Tajuk Rencana
d

Asa di Pundak Legislator Baru

7 September 2019 - 10.16 WIB


PESTA demokrasi telah lama usai dan menghasilkan asa masyarakat yang diamanahkan di pundak para legislator baru. Baik wajah baru maupun wajah lama, semua tentu­nya memiliki tanggung jawab sebagai penyambung lidah masyarakat.

Berbagai anggapan miring dan pro-kontra mencuat. Apakah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) yang telah terpilih akan amanah?  Apalagi asa disampaikan masyarakat dari berbagai kalangan yang tentunya diharapkan dapat dilaksanakan dengan tanggung jawab dan ikhlas dalam pengabdian. Tanda tanya itu tentunya belum dapat terjawab sekarang. Tentu waktu yang akan menjawabnya.

Salah satu kekhawatiran yang muncul adalah perselingkuhan politik antara eksekutif dan legislatif yang dapat menggadaikan asa yang sudah terlanjur diserahkan masyarakat. Tapi lagi-lagi kita berharap hal itu tidak terjadi. Sumpah jabatan yang telah diucapkan hendaknya menjadi beban moril dan tanggung jawab, baik pada diri sendiri, konstituennya hingga kepada Allah SWT.

Seperti halnya anggota DPRD Provinsi Riau yang terdiri dari 65 orang dari berbagai kalangan dan background pendidikan dan pengalaman yang berbeda. Apalagi 65 legislator itu berasal dari 12 kabupaten/kota se-Riau yang pastinya siap mengimplementasikan janji yang telah disampaikannya saat kampanye beberapa waktu lalu.

Menarik memang jika melihat komposisi legislator Riau yang memiliki tokoh-tokoh cukup termasyhur di masyarakat. Mulai dari mantan bupati, pengusaha, hingga tokoh-tokoh muda ikut meramaikan kursi hangat di gedung yang sering disebut mahasiswa di rumah rakyat saat aksi demonstrasi.    

Untuk para legislator terpilih, baik yang baru terpilih dan dilantik ataupun wajah lama atau yang disebut incumbent tentunya sudah memahami tugas, pokok dan fungsinya. Ataupun mungkin sudah ada yang browsing untuk melihat tugas dan tanggung jawab serta hak yang akan diperolehnya.

Dalam aturannya, anggota DPRD Riau memiliki fungsi legislasi, anggaran dan pengawasan. Selain itu eksistensi anggota DPRD yang anggotanya dipilih melalui pemilihan umum adalah amanat konstitusi. Sebagai suatu amanat maka anggota DPRD dituntut untuk menjalankan amanat ini dengan sebaik-baiknya dan tentunya dengan penuh tanggung jawab.

Terkait asa tersebut, beberapa masukan dan harapan juga disampaikan para pemangku kepentingan dan stakeholder terkait. Misalnya Pemerintah Provinsi Riau Mengharapkan sinergitas anggota DPRD Riau yang baru dilantik ini dapat melanjutkan kerja sama yang sudah dibangun selama ini dengan anggota DPRD Riau periode sebelumnya. Dengan sinergitas antara eksekutif dan legislatif berjalan dengan baik, maka akan bermuara kepada kesejahteraan masyarakat Riau untuk lebih baik.

Begitu juga dari Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau juga menitipkan pesan yang tidak jauh berbeda. Seperti menjaga harapan dan asa masyarakat yang telah memberikan kepercayaannya untuk diperjuangkan. Serta dalam perencanaan pembangunan tetap dengan mempertimbangan adat istiadat di Bumi Melayu Lancang Kuning.

Lagi lagi memanti harapan masyarakat dari berbagai pelosok negeri apakah akan terealisasi. Ini tentunya menjadi bomerang bagi para legislator sendiri. Karena jika janji politiknya terlupakan, dapat dipastikan masyarakat juga akan melupakannya pasa pesta demokrasi yang akan datang.

Mudah-mudahan janji tidak hanya tinggal janji, tapi dapat memberikan bukti untuk kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat Riau. Selamat untuk anggota legislatif Riau yang sudah dilantik, semoga amanah menjalankan tugasnya.***


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook