Tajuk Rencana
d

Memilih dan Memilah Masalah di Riau

3 September 2019 - 15.00 WIB

Masalah Riau sangat kompleks, mulai dari masalah asap yang tak kunjung hilang, masalah anggaran, masalah pembangunan infrastruktur yang belum memadai, mulai dari infraktuktur jalan, fasilitas kesehatan, pendidikan dan lainnya.

Melihat begitu banyaknya masalah provinsi ini, maka harus dipilah dan mana yang prioritas. Tak semuanya diserahkan ke gubernur, tetapi perlu kerja sama. Misalnya masalah asap, hendaknya kabupaten/kota berperan aktif, tak mungkin semuanya diserahkan ke provinsi. Daerahlah yang mengetahui di mana titik api dan di mana ada kebakaran lahan dan hutan. Lebih terincinya lagi, pemerintah kecamatan, dan desa, yang memahami lapangan.

Jangan semuanya diserahkan ke gubernur, tetapi ada peran masing-masing, termasuk kepala rukun tetangga (RT) pimpinan yang lebih kecil lagi. Karena merekalah yang paham dengan kondisi wilayahnya. Semuanya memiliki tanggung jawab.

Begitu juga di pusat, utusan DPR RI dan orang Riau yang bekerja di kementerian, hendaknya menyuarakan keperluan Riau. Jika memang Riau memerlukan dana untuk memadamkan asap, maka hendaknya DPR RI utusan Riau bicara lantang ke pusat. Jangan diam saja. Semua diserahkan ke Gubernur.

Bukan saja masalah kebakaran lahan dan hutan, tetapi juga masalah infraktur jalan di desa, kecamatan dan kabupaten dan provinsi, disampaikan ke pusat, sehingga daerah ini mendapatkan jatah kue anggaran dari pusat yang cukup lumayan.

Dari tingkat RT, desa, camat dan bupati mengusulkan apa yang diperlukan oleh mereka, kemudian anggota DPR RI dapil Riau menyuarakan, membawa bola apa yang diperlukan oleh daerah.

Masalah di Riau sangat banyak, termasuk minimnya fasilitas pendidikan, di mana banyak bangunan sekolah yang belum memadai. Begitu juga fasilitas kesehatan, olahraga, Riau jauh tertinggal dibandingkan daerah lain.

Di sinilah perlunya memilah, memilih, mana yang harus diutamakan. Jangan kita latah menyelesaikan masalah karena isu itu muncul di publik, bukan karena prioritas. Jika mengikuti isu yang berkembang, maka tidak habis-habisnya masalah di Riau ini.

Satu lagi yang penting bagi Bumi Lancang Kuning ini, yakni kesatuan visi dan misi, sehingga kebijakan antar-kabupaten/kota dan provinsi tidak tumpang tindih program. Sejak otonomi daerah, masing-masing kepala daerah memilii kekuasaan (ego) sendiri-sendiri, makanya perlu kesamaan langkah dan misi. Masing-masing memiliki peran, ibarat satu tim keseblasan sepakbola, tidak ada yang paling hebat, semua punya peran masing-masing, yang tidak bisa dinilai kehebatannya.

Langkah bersama ini perlu, dari mulai perangkat tingkat terendah sampai di pusat. Sering kali anggota DPR RI tidak bisa mengegolkan apa yang diperlukan daerah, karena tidak ada bola yang harus digolkan, atau tidak adanya identifikasi masalah dari tingkat bawah. Begitu sebaliknya, sering kali apa yang diperlukan di tingkat daerah, tetapi tidak sampai pusat (Jakarta), karena anggota DPR RI tidak mendapat aspirasi dari daerah.

Riau adalah satu kesatuan, baik dari tim daerah maupun pusat. Mari kita pilih masalah apa yang urgen, dan masalah mana yang dikemudiankan. Jika bersatu, gema suara Riau makin terasa di pusat, semoga ada orang Riau di kabinet Presiden Jokowi kelak, sehingga memudahkan usulan-usulan dari daerah diterima pusat.***




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU