Iyeth Bustami

Minggu, 09 Feb 2014 - 09:26 WIB > Dibaca 5018 kali | Komentar

MUNGKIN seperti Anda, saya sejak awal sudah dapat meraba ke mana arah pesan pendek (SMS) Abdul Wahab yang tiba di telepon genggam saya tentang Sri Barat alias Iyeth Bustami dalam beberapa hari terakhir. Tetapi rabaan sangkaan saya itu tidak juga muncul dari layanan yang sangat akrab dalam komunikasi sosial tersebut. Wahab hanya menceritakan pencapaian Iyeth sebagai diva Melayu Dangdut di Tanah Air sebagaimana dijuluki berbagai media, kemudian jalannya yang menanjak di jalur ilahiah—bermesra-mesraan dengan tarekat Naksabandiyah.

Abdul Wahab, kawan saya atau mungkin juga karib Anda sejak lama itu menulis, ‘’Tak peduli aku, apa pun kegiatannya di Riau sekarang yang masuk kampung keluar kampung, masuk pasar keluar pasar. Sebab semakin kudengar khabar itu, aku teringat masa aku bolak-balik Riau-Jakarta, mengenal Iyeth dari media dan buah bibir orang. Tak sekali pun aku bersua dengannya walaupun pekerjaanku tak jauh dari semua bentuk seni, bahkan mendengar Iyeth menyanyi sejak ia masih duduk di sekolah dasar.’’

Cerita Wahab, suatu kali ia bersama beberapa kawan duduk di sebuah lobi hotel ternama di Jakarta. Seorang kawan dari Jawa mengatakan, mengapa tidak muncul seni populer dari Riau tidak seperti halnya dalam sastra. Padahal, melalui seni populer yang begitu dekat dengan dunia hiburan, virus budaya bisa disuntikkan ke khalayak lebih ramai.

‘’Aku senyum saja karena memang tak tahu berbuat apa lagi, tetapi eeh kemudian dari pub hotel itu terdengar lagu-lagu Iyeth yang menyebabkan kawanku itu terdiam. Pengalaman serupa juga kualami ketika menghadiri sebuah acara semiformal di Bekasi yang lagu pembukanya justeru lagu budak Bengkalis itu,’’ tulis Wahab, sambil menyebut beberapa kota lain termasuk di Surabaya dan Yogyakarta.

Menurut Wahab, munculnya seorang artis memang bukanlah sesuatu yang luar biasa. Tetapi Iyeth meninggalkan Bengkalis dalam usia remaja saat industri hiburan di Riau masih sebagai benda asing dengan tujuan berlaga di bidang itu seorang diri, dengan pencapaian seperti sekarang, patutlah menjadi catatan tersendiri. Apalagi ternyata Iyeth yang pasti dibantu beberapa nama antara lain Mara Karma, pasti pula didukung penuh orangtuanya, menjadikan industri hiburan itu sebagai wadah untuk menunjukkan eksistensi budaya Melayu Riau.

Dialek laot-nya dalam lagu ‘’Laksamana Raja di Laut’’ misalnya, sempat menjadi perbincangan orang yang mengaitkan posisi bahasa Melayu sebagai ibu dari bahasa Indonesia. Ketika dalam konser, bahkan tampil di depan pejabat-pejabat tinggi baik di istana maupun di tempat lain, ia tak ragu menggunakan dialek Melayu Riau. ‘’Kalau kita jumpa nanti, akan kuperlihatkan bukti-buktinya yang dapat kita lihat dari berbagai website,’’ Wahab meyakinkan.

Lanjut Wahab, ‘’Kau ingat kawan kita yang bergelar Jenderal, berdarah Pariman? Katanya, rasa Riau makin melekat di hatinya terutama setelah mendengar lagu-lagu Iyeth. Ingat kan, perkataan kawanku di lobi hotel, bagaimana seni populer dapat dijadikan alat untuk menyuntikkan virus budaya, sehingga menjadi bahasa umum, seperti yang kutulis dalam SMS terdahulu?’’

Saya masih menunggu, ke mana arah isi SMS Wahab tentang Iyeth Bustami yang lebih suka dipanggilnya Sri Barat tersebutapakah sama dengan yang saya sangkakan atau tidak. Tetapi Wahab justeru mengirimkan lirik lagu Iyeth yang ditulis sendiri oleh ibu dari tiga orang anak ini, bertajuk ‘’Danau Raja’’:

Desir air di tepi Danau Raja, pandanganku sampai ke dasarnya. Beruntunglah diri selalu bersahaja apa yang dicapai itulah adanya. Di tepi Danau raja desir air menyapa, seakan nak berpesan  mengharapkan kebajikan. Bila dipuja elok paras dan rupa jangan dikesan hingga lupa daratan. Berkaca di air kilau danau raja, bayangan sama serupa aslinya. Hidup berakhir kembali pada-Nya, kasih sesama selagi adanya.***
KOMENTAR
BERITA POPULER
Alamak... Istri Ketahuan Selingkuh dengan Brondong Penghuni Kos

Alamak... Istri Ketahuan Selingkuh dengan Brondong Penghuni Kos

24 Feb 2018 - 00:02 WIB | 509 Klik
Joko Widodo Sebut Siapa Nama yang Akan Dampingi Maju sebagai Capres

Joko Widodo Sebut Siapa Nama yang Akan Dampingi Maju sebagai Capres

24 Feb 2018 - 00:09 WIB | 419 Klik

Proyek Tol Dievaluasi

24 Feb 2018 - 09:24 WIB | 66 Klik
Ribuan Ikan Mengapung di Sungai Kerumutan

Ribuan Ikan Mengapung di Sungai Kerumutan

24 Feb 2018 - 09:02 WIB | 61 Klik

APBD Rohul 2018 Dibatalkan Masyarakat Diminta Tenang

24 Feb 2018 - 09:28 WIB | 41 Klik

Follow Us