudik hanya karena anggaran pemeliharaan minim diberikan pemprov. 

Setelah Idulfitri kami panggil Dinas PU, meminta pertanggungjawaban mereka, tegasnya.(nda)