Home » Berita

Baru Dibangun, Turap Ambruk

Selasa, 13 Februari 2018 - 09:50 WIB | Dibaca 630 Klik
Personel Tipikor Polres Pelalawan meninjau lapangan guna mendalami penyelidikan adanya dugaan korupsi pembangunan turap dan semenisasi di Desa Kuala Panduk, Kecamatan Teluk Meranti yang ambruk, baru-baru ini.

Pangkalan Kerinci (RIAUPOS.CO) -Tim Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kepolisian Resort (Polres) Pelalawan mulai mendalami pengusutan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan tembok penahan tanah (TPT) atau turap dan jalan semenisasi di Desa Kuala Panduk, Kecamatan Teluk Meranti senilai Rp500 juta.

Pasalnya, dua paket kegiatan sepanjang 71 meter itu, rusak setelah satu bulan selesai dikerjakan. Sedangkan dana ratusan juta rupiah tersebut, bersumber dari dana desa (DD) 2017. Meski masih dalam tahap penyelidikan, namun Tipikor Polres Pelalawan telah turun ke lapangan untuk meninjau langsung pembangunan turap dan semenisasi jalan tersebut.

“Setelah mendapat laporan dari masyarakat  adanya proyek pembangunan tembok penahan tanah (TPT) atau turap dan jalan semenisasi di Desa Kuala Panduk, Kecamatan Teluk Meranti yang baru sebulan dikerjakan langsung ambruk, maka kami bersama Inspektorat Pelalawan, telah turun untuk meninjau langsung ke lokasi dua proyek pembangunan tersebut,’’ jelas  Kapolres Pelalawan AKBP Kaswandi Irwan melalui Kasat Reskrim Polres Pelalawan AKP Faisal Ramzani SIK, Senin (12/2) siang.


Dimana dua proyek kegiatan pembangunan tersebut diduga terjadi markup anggaran material pada proyek TPT yang dilakukan pihak Desa Kuala Panduk, sehingga menyebabkan TPT mengalami kerusakan yang sangat parah. Diungkapkan Kasat Reskrim, bahwa pengerjaan TPT yang baru selesai lebih kurang satu bulan lalu tepatnya Desember 2017, mengalami tanah yang amblas, sehingga lantai TPT tersebut terbelah.

“Dengan ambruknya dua kegiatan pembangunan yakni TPT dan semenisasi jalan tersebut, maka saat ini tim Tipikor Polres Pelalawan mendalami adanya indikasi tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh pihak Desa Kuala Panduk, Kecamatan Teluk Meranti. Dimana dua kegiatan dengan anggaran sebesar Rp350 juta untuk pembangunan turap dan Rp150 juta untuk pembangunan semenisasi jalan, merupakan anggaran yang bersumber dari  Dana Desa (DD) tahun 2017,” ujarnya.

Ditambahkannya bahwa guna mendalami adanya dugaan tindak pidana korupsi tersebut, maka pada Kamis (15/2) mendatang, pihaknya akan memanggil Kepala Desa Kuala Panduk atas nama Tomjon, untuk memberikan dokumen dua kegiatan pembangunan tersebut serta untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

“Jadi, dalam waktu dekat ini, kita akan panggil Kepala Desa Kuala Panduk, Kecamatan Teluk Meranti untuk dimintai keterangan terkait adanya indikasi dugaan korupsi pembangunan turap dan semenisasi jalan di Kecamatan Teluk Meranti yang telah ambruk pada akhir Januari 2018 lalu. Sedangkan untuk tahap awal ini, kita masih melakukan pengumpulan data (puldata) dan pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket),” tutupnya.(mng)