Home » Berita

PASANGAN BAKAL CALON GUBRI

Datang Pukul 20.30, LE-Hardianto Mendaftar ke KPU

Kamis, 11 Januari 2018 - 02:41 WIB | Dibaca 641 Klik
Lukman Edy dan Hardianto serta istri mengacungkan tangan sebagai simbol pasangan mereka saat melakukan pendaftaran bakal calon gubernur dan wakil gubernur Riau ke KPU. (Foto: Fopin A Sinaga/Riaupos.co)

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Jelang penutupan pendaftaran bakal calon gubernur dan wakil gubernur Riau pada pilkada 2018, Lukman Edy (LE) dan pasangan wakilnya Hardianto datang mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Riau.

Keduanya datang Rabu (10/1/2018) sekitar pukul 20.30 yang diantar oleh para pendukungnya dari dua partai pengusung, PKB dan Gerindra. Sebagaimana diketahui, pendaftaran bakal calon ditutup pukul 24.00 WIB. Lukman Edy saat ini merupakan kader PKB asal Indragiri Hilir yang menjadi anggota DPR RI. Sedangkan Hardianto merupakan kader Partai Gerindra asal Bengkalis yang saat ini menjabat sebagai anggota DPRD Riau.

Pasangan ini menjadi yang keempat mendaftar ke KPU. Sama seperti bakal calon sebelumnya, pasangan LE-Hardianto juga disambut dengan nuansa adat Melayu. Pantun pun menjadi penambah khas kegiatan penerimaan pendaftaran. Keduanya duduk dipelaminan didampingi istri masing-masing. Turut hadir Bawaslu Riau, para pimpinan partai politik dan tokoh masyarakat.

Prosesi serah-terima dilakukan melalui acara akad, layaknya pernikahan di adat Melayu. Setelah serah terima, Ketua KPU Nurhamin mempersilakan komisioner KPU membacakan syarat-syarat yang harus dipenuhi para bakal calon.

Usai membacakan persyaratan, Abdul Hamid meminta waktu untul KPU dan Bawaslu memeriksa kelengkapan berkas yang sudah diserahkan koalisi partai.

Setelah dilakukan pemeriksaan Nurhamin mengatakan ada syarat calon yang masih harus dikordinasikan lebih lanjut yang bisa dipenuhi dalam masa proses perbaikan syarat. Namun KPU dan Bawaslu bisa menerima berkas dan akan memberikan tanda terima berkas.

Menjawab pertanyaan wartawan, Lukman Edy mengatakan siap dan sudah melampirkan surat pengunduran diri dari keanggotaan legislatif. "Ini merupakan konsekuensi kami sebagai anggota DPR dan DPRD sesuai undang-undang," katanya.(fas)