Home » Berita

Syamsuar Mundur dari Golkar, Deklarasi AYO Ditunda

Makin Seru Berburu Restu

Sabtu, 06 Januari 2018 - 11:16 WIB | Dibaca 1493 Klik

RIAUPOS.CO - Pembentukan poros baru di Pemilihan Gubernur Riau (Pilgubri) 2018 kian menarik. Partai Demokrat, Gerindra, PKB, dan PPP masih menjalin komunikasi terkait koalisi dan pasangan calon yang akan diusung. Tarik-menarik tampaknya makin seru. Karena hingga malam tadi, belum satu pun dari empat partai tersebut yang memastikan telah berkoalisi dan memutuskan bakal calon yang akan diusung.

Menariknya, partai pimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) paling diincar sebagai teman koalisi. Dari informasi yang dirangkum Riau Pos, PKB (6 kursi di DPRD), Gerindra (7 kursi) dan PPP (5 kursi) sama-sama menggaet tiga tokoh partai berlambang bintang mercy untuk diusung sebagai bakal calon gubernur maupun bakal calon wakil gubernur. Adapun Demokrat memiliki 9 kursi di DPRD Riau. Kini, tinggal menunggu restu Majelis Tinggi Partai Demokrat.

Yang terbaru adalah bakal calon yang diusung PKB, Lukman Edy yang semakin gencar memburu restu atau tiket dari PD. Setelah mendapatkan mandat politik dari Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar untuk berpasangan dengan Ketua DPD Demokrat Riau Asri Auzar sebagai bakal calon wakilnya, dia langsung meluncur ke Cikeas, kediaman SBY.

“Ini kami lagi mau menuju Cikeas,” ucap politikus Senayan yang beken disapa LE setelah menerima mandat politik di sela-sela pembukaan Akademi Politik Kebangsaan (Akbangpol) di Graha Gus Dur, Jakarta Pusat, Jumat (5/1).

Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa penyerahan mandat politik PKB untuk rahmatan lilalamin. “ Jadi politik merupakan kasih sayang ke alam semesta. Jadi ekonomi harus baik masyarakat harus sejahtera,” kata Muhaimin.

Saat menerima mandat politik dari Muhaimin, LE didampingi Sekretaris DPD Demokrat Riau Eddy M Yatim. Menurut mantan Menteri Pembangunan Desa Tertinggal (PDT) tersebut, Asri tidak bisa datang karena sakit. Saat akan berangkat menuju kediaman SBY di Cikeas, LE tampak ditemani Fandi Utomo, anggota Komisi II DPR dari Fraksi Partai Demokrat. Namun, Fandi enggan berkomentar ketika ditanya soal SK rekomendasi partainya untuk LE-Asri.

Sementara Ketua Bidang Komunikasi Publik DPD Demokrat Riau, Eriyanto Hady mengatakan, pihaknya tidak mengetahui jika ada pertemuan antara Lukman Edy dengan SBY, Jumat sore (5/1). Karena jika sudah membahas persetujuan untuk koalisi, itu bukan lagi menjadi ranah pengurus DPD.

“Bukan kami tidak dilibatkan, tapi tidak ranah kami lagi,” ujarnya.
Hanya saja memang diakui Eriyanto, pada Jumat siang Sekretaris DPD Demokrat Riau Edy M Yatim hadir di acara pengumuman bakal calon kepada daerah yang diusung PKB. Kehadiran itu sebagai bentuk penghargaan karena PKB sudah mau menggandeng kader Demokrat, yakni Asri Auzar.

“Tentu kami menghargai jika partai lain menggandeng kader kami. Sebagai bentuk penghormatan kami hadir dalam acara itu. Tapi apakah DPP Demokrat akan menyepakati pinangan itu? Keputusan tetap ada di DPP,” jelasnya.