Depan >> Kolom >> Chaidir >>

Kudeta Hati

Senin, 16 Sep 2013 - 08:52 WIB > Dibaca 5763 kali | Komentar

Ada-ada saja Indonesia. Tak pernah sepi frasa yang bikin kita garuk-garuk kepala. Istilah kudeta hati, kontroversi hati, labil ekonomi, situasisasi, harmonisisasi, mempertakut, dan berbagai ungkapan aneh, berhamburan liar tak beraturan dan menggalaukan.

Awalnya, adalah pertunangan artis dangdut Zaskia Gotik dan Vicky Prasetya yang akhirnya bubar, selanjutnya adalah wabah ungkapan olok-olok ucapan  “intelek” Vicky.

Dengar untaian kata-kata berikut: “Tetap di usiaku saat ini twenty nine my age. Tapi aku masih tetap merindukan apresiasi karena basically aku senang. Senang music gitu, walaupun kontroversi hati aku menunjukkan kepada konspirasi kemakmuran yang kita pilih ya…kita belajar ya…harmonisisasi dari hal terkecil sampai terbesar. Aku pikir kita tidak boleh ego terhadap satu kepentingan dan kudeta hati apa yang menjadi keinginan. Dengan adanya hubungan ini bukan mempertakut bukan mempersuram statusisasi kemakmuran keluarga dia. Tapi menjadi confident. Tapi kita mensiasati kecerdasan itu untuk labil ekonomi...”  ucap Vicky Prasetya seperti disiarkan beberapa stasiun televisi swasta nasional dalam acara infotainment.

Transkrip wawancara Vicky tersebut menyebar dalam berbagai versi di facebook, twitter, dan juga di grup BBM. Frasa kudeta hati yang dimaksud, tak jelas maksudnya. Atau setidak-tidaknya tak ada hubungan dengan isu kudeta yang pernah dilontarkan Presiden SBY beberapa waktu lalu, apalagi dengan kudeta di Mesir yang maknanya sangat jelas.  Mungkinkah kalimat “intelek” Vicky terlepas dari konteksnya sehingga susah dipahami?

Antonio Gramsci dalam bukunya  Prison Notebooks menyebutkan, setiap manusia mempunyai potensi untuk menjadi intelektual, tapi tidak semua orang adalah intelektual dalam fungsi sosial. Kamus Umum Bahasa Indonesia atau KBBI (Badudu, 1996), secara lebih jelas menggambarkan, intelektual diidentikkan dengan kaum intelek, kaum terpelajar, berakal, dan berpikiran jernih berdasarkan ilmu pengetahuan. Kamus Bahasa Inggris-Indonesia (John M.Echols, 1989) pula menyebut, intellectual diartikan sama dengan cendekiawan, cerdik dan pandai.

Masyarakat kita agaknya sedang mengalami kekacauan dalam diri individu, yang dicirikan oleh ketidakhadiran nilai-nilai, perasaan terasing dan ketiadaan pedoman. Kondisi ini menurut Emile Durkheim, sosiolog Prancis, sangat umum terjadi apabila masyarakat mengalami perubahan-perubahan besar dalam situasi ekonomi, entah semakin baik atau semakin buruk, atau ketika ada kesenjangan besar antara teori-teori dan nilai-nilai ideologis yang umum diakui  dengan praktik kehidupan sehari-hari.

Vicky Prasetya yang mencoba berimprovisasi, boleh jadi adalah individu yang termasuk dalam identifikasi Emile Durkheim tersebut. Entahlah.

Sebaiknya, menjauh sajalah dari dunia selebritis yang penuh dengan gosipisasi, khayalanisasi, keanehanisasi, pendunguanisasi, pembodohanisasi, percintaanisasi, penyesatanisasi yang bisa menimbulkan kudeta hati. Penulis ketularanisasi Vicky..ha..ha..
KOMENTAR
BERITA TERBARU

Perbaikan Jalan Ditimbun Kerikil

21 Februari 2018 - 10:10 WIB

Retail Sales Daihatsu Tembus 15.896 Unit

21 Februari 2018 - 10:08 WIB
Baru Enam OPD Sampaikan Laporan Keuangan Ditenggat Akhir Februari

Baru Enam OPD Sampaikan Laporan Keuangan Ditenggat Akhir Februari

21 Februari 2018 - 10:05 WIB

Outdoor Class, SD Cendana Duri Belajar ke Riau Pos

21 Februari 2018 - 10:00 WIB
Buat Surat Pengganti KTP-El

Buat Surat Pengganti KTP-El

21 Februari 2018 - 09:55 WIB

Biaya Operasional Tak Tertutupi

21 Februari 2018 - 09:50 WIB
Bupati Apresiasi Program YBM BRI Peduli Pendidikan  dan Pedagang Kurang Mampu

Bupati Apresiasi Program YBM BRI Peduli Pendidikan dan Pedagang Kurang Mampu

21 Februari 2018 - 09:47 WIB

Dua Pelaku Curanmor Pasrah Digiring

21 Februari 2018 - 09:40 WIB
BERITA POPULER
Ahok Akan Sampaikan Bukti Istrinya Selingkuh

Ahok Akan Sampaikan Bukti Istrinya Selingkuh

21 Feb 2018 - 02:17 WIB | 479 Klik
KFC Tutup Ratusan Restorannya

KFC Tutup Ratusan Restorannya

21 Feb 2018 - 01:16 WIB | 378 Klik
Seorang Pengamat Menganalisa Jokowi Bisa Ditinggal PDI Perjuangan

Seorang Pengamat Menganalisa Jokowi Bisa Ditinggal PDI Perjuangan

21 Feb 2018 - 00:31 WIB | 373 Klik
Bagi Budi Waseso, BNN Tetap di Hati

Bagi Budi Waseso, BNN Tetap di Hati

21 Feb 2018 - 00:02 WIB | 317 Klik
Retail Sales Daihatsu Januari 2018 Tembus 15.896 Unit

Retail Sales Daihatsu Januari 2018 Tembus 15.896 Unit

21 Feb 2018 - 01:56 WIB | 246 Klik

Follow Us