Lima Fraksi dan Heboh LGBT

25 Januari 2018 - 09.50 WIB > Dibaca 316 kali | Komentar
 

RIAUPOS.CO - PEKAN lalu, Ketua MPR Zulkifli Hasan dikabarkan menyampaikan sebuah statemen penting, yakni soal lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT). Sebenarnya, apa yang disampaikan Zulkifli Hasan biasa saja. Soal dukungan dan yang anti pada LGBT. Maka muncullah polarisasi tentang siapa-siapa kalangan dewan yang mendukung, dan siapa yang anti atau tak setuju dengan LGBT.

Masalahnya, isu yang awalnya isu sosial ini, kemudian beralih ke isu politik. Apalagi, kemudian beredar kabar bahwa Zulkifli menyebut ada lima fraksi di DPR yang mendukung LGBT ini. Karena bersinggungan dengan politik, dan apalagi 2018 adalah tahun politik dengan banyaknya pilkada di Indonesia, maka reaksi partai-partai politik tampak sangat keras.

Para juru bicara parpol pun ramai-ramai meminta penjelasan soal lima partai yang disebut-sebut pro pada LGBT ini. Mereka pun cuci tangan dan mengaku tak pernah secara resmi memberikan sikap terhadap LGBT yang kini aturan perundangannya sedang dibahas di DPR. Mereka tak ingin dituduh sebagai pihak yang mendukung LGBT. Padahal, secara umum masyarakat sudah mengetahui partai-partai yang cenderung mendukung LGBT ini. Ini dapat tecermin dari komentar para anggota dewannya, para pimpinan partainya, saat ada aksi atau kampanye LGBT. Suara mendukung HAM, perlindungan pada kaum “minoritas”, dan lainnya kerap disampaikan para politisi ini. Tapi kali ini mereka bersuara berbeda. Beberapa spekulasi beredar, bahwa partai-partai pro-LGBT ini ingin “tiarap” terlebih dahulu jelang pilkada serentak. Apalagi, suara umat beragama yang tentu menentang keras LGBT ini sangat mereka perlukan. Maka jilat ludah sendiri pun biasa dilakukan. Inilah politik.

Sebutan “lima fraksi DPR” oleh Zulkifli Hasan yang juga Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) memang cukup lama menjadi isu panas. Paling tidak, dalam sepekan, isu ini bergulir dengan liar. Partai-partai yang kepanasan, karena berlatar belakang nasionalis dan kerap membela LGBT minta ada klarifikasi dari Zulkifli. Klarifikasi itu pun datang. Kendati tak begitu tegas, Zulkifli menyebut bahwa dia berbicara di tengah konstituennya, yakni jamaah Aisyiyah, yakni kaum perempuan Muhammadiyah. Mereka bertanya, bahwa hanya ada empat fraksi yang menentang dengan tegas LGBT.

Zulkifli kemudian mengatakan, bukan empat, melainkan lima fraksi. Satu fraksi lagi adalah Fraksi PAN DPR. Dari kalimat itu, kemudian muncul “asumsi”, bahwa lima fraksi lain di DPR tentunya mendukung LGBT. Apakah ada kalimat langsung dari Zulkifli tentang lima fraksi lainnya ini atau tidak, juga tak dapat dipastikan. Hanya sampai di sana saja klarifikasinya.

“Diskusi” dan wacana tentang LGBT ini memang bisa menunjukkan polarisasi sikap wakil rakyat di DPR. Ternyata kendati banyak anggota dewan yang bersuara lantang “mendukung” LGBT, tapi secara partai mereka masih gamang. Mereka pun takut ditinggalkan konstituennya, kaum agamawan. Sebab, tak hanya dalam Islam, dalam agama lain pun di Indonesia, ajaran semuanya jelas menentang LGBT.

Beberapa kalangan yang anti-LGBT memandang wacana yang dilemparkan Zulkifli Hasan ini sangat baik. Ini adalah sebuah tantangan besar. Selama ini, ada fraksi dan partai-partai yang terkesan “malu-malu” tapi mau dalam mendukung kampanye LGBT di Indonesia. Tapi dengan tantangan ini, mereka pun “terpaksa” menentang LGBT. Untuk sementara, mungkin negeri ini masih bisa aman dari LGBT, terutama dari sisi aturan perundangan. Entahlah beberapa tahun ke depan. Sebab, kampanye LGBT di seluruh dunia telah demikian massif. Banyak negara yang sudah mengubah konstitusi dan aturan perundangannya karena kaum LGBT sudah menguasai parlemen mereka. Indonesia? Entahlah.***
KOMENTAR
Follow Us