Wonderful Indonesia
Depan >> Berita >> Perca >>
KOLOM HARY B KORIUN
Pamuk
Selasa, 01 Desember 2015 - 00:02 WIB > Dibaca 1436 kali Print | Komentar
Pamuk
NAMANYA Kerim Alakusoglu, tetapi dia lebih suka memakai nama inisialnya yang merupakan kependekan dari dua kata nama itu: Ka. Dua belas tahun lebih dia meninggalkan kota kelahirannya, Kars, karena pengasingan politik, dan kemudian kembali ke kota itu ketika wabah bunuh diri melanda gadis-gadis muda. Ada yang hanya karena diputus oleh pacarnya, dan lebih ekstrim lagi ketika sekolah mengancam mengeluarkan mereka karena tak mau membuka jilbabnya sesuai peraturan nasional Turki tentang pendidikan yang melarang siswa berjilbab di institusi pendidikan. Sebuah peraturan berbau sekulerisme, sebuah ide yang digagas sang Bapak Turki, Mustafa Kemal Pasha, atau lebih Kemal Attaturk.

Wabah bunuh diri yang menjangkit di Kars; pemilihan kepala daerah yang menakutkan warga karena intimidasi dan kekerasan terjadi; plus keinginannya menganyam kembali memori masa lalunya bersama gadis pujaannya, Ipek,  membuat Ka kembali ke Kars, sebuah kota yang selalu bersalju dengan cuaca dingin dan badai salju yang bisa datang setiap saat.
Ka seorang wartawan, juga penyair. Setelah dua belas tahun tinggal di Frankfurt (Jerman), dan hidup dengan budaya sekuler khas Eropa, Ka kembali ke Istanbul dan bekerja di koran Republican yang berhaluan sekuler.

Di Kars, dia kembali menemukan segalanya: kebudayaan yang telah lama ditinggalkannya, ingatan masa kecil yang indah, gadis masa lalunya dan ingatan-ingatan lainnya yang membuatnya merasa memiliki hati dan perasaan lebih nyaman ketimbang hidup dalam kebebasan ala Jerman (Eropa) yang kaku dan dingin. Namun, wabah bunuh diri, politik yang kotor (termasuk pembunuhan terhadap walikota), serta kemiskinan yang sangat, membuatnya sangat bersedih. Dia baru sadar, polemik Islam taat dan sekulerisme yang selama ini diperdebatkan, tidak lebih penting ketika persoalan-persoalan kemanusiaan itu muncul.

Bacalah kepedihan ini: Gadis itu, Teslime, menghabiskan malam terakhirnya dengan tanpa suara, menonton serial berjudul Marianna. Setelah menyeduh the dan menyajikannya untuk orang tuanya, dia masuk ke kamarnya, berwudu dan bersiap-siap menunaikan salat. Sesudah salat, dia bersujud di atas sajadahnya, sejenak menenggelamkan diri dalam doa dan renungan, lalu mengikatkan jilbabnya ke cantolan lampu dan menggantung diriā€¦

***

Graha Pena Riau Space for Rent
KOMENTAR
Berita Update
PASCA-DITETAPKAN SEBAGAI TERSANGKA
Habib Rizieq Sebut Perang Hukum Telah Dimulai
Selasa, 29 Mei 2017 - 21:00 wib
TERBUKTI LAKUKAN UJARAN KEBENCIAN
Penulis Buku Jokowi Undercover Divonis 3 Tahun Penjara
Selasa, 29 Mei 2017 - 20:50 wib
SOAL MASA KEPEMIMPINAN
Darmayanti Sebut Polemik DPD Dibuat-Buat agar Gaduh
Selasa, 29 Mei 2017 - 20:45 wib
SEBUT HUKUMNYA WAJIB
Kampanyekan Bayar Zakat, Ketua MPR Kunjungi Baznas
Selasa, 29 Mei 2017 - 20:35 wib
TERKAIT PEMBERIAN PREDIKAT WTP
KPK Sita Uang Ratusan Juta Rupiah dari Kantor Kemendes
Selasa, 29 Mei 2017 - 20:25 wib
PASCA-DITETAPKAN SEBAGAI TERSANGKA
Kuasa Hukum Habib Rizieq Bentuk Tim Pembela Ulama
Selasa, 29 Mei 2017 - 20:13 wib
SIDAK DI MAPOLRES JAKTIM
Saling Kenal, Fahri Bertemu Auditor BPK Terjerat OTT KPK
Selasa, 29 Mei 2017 - 20:08 wib
KOMENTARI UNGGAHAN DIVISI MABES POLRI
Hina Kapolri di Instagram, Pria Madura Diciduk Polisi
Selasa, 29 Mei 2017 - 20:03 wib
PERCEPAT REVISI UU
Presiden Ingin TNI Ikut Berantas Terorisme
Selasa, 29 Mei 2017 - 19:58 wib
TERKAIT PENYELENGGARAAN ANGKUTAN LEBARAN
CCTV Pelabuhan Harus Terintegrasi dengan Posko Dirjen Perhubungan Laut
Selasa, 29 Mei 2017 - 19:53 wib
Cari Berita
Perca Terbaru
Keberuntungan atau Kecerdasan Zidane?

Kamis, 20 April 2017 - 03:04 WIB

Diapresiasi Mampu Jaga Kemajemukan

Senin, 10 April 2017 - 09:05 WIB

Setiap Bulan, Warga Desa Pandan Sari Inhil Berkurang Drastis
Kuliah Umum Panglima TNI- KAHMI Riau 5 April

Senin, 03 April 2017 - 10:53 WIB

Distribusi Soal UN Bertahap

Kamis, 30 Maret 2017 - 09:53 WIB

sumatranet
Ranggi Riau Pos
loading...
Follow Us
Populer hari ini