Tajuk Rencana
d

Waspadai Kebakaran Hutan dan Lahan

23 Juli 2019 - 08.52 WIB

Musim kemarau kini tengah memasuki wilayah Riau. Cuaca yang panas terik membuat kerawanan tersendiri dan menjadi momok yang menakutkan bagi warga di Bumi Lancang Kuning ini. Sebagaimana yang sering terjadi di tahun-tahun terdahulu, pada pertengahan hingga akhir tahun, wilayah Riau sangat rawan terhadap kebakaran hutan dan lahan. Udara yang panas, bisa memancing api muncul di titik-titik rawan dan membakar lahan gambut yang mengitari provinsi ini. Apalagi jika dipicu oleh pembakaran secara sengaja untuk membuka lahan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab. Maka api pun akan melebar dan menjalar ke seluruh penjuru arah hingga menimbulkan kabut asap yang sangat ditakutkan.

Tak perlu jauh-jauh melihat kondisi yang rawan ini. Contohnya di Kota Pekanbaru yang notabene hanya memiliki segelintir kawasan hutan, beberapa hari ini diterpa karhutla dahsyat. Sekitar 15 hektare lahan terbakar hebat. Diduga kebakaran dilakukan secara sengaja. Untungnya petugas terkait cepat tanggap dan turun ke lapangan guna memadamkan api yang menghanguskan kumpulan semak belukar dan pepohonan akasia yang terletak di Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Payung Sekaki itu. Namun dalam memadamkannya api hingga betul-betul tuntas, petugas memerlukan waktu hingga 4 hari untuk pendinginan. Begitulah lama waktunya di sebuah lokasi yang berada di dekat kota dengan akses jalan yang bisa ditempuh. Lalu bagaimana sekiranya kebakaran terjadi di daerah terpencil dengan kesulitan transportasi?

Kita patut mengacungkan jempol kepada petugas dan pihak terkait dalam mencegah karhutla dalam beberapa tahun belakangan ini. Sejak musibah dahsyat karhutla pada 2015 yang sampai berbulan-bulan Riau ditutupi kabut asap tebal, telah membuat petugas mendapatkan pengalaman berharga dalam memadamkan dan mengantisipasi munculnya karhutla. Demikian juga pemerintah, bisa mengambil hikmah dari musibah yang tak terkendali tersebut untuk tidak terulang di masa mendatang. Sehingga untuk tahun ini, pemerintah telah menetapkan status siaga karhutla sejak Februari hingga 31 Oktober 2019. Dengan penetapan status ini maka bantuan pusat pun mengucur. Tercatat mulai bantuan logistik, bantuan enam unit helikopter serta terakhir diterjunkan 1.500 personel gabungan dari TNI, Polri, Manggala Agni hingga masyarakat peduli api yang disebar ke seluruh pelosok Riau.

Tinggal sekarang bagaimana kesadaran kita dalam menjaga wilayah kita bebas dari kebakaran hutan dan lahan. Tentunya dengan tidak melakukan pembakaran sampah, terutama di lingkungan rumah masing-masing. Diharapkan sampah rumah tangga agar dibuang di tempat sampah untuk diangkut petugas. Serta menghindari membuang punting rokok sembarang terutama ke semak-semak belukar yang bisa memancing munculnya api. Serta peduli dan langsung melaporkan kepada petugas jika melihat ada kebakaran hutan dan lahan serta melaporkan juga seandainya ada yang sengaja melakukan pembakaran. Kami berharap di kemarau tahun ini, karhutla tidak terjadi lagi di bumi  tercinta ini. Sehingga kerugian baik kesehatan maupun kerugian materil bisa dihindari.***






Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

TERBARU