Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Perca >>
KOLOM HARY B KORIUN
Pamuk
Selasa, 01 Desember 2015 - 00:02 WIB > Dibaca 2835 kali Print | Komentar
Pamuk
Berita Terkait

Ingin Percantik Bulu Mata



NAMANYA Kerim Alakusoglu, tetapi dia lebih suka memakai nama inisialnya yang merupakan kependekan dari dua kata nama itu: Ka. Dua belas tahun lebih dia meninggalkan kota kelahirannya, Kars, karena pengasingan politik, dan kemudian kembali ke kota itu ketika wabah bunuh diri melanda gadis-gadis muda. Ada yang hanya karena diputus oleh pacarnya, dan lebih ekstrim lagi ketika sekolah mengancam mengeluarkan mereka karena tak mau membuka jilbabnya sesuai peraturan nasional Turki tentang pendidikan yang melarang siswa berjilbab di institusi pendidikan. Sebuah peraturan berbau sekulerisme, sebuah ide yang digagas sang Bapak Turki, Mustafa Kemal Pasha, atau lebih Kemal Attaturk.

Wabah bunuh diri yang menjangkit di Kars; pemilihan kepala daerah yang menakutkan warga karena intimidasi dan kekerasan terjadi; plus keinginannya menganyam kembali memori masa lalunya bersama gadis pujaannya, Ipek,  membuat Ka kembali ke Kars, sebuah kota yang selalu bersalju dengan cuaca dingin dan badai salju yang bisa datang setiap saat.
Ka seorang wartawan, juga penyair. Setelah dua belas tahun tinggal di Frankfurt (Jerman), dan hidup dengan budaya sekuler khas Eropa, Ka kembali ke Istanbul dan bekerja di koran Republican yang berhaluan sekuler.

Di Kars, dia kembali menemukan segalanya: kebudayaan yang telah lama ditinggalkannya, ingatan masa kecil yang indah, gadis masa lalunya dan ingatan-ingatan lainnya yang membuatnya merasa memiliki hati dan perasaan lebih nyaman ketimbang hidup dalam kebebasan ala Jerman (Eropa) yang kaku dan dingin. Namun, wabah bunuh diri, politik yang kotor (termasuk pembunuhan terhadap walikota), serta kemiskinan yang sangat, membuatnya sangat bersedih. Dia baru sadar, polemik Islam taat dan sekulerisme yang selama ini diperdebatkan, tidak lebih penting ketika persoalan-persoalan kemanusiaan itu muncul.

Bacalah kepedihan ini: Gadis itu, Teslime, menghabiskan malam terakhirnya dengan tanpa suara, menonton serial berjudul Marianna. Setelah menyeduh the dan menyajikannya untuk orang tuanya, dia masuk ke kamarnya, berwudu dan bersiap-siap menunaikan salat. Sesudah salat, dia bersujud di atas sajadahnya, sejenak menenggelamkan diri dalam doa dan renungan, lalu mengikatkan jilbabnya ke cantolan lampu dan menggantung diriā€¦

***

Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
SEBUT GAMAWAN PANTAS DIBERI PENGHARGAAN
Fahri: Jokowi Harus Jelaskan Proyek e-KTP Sukses atau Gagal
Selasa, 21 November 2017 - 17:20 wib
DIBERI SERTIFIKAT
Resmi Sandang Marga Siregar, Ini Nama Terbaru Putri Jokowi
Selasa, 21 November 2017 - 17:10 wib
TERKAIT KASUS E-KTP
Novanto Dijebloskan ke Penjara KPK, Ini Pembelaan dari Fahri Hamzah
Selasa, 21 November 2017 - 17:00 wib
TERKAIT PENGAJUAN PRAPERADILAN
KPK Harus Lakukan Ini jika Ingin Menang Lawan Setya Novanto
Selasa, 21 November 2017 - 16:50 wib
LIGA CHAMPIONS
Sedang Seret Gol, Madrid Perlu Waspada di Kandang Apoel
Selasa, 21 November 2017 - 15:12 wib
Kabupaten Indragiri Hilir
Awasi Anak dari Bahaya Lem Kambing
Selasa, 21 November 2017 - 13:36 wib
POLITIK
Suyatno Resmi Dampingi Andi Rachman
Selasa, 21 November 2017 - 12:40 wib
Kabupaten Indragiri Hilir
Dirikan Posko Siaga Banjir di Batang Tuaka
Selasa, 21 November 2017 - 12:34 wib
TEMBILAHAN
Bupati Inhil Terima Anugerah PAUD Tingkat Nasional 2017
Selasa, 21 November 2017 - 11:42 wib

Pemko Diminta Lapor Polisi Bendahara Dishub Kabur
Selasa, 21 November 2017 - 10:55 wib
Cari Berita
Perca Terbaru
"Legends of the Fall": Tentang Cinta dan Kesetiaan tanpa Batas
Antara Sri Bintang Pamungkas dan Amien Rais

Kamis, 08 Juni 2017 - 17:10 WIB

 Pertahanan Terbaik atau Ketajaman Mencetak Gol?

Minggu, 04 Juni 2017 - 01:11 WIB

Keberuntungan atau Kecerdasan Zidane?

Kamis, 20 April 2017 - 03:04 WIB

Setiap Bulan, Warga Desa Pandan Sari Inhil Berkurang Drastis
sumatranet
Sagang Online
loading...
Follow Us