Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Perca >>
KOLOM HARY B KORIUN
Pram (2)
Minggu, 17 Januari 2016 - 12:16 WIB > Dibaca 3502 kali Print | Komentar
Pram (2)
Berita Terkait

Ingin Percantik Bulu Mata



ORANG yang paling merasakan keganasan propaganda Pramudya Ananta Toer adalah Mochtar Lubis yang masuk penjara selama 10 tahun di masa Orde Lama tanpa pernah diadili karena finah itu. HAMKA juga demikian. Harus mendekam di penjara selama 2,5 tahun dan fitnahan sebagai plagiator, yakni novelnya Tenggelamnya Kapal Van der Wijk yang dituduh plagiasi dari karya Al-Manfaluthi.

Propaganda Pram dkk lewat Lekra dan halaman budaya “Lentera” di Bintang Timur, benar-benar telah jauh memisahkan Pram dari teman-temannya sendiri, bahkan dari dirinya sendiri. Sebab, pada awalnya, Pram bukanlah penganut marxisme-komunisme, dan ketika dia berada di ideologi itu, Pram juga tidak fasih dan terkesan memaksakan diri (atau dipaksa?) untuk kepentingan partai (PKI).

Taufik Ismail mencontohkan, bersedianya Pram menerima Magsaysay Award dari Filipina tahun 1995, telah menunjukkan bahwa Pram bukanlah pribadi yang konsisten dan terlihat sangat oportunis dengan berpikir keuntungan pribadi (ini bukan cermin orang yang teguh dengan sama rata sama rasa dan anti kapitalis-imperalis). Padahal Pram tahu, hadiah itu didanai oleh sebuah lembaga dari Amerika Serikat (negeri kapitalis-imperialis) yakni Rockefeller Foundation, namun dia tetap mau menerimanya. Kalau Pram seorang yang berprinsip teguh dengan marxis-komunis, dia tidak akan mau menerimanya.


Inilah yang membuat Mochtar Lubis kemudian mengembalikan penghargaan yang sama yang didapatnya sepuluh tahun sebelumnya. Mochtar Lubis marah, sebab yayasan dari Manila itu memberinya penghargaan karena upaya kerasnya memperjuangkan kemanusiaan dari penindasan, sementara Pram adalah seorang penindas kemanusiaan. Namun, orang secara nyata bisa melihat bagaimana sebenarnya pribadi seorang Pram dalam hal ini. Pram ternyata bukan seorang yang hebat seperti karya-karyanya. Ketika dia masuk komunis, alasan utamanya adalah karena kehidupannya terjamin (materi) dan dia menerima Magsaysay Award juga dengan alasan itu (materi).


Padahal selama ini kita selalu yakin bahwa Pram adalah seorang yang kukuh pada pendirian, garis hidup, juga garis idealismenya. Pantaskah seorang Pram mendapatkan hadiah Magsaysay atau Nobel, sementara dia pengagum dan “murid” seorang Vladimir Ilich Ullyanov Lenin yang menjagal 40 juta rakyat Rusia (Uni Soviet) selama dia berkuasa (1925-1953)? Pantaskah dia untuk itu semua sementara dia tetap mengatakan bahwa marxisme-komunisme adalah paham yang memahami kemanusiaan, padahal telah membantai 50 juta rakyat Cina ketika Mao Tse Tung (Mao Zedong) berkuasa (1947-1976), 2 juta rakyat Kamboja melalui Pol Pot dengan Kmer Merah-nya (1975-1979) dan puluhan juta lainnya di puluhan negara lainnya seperti di Eropa Timur atau Amerika Latin?


Tercatat, paham marxisme-komunisme yang terbukti gagal, telah membunuh lebih 120 juta orang di 76 negara selama 74 tahun (1917-1991) sebelum keruntuhan Tembok Berlin (Jerman Bersatu) dan reformasi yang dilakukan Michael Gorbachev di Uni Soviet yang kemudian meruntuhkan komunisme secara internasional (Uni Soviet kemudian terpecah-pecah menjadi banyak negara hingga kini).


Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
SEBUT GAMAWAN PANTAS DIBERI PENGHARGAAN
Fahri: Jokowi Harus Jelaskan Proyek e-KTP Sukses atau Gagal
Selasa, 21 November 2017 - 17:20 wib
DIBERI SERTIFIKAT
Resmi Sandang Marga Siregar, Ini Nama Terbaru Putri Jokowi
Selasa, 21 November 2017 - 17:10 wib
TERKAIT KASUS E-KTP
Novanto Dijebloskan ke Penjara KPK, Ini Pembelaan dari Fahri Hamzah
Selasa, 21 November 2017 - 17:00 wib
TERKAIT PENGAJUAN PRAPERADILAN
KPK Harus Lakukan Ini jika Ingin Menang Lawan Setya Novanto
Selasa, 21 November 2017 - 16:50 wib
LIGA CHAMPIONS
Sedang Seret Gol, Madrid Perlu Waspada di Kandang Apoel
Selasa, 21 November 2017 - 15:12 wib
Kabupaten Indragiri Hilir
Awasi Anak dari Bahaya Lem Kambing
Selasa, 21 November 2017 - 13:36 wib
POLITIK
Suyatno Resmi Dampingi Andi Rachman
Selasa, 21 November 2017 - 12:40 wib
Kabupaten Indragiri Hilir
Dirikan Posko Siaga Banjir di Batang Tuaka
Selasa, 21 November 2017 - 12:34 wib
TEMBILAHAN
Bupati Inhil Terima Anugerah PAUD Tingkat Nasional 2017
Selasa, 21 November 2017 - 11:42 wib

Pemko Diminta Lapor Polisi Bendahara Dishub Kabur
Selasa, 21 November 2017 - 10:55 wib
Cari Berita
Perca Terbaru
"Legends of the Fall": Tentang Cinta dan Kesetiaan tanpa Batas
Antara Sri Bintang Pamungkas dan Amien Rais

Kamis, 08 Juni 2017 - 17:10 WIB

 Pertahanan Terbaik atau Ketajaman Mencetak Gol?

Minggu, 04 Juni 2017 - 01:11 WIB

Keberuntungan atau Kecerdasan Zidane?

Kamis, 20 April 2017 - 03:04 WIB

Setiap Bulan, Warga Desa Pandan Sari Inhil Berkurang Drastis
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us