Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Perca >>
KOLOM HARY B KORIUN
Melayu Kopi Daun
Minggu, 03 Januari 2016 - 00:10 WIB > Dibaca 1651 kali Print | Komentar
Melayu Kopi Daun
Berita Terkait

Ada Apa dengan Belanda?



PERNIAGAAN adalah pintu kebudayaan. Dalam buku Islamic Revicalism in a Changing Peasant Economy, Central Sumatra 1784-1847 (tahun 1992 diterjemahkan dengan judul Kebangkitan Islam dalam Ekonomi Petani yang Sedang Berubah, Sumatera Tengah 1784-1847; dan tahun 2008 diterjemahkan ulang dengan judul Gejolak Ekonomi, Kebangkitan Islam, dan Gerakan Padri, Minangkabau 1784-1847), sejarawan Christine Dobbin menguraikan sejarah ekonomi Minangkabau (termasuk di dalamnya pantai timur Sumatera hingga ke Semenanjung Malaya) dan bagaimana kebudayaan (agama) ikut berperan di dalamnya.

Dalam penelitian itu, Dobbin tidak hanya melihat bagaimana pergerakan dunia perniagaan di Sumatera Tengah --Dobbin menganggap jazirah ini sebagai kawasan Minangkabau dalam arti luas, karena pergerakan perniagaan masyarakat ini nyaris menguasai Sumatera Tengah, bahkan Sumatera dan Asia Tenggara di masa itu--  tetapi juga pengaruh ekonomi perniagaan itu yang mendorong terjadinya reformasi Islam, salah satunya yang digerakkan oleh Padri yang tidak hanya terjadi di Bonjol dan kawasan Pasaman, tetapi juga sampai ke Tambusai (kini di Rokan Hulu, Riau) dan Padangsidempuan (Sumatera Utara).

Pada masa itu, Sumatera Tengah adalah kawasan yang subur dengan penghasilan tidak hanya padi, tetapi juga hasil pertanian dan perkebunan yang menjadi incaran para pedagang Eropa seperti kopi, lada, gambir, cengkeh dan yang lainnya yang membuat Belanda (sebelumnya VOC) menjadikan kawasan ini sebagai salah satu tujuan “perdagangan” mereka, jika tak mau disebut sebagai cara untuk menguasai secara paksa. Bukan hanya komoditi pertanian, perniagaan emas yang ditambang di Salido (kini Pesisir Selatan, Sumbar) dan Sawahlunto, juga menjadi tujuan perniagaan ini.


Hal yang sama juga dilakukan oleh Inggris yang berkuasa di Tumasik (Singapura) dan Malaya. Mereka berusaha menembus ke pedalaman Sumatera lewat tiga sungai besar yang langsung bermuara di Selat Melaka, yakni Sungai Kampar, Sungai Siak dan Sungai Rokan. Tiga jalur utama inilah, plus jalur Sungai Indragiri, yang dijadikan Inggris untuk bersaing dengan para pedagang Belanda agar memperoleh komoditi bermutu tinggi yang sangat laku di Eropa. Bahkan dalam periode 1790-1829, para pedagang dari Amerika juga berkelana mencari kopi dari pantai timur lewat jalur yang dipakai Inggris.


Di periode-periode perniagaan ini, kemudian muncul istilah “Melayu Kopi Daun” di kawasan ini. Masyarakat di pedalaman menjadikan daun kopi sebagai pengganti kopi. Daun kopi diasap, kemudian direbus dan disaring, dan disajikan seperti minum teh atau kopi. Pada awalnya, kondisinya tidak separah itu. Tetapi pada periode 1847-1908, seperti ditulis Mestika Zed (“Melayu Kopi Daun: Eksploitasi Kolonial dalam Sistem Tanam Paksa Kopi di Minang kabau, Sumatera Barat [1847-1908]”, 1983) ketika Belanda secara politis memaksa berkuasa di Sumatera Tengah, mereka melakukan tanam paksa kopi dan mendirikan perusahaan-perusahaan perkebunan besar (ondernemingen), masyarakat benar-benar tidak merasakan lezatnya kopi karena kopi-kopi tersebut diangkut ke Eropa dan menjadi komoditi perdagangan dunia yang sangat laku. Hasil kopi melimpah, tetapi masyarakat tak punya hak untuk sekadar meminum secangkir kopi yang dihasilkan tersebut.


Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
PASCA-DITETAPKAN SEBAGAI TERSANGKA
Habib Rizieq Sebut Perang Hukum Telah Dimulai
Selasa, 29 Mei 2017 - 21:00 wib
TERBUKTI LAKUKAN UJARAN KEBENCIAN
Penulis Buku Jokowi Undercover Divonis 3 Tahun Penjara
Selasa, 29 Mei 2017 - 20:50 wib
SOAL MASA KEPEMIMPINAN
Darmayanti Sebut Polemik DPD Dibuat-Buat agar Gaduh
Selasa, 29 Mei 2017 - 20:45 wib
SEBUT HUKUMNYA WAJIB
Kampanyekan Bayar Zakat, Ketua MPR Kunjungi Baznas
Selasa, 29 Mei 2017 - 20:35 wib
TERKAIT PEMBERIAN PREDIKAT WTP
KPK Sita Uang Ratusan Juta Rupiah dari Kantor Kemendes
Selasa, 29 Mei 2017 - 20:25 wib
PASCA-DITETAPKAN SEBAGAI TERSANGKA
Kuasa Hukum Habib Rizieq Bentuk Tim Pembela Ulama
Selasa, 29 Mei 2017 - 20:13 wib
SIDAK DI MAPOLRES JAKTIM
Saling Kenal, Fahri Bertemu Auditor BPK Terjerat OTT KPK
Selasa, 29 Mei 2017 - 20:08 wib
KOMENTARI UNGGAHAN DIVISI MABES POLRI
Hina Kapolri di Instagram, Pria Madura Diciduk Polisi
Selasa, 29 Mei 2017 - 20:03 wib
PERCEPAT REVISI UU
Presiden Ingin TNI Ikut Berantas Terorisme
Selasa, 29 Mei 2017 - 19:58 wib
TERKAIT PENYELENGGARAAN ANGKUTAN LEBARAN
CCTV Pelabuhan Harus Terintegrasi dengan Posko Dirjen Perhubungan Laut
Selasa, 29 Mei 2017 - 19:53 wib
Cari Berita
Perca Terbaru
Keberuntungan atau Kecerdasan Zidane?

Kamis, 20 April 2017 - 03:04 WIB

Diapresiasi Mampu Jaga Kemajemukan

Senin, 10 April 2017 - 09:05 WIB

Setiap Bulan, Warga Desa Pandan Sari Inhil Berkurang Drastis
Kuliah Umum Panglima TNI- KAHMI Riau 5 April

Senin, 03 April 2017 - 10:53 WIB

Distribusi Soal UN Bertahap

Kamis, 30 Maret 2017 - 09:53 WIB

sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us
Populer hari ini