REVOLUSI LANGIT BIRU
Suara-suara Kegeraman
Minggu, 18 Oktober 2015 - 00:53 WIB > Dibaca 2085 kali Print | Komentar
Suara-suara Kegeraman
Tokoh masyarakat Riau, Al azhar (kiri) saat berdiskusi di acara Revolusi Langit Biru, di Pekanbaru. (JEFRIZAL/RIAU POS)
Berita Terkait

AHY Kritik Revolusi Mental Jokowi, Begini Reaksi Puan Maharani



BEBERAPA elemen masyarakat Kota Pekanbaru menggelar sebuah gerakan yang diberi nama Gerakan Revolusi Langit Biru. Ratusan warga turun ke jalan menggelar aksi damai sejak pagi hingga ke malam.

Gerakan yang dilakukan pada Senin lalu (12/10) di Jalan Cut Nyak Dien. Aksi yang dilakukan adalah merupakan bentuk keprihatinan masyarakat terhadap bencana akbut asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang melandan Provinsi Riau.

Berbagai aksi yang meliputi dari keseluruhan agenda itu diantaranya pembagian masker, megnumpulkan koin melawan asap hingga menggelar pentas seni. Aksi yang dilakukan juga merupakan bentuk kerinduan masyarakat akan kerinduan terhadap udara yang bersih.
Pada malam puncaknya, digelar pula pentas seni dan dialog interaktif di Taman Kota yang tepat di belakang GOR Tri Buana itu. Ratusan warga yang terdiri dari berbagai lapisan masyarakat dan komunitas berkumpul, guna menyuarakan kegeraman-kegeraman atas bencana asap yang telah menelungkup Riau beberapa bulan terakhir.

Pentas sederhana didirikan, lampu-lampu warna-warni menyala di antara hijau dedauanan dan semak belukar yang ada di taman kota tersebut. Suara-suara kegeraman yang berasal dari warga dikomunikasikan lewat dialog interaktif dan ekspresi seni berupa pembacaan puisi, teater dan juga teriakan dari grup band yang mengisi acara puncak dari gerakan Revolusi Langit Biru. Mereka terlihat menyatukan tekad untuk melakukan sebuah perubahan, sebuah gerakan damai agar perubahan terkati dengan kabut asap tidak lagi melanda negeri tiap tahunnya.

Salah seorang penggagas Gerakan Melawan Asap, Heri Budiman mengatakan gerakan ini telah ada sejak 2014 lalu. sebuah suara kegeraman yang muncul dan timbul awalnya lewat media sosial. Lalu kemudian, barulah timbul niat secara kolektif untuk bersama-sama bersatu dari berbagai elemen untuk menyuarakan kegeraman ini.

“Kita lakukan apa saja dalam gerakan ini, yang jelas aksi damai sebagai bentuk protes atas persoalan asap yang tak kunjung hilang di bumi Riau ini, mulai dari menyerahkan masker kepada masyarakat, mengumpulkan koin melawan asap dan juga menghimpun beberapa komunitas untuk sama-sama bergabung dalam gerakan Revolusi Langit Biru,” ujarnya.

Di malam puncak yang digelar di bawah rerindang pohon, dengan nyala lampu aneka warna itu, para pengunjung menyaksikan sejumlah pentas seni. Tak ayal lagi, suara-suara kegeraman yang diekspresikan baik lewat pekikan pembacaan sajak, protes dalam bentuk pertunjukan teater, dan lirik-lirik lagu menyatu seiring dengan kebresatuan tekad dari berbagai komunitas yang meramaikan gerakan tersebut.

Sani, salah seorang anggota Komunitas Rakyat Rock Riau mengatakan,  pertemuan malam itu merupakan bentuk perjuangan yang akan menjadi sejarah karena berbagai elemen masyarakat ataa kesadaran bersama. “Saya harap, inilah yang terakhir. Bencana kabut asap yang disebabkan kesalahan pengelola lingkungan,” ujarnya tegas.

 Awen, warga lainnya yang hadir malam itu mengatakan dengan tegas, harus ada perubahan drastis. Indonesia harus lebih mampu menegakkan hukum, mandiri dan kebijakan dalam mengelola lahan.

 “Jangan lagi mengharapkan pihak luar. Indonesia harus lebih bermartabat secara budaya, punya harga diri di mata dunia. Ketidakmampuan mengatasi asap dari tahun ke tahun merupakan aib bangsa ini sebenarnya, “ ungkap lelaki yang juga tergabung dalam komunitas Hakiki itu.


KOMENTAR
Berita Update
Pemkab Bakal Hibahkan Gedung SMK

Pemkab Bakal Hibahkan Gedung SMK
Rabu, 21 November 2018 - 12:45 wib

Bongkar Reklame Ilegal
Rabu, 21 November 2018 - 12:30 wib
Pemkab Tak Tutup Mata pada Kerusakan Jalan Gajah Mada

Pemkab Tak Tutup Mata pada Kerusakan Jalan Gajah Mada
Rabu, 21 November 2018 - 12:00 wib
Maksiat Jangan Dianggap Sepele

Maksiat Jangan Dianggap Sepele
Rabu, 21 November 2018 - 11:30 wib
Kayu Tumbang, Listrik Padam 21 Jam

Kayu Tumbang, Listrik Padam 21 Jam
Rabu, 21 November 2018 - 11:15 wib
Kapolda Sampaikan Pesan Kamtibmas di Subuh Berjamaah

Kapolda Sampaikan Pesan Kamtibmas di Subuh Berjamaah
Rabu, 21 November 2018 - 11:00 wib

Pingsan dan Meninggal Usai Lomba Salawat
Rabu, 21 November 2018 - 10:45 wib
APBD 2019 Rp1,47 T

APBD 2019 Rp1,47 T
Rabu, 21 November 2018 - 10:45 wib
Cari Berita
Feature Terbaru
Ketika "Tujuh Hantu" Tak Lagi Adang BBM Rakyat

Selasa, 06 November 2018 - 21:13 WIB

Ada Apa di Balik Deklarasi Itu?

Rabu, 24 Oktober 2018 - 16:59 WIB

Hotel Ayola Tawarkan Menu Crispy Chicken Steak

Rabu, 24 Oktober 2018 - 11:30 WIB

Tebar Buku UAS hingga Bisnis Daring dengan Sentuhan Jari
Masyarakat Mesti Bijak Gunakan Medsos

Selasa, 18 September 2018 - 19:30 WIB

Sagang Online
loading...
Follow Us