Wonderful Indonesia
SEJARAH KOMUNIS DI INDONESIA
Komunisme dan Marxisme di Tanah Minangkabau
Minggu, 20 Desember 2015 - 11:20 WIB > Dibaca 5325 kali Print | Komentar
Komunisme dan Marxisme di Tanah Minangkabau
Sekolah modern Sumatera Thawalib di Padang Panjang, melahirkan banyak intelektual Minangkabau. (DOK. THAWALIB)
Berita Terkait

Ketika Ucapan Luhut Dipelintir hingga Jadi "Hoax"



Selama ini, tanah Minangkabau identik dengan Islam. Di tanah ini, adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah, sudah mendarah daging. Namun, di  Minangkabau, banyak orang juga mempelajari Marxisme sejak awal Abad 20. Langsung dari kitab aslinya. Bukan terjemahan.
--------------------------------------------

Sejak  bulan Mei 1925, Sutan Said Ali sudah  berangkat dari Ranah Minang ke Tanah Jawa. Dia utusan urang awak untuk menghadiri konferensi besar Partai Komunis Indonesia (PKI) di Candi Prambanan, 25 Desember 1925.  Konferensi Prambanan memutuskan,  kolonialisme Belanda harus dihentikan. Penindasan harus dilawan.

"Dalam rapat mereka di Prambanan pada bulan Desember 1925, Komite Sentral Partai Komunis menyerukan pemberontakan melawan Belanda," tulis Audrey Kahin dalam buku Dari Pemberontakan ke Integrasi, melansir Harry J. Benda & Ruth T. McVey dalam The Communist Uprisings of 1926-1927 in Indonesia.

Rencananya, merujuk dokumen The Course of the Communist Movement on the West Coast of Sumatra, pemberontakan dimulai di  Sumatera, bulan Juli 1926.

Dalam Konferensi Prambanan, "ketika PKI pertama kali merencanakan pemberontakan, cabang PKI Sumatera Barat termasuk yang paling vokal mendesak agar rencana itu segera dijalankan," tulis Kahin.

Pulang dari Prambanan, kode pemberontakan disampaikan Sutan Said Ali.Langkah yang diambil antara lain membentuk organisasi bawah tanah. Maka lahirlah Sarekat Djin, Sarekat Hantu Sarekat dan Sarekat Itam.

Mestika Zed, guru besar Ilmu Sejarah Universitas Negeri Padang melansir Kolonial Verslag 1927 dalam buku Pemberontakan Komunis Silungkang 1927, menjelaskan pembentukan DO, double orgazation tersebut berdasarkan instruksi CC PKI pada akhir Maret 1926.

Yang cukup terkenal di antara organ bawah tanah tersebut adalah Sarekat Djin pimpinan Si Patai, jagoan Padang Kota yang namanya menduduki klasemen papan atas dalam catatan kriminal polisi kolonial. Menurut Rusli Amran (1922-1996) seorang sejarawan-cum-wartawan, bagi Belanda, Si Patai bukan sembarang bandit. Dia merongrong pemerintahan. Pernah mengamuk pada 1908 saat Pemberontakan Belasting di Minangkabau.


Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
TIDAK DI SEMUA TEMPAT
Wacana Polisi Jaga Rumah Ibadah, DPR: Di Daerah Tertentu Saja
Senin, 19 Februari 2018 - 21:00 wib
TERLIBAT PROYEK BERBAU KORUPSI
Wow! Segera Laporkan Fahri Hamzah ke KPK, Ini Komentar Nazaruddin
Senin, 19 Februari 2018 - 20:50 wib
TERKAIT RAPAT DI BANGGAR DPR
Soal Anggaran Dana e-KTP, Mekeng Tuding Nazaruddin Berkhayal
Senin, 19 Februari 2018 - 20:45 wib
TIDAK ADA RILIS RESMI
Putusan MK soal Hak Angket Dinilai Kacau Balau, KPK: Bohong Itu...
Senin, 19 Februari 2018 - 20:40 wib
BARANG RAMPASAN KASUS KORUPSI
Mobil Mewah Nazarudin, Luthfi Hasan Ishaaq dan Sanusi Segera Dilelang KPK
Senin, 19 Februari 2018 - 20:35 wib
PILPRES 2019
Prabowo Diisukan Jadi Cawapres Jokowi, Begini Reaksi Gerindra
Senin, 19 Februari 2018 - 20:20 wib
SUDAH DITERIMA MK
GNPF Ulama Hormati Pengajuan PK Ahok
Senin, 19 Februari 2018 - 20:10 wib
KASUS NARKOBA
Sedang Hamil saat Ditangkap, Menantu Elvi Sukaesih Dapat Perlakuan Khusus
Senin, 19 Februari 2018 - 20:00 wib
SEGERA PULANG KE INDONESIA
KPK: Jangan Sampai Novel Dua Kali Jadi Korban
Senin, 19 Februari 2018 - 19:45 wib
TERKAIT PENYERAHAN ASET KE NEGARA
Eksekusi Lahan DL Sitorus, KPK Pastikan Bantu KLHK
Senin, 19 Februari 2018 - 19:00 wib
Cari Berita
Historia Terbaru
Melihat Koleksi Senjata dan Gubernur Jabatan Terlama
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us