Tajuk Rencana
d

Negeri Ini Memerlukan Pahlawan di Semua Sektor

12 November 2019 - 08.36 WIB

Kemarin 11 November digelar Hari Pahlawan. Pada Hari Pahlawan seperti biasa digelar rangkaian kegiatan, mulai dari upacara dan beragam kegiatan yang dianggap perlu. Dengan acara rutin itu, terkesan makna pahlawan semakin sempit. Padahal makna pahlawan sangat luas.

Masih ingat masa Orde Baru pembagian pahlawan, ada yang disebut pahlawan revolusi dan berbagai sebutan lain. Penyempitan makna pahlawan ini menyebabkan imajinasi anak didik pun membayangkan bahwa pahlawan itu adanya di masa penjajahan dengan berbagai strategi perjuangan masa itu.

Padahal, kata pahlawan itu tidak mengenal masa (zaman), karena pahlawan akan muncul di setiap masa, bahkan di masa yang akan datang akan muncul pahlawan-pahlawan besar yang tidak kalah besarnya dengan pahlawan nasional.

Bukan berarti menolak pelajaran sejarah yang menjelaskan masing-masing pahlawan, tetapi jangan sampai makna pahlawan itu mengalami penyempitan ke generasi berikutnya. Di sejumlah negara maju, jiwa generasi muda mereka diisi dengan pahlawan semangat membangun bangsa, di sinilah pentingnya revitalisasi makna pahlawan sesuai dengan zamannya.

Bukan berarti kita menggeserkan makna pahlawan, tetapi rutinitas memperingati Hari Pahlawan itu menjadi hambar, disebabkan tidak memiliki ruh lagi. Bukan hanya murid SD atau PNS, para pejabat pun seakan-akan tidak merasakan makna kepahlawanan itu. Yang dipersoalkan bukan rutinitas memperingati hari pahlawan itu, tetapi kenyataanya makna pahlawan itu sempit.

Bangsa yang besar adalah bangsa yang mengenang dan melanjutkan semangat perjuangan para pahlawannya, namun bukan berarti hanya memperingati. Banyak siswa yang hapal nama dan tempat tanggal lahir pahlawan nasional, tetapi tingkahnya jauh dari sifat pahlawan yang dihafalnya.

Artinya, perlu ditinjau kembali pengenalan semangat perjuangan pahlawan itu. Makna mengenang pahlawan bukan hanya mengingat nama-nama pahlawan, tetapi selalu memikirkan sifat mulia dan meniru kebajikan yang telah dilakukannya. Kemerdekaan yang diraih dengan susah payah masihlah kemerdekaan wilayah bukanlah kemerdekaan seutuhnya. Kebebasan tanpa ketergantungan dengan bangsa lain, kemerdekaan tanpa utang luar negeri.

Pergeseran makna pahlawan ini bukan berarti bertentangan dengan makna pahlawan, tetapi menyesuaikan dengan kondisi saat ini. Saat ini diperlukan pahlawan ekonomi, yakni sosok yang berani membangun kemandirian ekonomi bangsa ini.

Saat ini kita juga memerlukan pahlawan pendidikan. Yakni sosok yang berani membebaskan pendidikan di negeri ini dari masalah kurikulum, fasilitas, miskin sumber daya dan lainnya.

Banyak sosok-sosok pahlawan yang diperlukan bangsa ini. Pahlawan pertanian, perikanan, budaya dan lainnya. Itulah pahlawan yang kita perlukan. Bahkan diri kita juga harus menjadi pahlawan di bidang yang kita tekuni. Semua lini-lini sektor negeri ini memerlukan pahlawan.***





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU