Jangan Hindari Teknologi

7 Februari 2018 - 11.22 WIB > Dibaca 303 kali | Komentar
 

Electronic commerce biasa disingkat dengan e-commerce merupakan transaksi melalui elektronik, seperti internet dan lainnya. Banyak yang bisa dilakukan. E-commerce dapat berupa transfer dana elektronik, pertukaran data, maupun sistem pengumpulan data secara otomatis. Intinya e-commerce semakin memudahkan manusia.

Tapi e-commerce justru sering dituding sebagai biang kerok penyebab lesunya sektor ritel. Di beberapa negara maju, toko ritel sudah banyak yang gulung tikar. Di Indonesia, dengan guncangan yang tidak sebesar negara maju, gejala yang sama juga mulai muncul.

Tentu saja gelombang e-commerce tidak bisa dibendung. Itu sejalan dengan kemajuan teknologi. Memang pasti ada yang limbung. Itulah mereka-mereka yang tak mampu menyesuaikan diri dengan tanda-tanda zaman. Sementara itu, ada banyak lainnya yang justru menangguk untung.

Karakter ekonomi digital yang membuka pasar seluas-luasnya membuat siapa pun bisa bermain. E-commerce yang mampu memangkas mata rantai distribusi konvensional nan panjang merupakan jaminan bagi perdagangan yang lebih efisien. Maka kita bisa menyaksikan gelombang ibu rumah tangga yang mampu menjajakan dagangannya di media sosial. Juga usaha kecil yang melesat setelah memanfaatkan marketplace.

Ekosistem digital itu akan makin dewasa ketika ditunjang sistem pembayaran yang aman dan tepercaya. Dipadu dengan inovasi teknologi di bidang finansial, semua itu menjadi mungkin. Adanya financial technology (fintech) telah mempermudah konsumen berbelanja secara online. Perbankan pun, tampaknya, juga telah menyerah. Pilihannya adalah turut mengembangkan atau sekalian saja merangkul fintech.

 Pertanyaan kritisnya, apakah ke depan kita hanya akan menjadi pasar ataukah bisa turut menjadi pemain dalam ekosistem digital secara global? E-commerce memang membuat barang-barang impor lebih mudah diakses konsumen. Hal itu menimbulkan kekhawatiran apakah produk dalam negeri bakal mampu bersaing.

Meski demikian, sebagaimana perdebatan tentang globalisasi yang menjadi bahasan beberapa dekade lalu, ekonomi digital juga menghasilkan dua dampak yang bersinggungan. Ada yang tergilas kalah. Namun, akan ada lebih banyak yang merengkuh kemenangan.

Tidak mungkin ditolak. E-commerce cepat atau lambat pasti digunakan banyak orang, termasuk di tanah air kita. Masyarakat akan cenderung memilih jalan yang mudah. Sebab itu, kita harus mempersiapkan diri agar tidak menimbulkan goncangan yang besar. Semoga pemerintah tidak tinggal diam. Harus ikut berpikir dan bertindak supaya masyarakat tidak terhempas karena tidak siap menerima kemajuan.***


KOMENTAR
Follow Us