Home » Berita

SIAK

DMPA Berkontribusi Atasi Perubahan Iklim

Kamis, 14 Desember 2017 - 10:20 WIB | Dibaca 1148 Klik
WIWIK WIDANINGSIH/RIAU POS PANEN CABAI: Utusan Khusus Presiden RI untuk Pengendalian Perubahan Iklim Prof Ir Rachmat Witoelar (baju merah) melakukan panen cabai merah, di sela-sela acara syukuran Desa Makmur Peduli Api Lembaga Pinang Indah Abadi, Kampung Pinang Sebatang Barat, Kecamatan Tualang, Rabu (13/12/2017).

SIAK (RIAUPOS.CO) -   Kunci penanganan perubahan iklim di Indonesia adalah mengurangi kebakaran hutan dan pembukaan lahan. Guna menangani perubahan tersebut, semua pihak harus melakukan aksi nyata  dan bukti nyata. Hal ini telah ditunjukan oleh petani Suryono dengan melakukan perubahan iklim tanaman sawit ke tanaman pertanian.

Pernyataan ini di sampaikan Utusan Khusus Presiden RI untuk Pengendalian Perubahan Iklim Prof Ir Rachmat Witoelar pada acara syukuran Desa Makmur Peduli Api (DMPA) Lembaga Pinang Indah Abadi, Kampung Pinang Sebatang Barat, Kecamatan Tualang, Rabu (13/12) pagi.

“Saya kagum apa yang telah dilakukan Suryono sebagai petani. Ini bukti nyata keberhasilan kita terhadap perubahan iklim. Kita akan menyampaikan ke masyarakat luar bahwa Indonesia berhasil. Kita menepis tudingan negara luar,” ungkapnya.

Dengan adanya program DMPA ini, lanjutnya, dapat menjadi motivasi bagi masyarakat luar untuk meningkatkan pertanian dan ini dapat mengatasi perubahan iklim.

Turut hadir Kepala Social Head Security Sinarmas, Kepala BPPM Arara Abadi Undang, Humas Arara Abadi Musherizal Yatim, Humas Distrik Rasau Kuning Aep Mahmudin, petugas penyuluhan petanian dan kelompok tani. Sekcam Tualang Rico Riyanto mengatakan, program DMPA perusahaan Arara Abadi ini sejalan dengan program Pemerintah Siak. Bupati Siak mencanangkan program pertanian. Masyarakat bisa memanfaatkan lahan yang belum dipakai dengan syarat jika dipakai pemiliknya harus dikembalikan.

Sementara petani Suryono menuturkan sejak adanya program DMPA Arara Abadi ini, dirinya mengakui mendapatkan pengalaman dan pengetahuan, seperti limbah jagung dapat diolah menjadi pakan ternak yang dulunya dibakar.

“Sejak saya alih fungsi lahan dari sawit ke tanaman holtikultura, saya sudah dapat mengerjakan 10 orang. Beda waktu di sawit hanya untuk sendiri,” katanya.

Adanya program DMPA Arara Abadi lanjutnya, telah dirasakan manfaatnya bagi masyarakat. Bantuan yang diberikan kepada petani sistem hibah dengan berbagai jenis bantuan petanian di antaranya tanam cabai, kangkung, bayam cabut, ternak hewan dan itik.(wik)